Samson – Review : Mencoba Setia Tapi Tetap Nggak Greget

User Rating: 5
Samson memang kuat, tetapi lemah hati di dalam. Duh! | Foto : Pure Flix

Dari semua kisah di Alkitab yang ada, kisah tentang Samson, Delila, dan keperkasaannya mungkin salah satu dari yang beberapa kisah yang dikenal di seluruh dunia. Ini berarti harusnya nggak ada kesulitan yang berarti untuk mengangkatnya ke dalam layar lebar dan menjadi film yang cukup seru. Oleh karena itu ekspektasi saya pun cukup tinggi untuk film garapan Pure Flix ini. Sayangnya….

Filistin yang menyebalkan

Seperti yang tertulis di Perjanjian Lama, di zaman Samson hidup adalah masa di mana bangsa Ibrani berada di bawah kendali, atau bisa kita sebut penjajahan, bangsa Filistin. Di sini Bangsa Filistin digambarkan sebagai bangsa yang memiliki kekuatan tempur yang hebat, lengkap dengan baju zirah, senjata, dan sesembahannya yang bernama Dagon. Sedangkan Bangsa Ibrani adalah bangsa yang cuma punya pakaian seadanya, belum dipaksa untuk memberikan upeti yang berat, dari hasil panen mereka. Badannya kurus-kurus dan keliatan sengsara banget deh pokoknya. Nah, harapan mereka hanyalah kepada satu orang, yaitu Samson yang di awal film digambarkan sebagai pria yang suka bersenang-senang dengan caranya sendiri seperti maling makanan dan cari cewek cantik.

Ada tiga nazar yang tidak boleh Samson langgar dalam hidupnya, termasuk memotong rambut | Foto : Pure Flix

Padahal Samson udah digadang-gadang bakal jadi seorang Hakim atau pemimpin bangsa Ibrani yang katanya bakal bisa menyelamatkan bangsanya dari perbudakan. Dia telah dianugerahi dengan kekuatan tubuh yang luar biasa hingga dapat melawan satu orang Mesir yang besarnya bukan main hanya dengan sekali pukul.

“Dia melihat dengan matanya sendiri, menurut apa yang dia pandang baik,” jelas ayahnya Samson, Menoah.

Ya, sampai pertengahan film kita bakal disuguhi seperti apa sikap semaunya sendiri Samson yang nggak nurut-nurut terhadap apa yang harusnya dia lakukan. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk (walau nggak sepenuhnya) berubah menjadi apa yang seharusnya. Padahal menurut ukuran manusia, Samson kuat juga cerdik. Dia jago banget bikin tebak-tebakan yang bikin banyak orang bingung, belum lagi triknya buat ngebakar ladang orang Filistin yang ciamik banget.

Banyak element positif

Sebenarnya menyematkan kata “sayang” terhadap film ini karena didasari pada kecocokan cerita asli di Alkitab. Secara umum dan garis besar, cerita tentang Samson memang berkutat pada kelemahan pribadinya dalam memenuhi panggilan Tuhan dan godaan-godaan duniawi, dalam hal ini adalah wanita yang ditaruh dalam figur Delila. Sayangnya kedua tema ini hanya satu yang diberikan porsi yaitu lemah hatinya. Sedangkan dari sisi wanitanya, godaan yang dihadirkan kurang terasa sensual dan memberatkan hati Samson. Dalam skrip aslinya, Samson nggak gampang memberikan arti teka-teki maupun kelemahan dirinya, dan dalam film ini bagian tersebut dipercepat.

Delila di depan mayat ribuat pasukan Filistin yang sudah dibantai Samson | Foto : Pure Flix

Ini pun nggak membantu banyak seakan-akan film ini mencoba untuk mereduksi detil-detil yang terlalu vulgar dan keras sehingga rating-nya bisa masuk untuk ditonton anak sekolah minggu. Nahasnya, hal ini membuat alurnya menjadi lambat, cerita yang terlalu drama romansa dan pemberian karakter yang kuat tetapi hanya dalam satu sisi.

Namun seperti yang saya bilang, dalam judul sub bab ini, untuk urusan moral value Samson masih bisa dikategorikan sebagai film yang Alkitabiah. Di mana dalam penggambarannya, baik, dan buruk digambarkan secara lugas dan gamblang. Seseorang yang memiliki Tuhan dan bergantung padanya walau dengan setengah hati melawan pure evil, orang-orang yang mempergunakan nama tuhan dengan kepentingan pribadinya.

Summary
Kecocokan garis besar ceritanya yang setia menjadi nilai plus film ini dengan beragam moral value yang dibenamkan, sayangnya cerita yang sudah "dilembutkan" ini pun dieksekusi dengan kurang maksimal sehingga mudah membuat orang bosan.
Good
  • Cerita tetap alkitabiah meski ditambah bumbu drama dan pelembutan di sana-sini
  • Film yang cocok buat anak sekolah minggu
  • Kelemahan hati Samson sangat dieksplor di film ini
Bad
  • Alur yang pelan dan terlihat gamang sehingga di tengah film penonton bisa dengan mudah bosan
  • Scoring is bad, saya sama sekali tidak melihat musik yang bisa bikin saya greget di film ini
  • Gong Samson sebenarnya adalah Delila, sayangnya karakter Delila pun kurang diangkat
5
Average
Written by
Mulai mengenal pop culture dari manga Dragon Ball dan Doraemon, hingga dihancurkan secara mental dengan Evangelion. Sekarang mencoba bermain dengan visual melalui media foto dan video.

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.