Susah Sinyal – Review : Tinggalin HP! Maknai Waktu Bersama Keluarga

(doc. bioskoptoday)

Ngomongin karya milik Ernest Prakasa kayaknya nggak ada habis-habisnya untuk dipuji. Berangkat dari sebagai komika pada salah satu kanal televisi swasta, kemudian dirinya semakin dikenal masyarakat luas lewat sejumlah film layar lebar. Kini film layar lebar Susah Sinyal pun juga jadi salah satu yang semakin membuat namanya dikenal di mana-mana.

Ernest yang mengaku dirinya “milik pribumi” ini pun mengasah kemampuan komedinya dengan melakukan tur ke berbagai kota. Hingga saat ini merambah ke dunia film dan menjabat sebagai sutradara. Salah satu judul filmnya, Ngenest, telah memenangkan kategori penulis skenario terbaik pada ajang Indonesia Box Office Movie Awards 2016.

Ernest waktu dapet penghargaan pada film Cek Toko Sebelah (doc. kapanlagi)

 

Setelah Ngenest The Movie, Cek Toko Sebelah, Stip dan Pensil, The Underdogs dan kini Susah Sinyal. Saya selalu kagum dengan cerita yang dibawakan oleh Ernest Prakasa. Di film terbarunya kalau melihat dari sisi trailer akan terlihat biasa aja bahkan hanya sesimpel judulnya. Tapi setelah nonton, saya pun sadar kalau dibalik judul Susah Sinyal yang simple, pasti akan ada cerita-cerita menarik di dalamnya.

Film ini bercerita tentang Kiara (Aurora Ribero) yang digambarkan sebagai anak muda jaman sekarang yang nggak bisa lepas dari gadget, media sosial dan endorsement. Kiara ini punya ibu bernama Ellen (Adinia Wirasti) yang super sibuk karena pekerjaannya sebagai pengacara, sehingga Kiara dirawat dan tumbuh besar disaksikan oleh Nenek Agatha (Niniek L. Kariem), mereka tinggal bersama Ngatno (Dodit Mulyadi) dan Saodah (Aci Resti).

Ini dia Ellen (Adinia Wirasti) dan Kiara (Aurora Ribero) pemeran ibu dan anak di film Susah Sinyal. Cantik cantik ya? (doc. idntimes)

Hingga pada akhirnya Ellen merasakan kejanggalan dalam hidupnya, ia merasa harus membenahi semuanya dan makanya diajaklah Kiara untuk berlibur ke Sumba, salah satu hidden paradise di Indonesia, yang kalo Ernest nggak angkat pulau ini dan Andien nggak ke sana, saya pun nggak akan tahu sampai ada netizen yang kasih tahu kalau di Indonesia masih punya tempat indah bernama Sumba. Dan memang benar, kendala di tempat tersebut adalah susah sinyal.

Kiara dan Abe (Refal Hady) di salah satu scene Susah Sinyal The Movie. (doc. Indonesiashowbiz)

Melihat fenomena susah sinyal di saat media sosial lagi gembor-gembornya digunakan masyarakat luas, di film ini saya mendapati bahwa seharusnya seseorang bisa membangun kebahagiaan bersama di saat lagi nggak ada sinyal. Seharusnya waktu yang berharga dapat dibayar dengan melakukan quality time bersama keluarga tanpa sentuhan gadget.

Ernest sendiri mengakui selalu membuat sesuatu, mulai dari keresahan, dan di film Susah Sinyal ini ia menceritakan bagaimana sulitnya mengatur waktu di saat sedang sibuk-sibuknya, sementara anak butuh perhatian lebih.

Seperti kehidupan pada umumnya, sebenarnya simple hanya sesederhana permasalahan anak yang butuh perhatian disaat ibunya sedang sibuk dan jarang di rumah hingga pertumbuhan anak dan permasalahannya pun ibunya nggak tahu. Hal-hal kayak gini pun sering saya temui di kehidupan nyata, tapi entah kenapa Ernest menyuarakan keluh kesahnya dengan melibatkan aktor yang apik, pengisi soundtrack yang sesuai dengan materi yang dibawakan, set yang ciamik, sehingga apa yang disampaikan dapat tersalurkan dengan baik ke penonton.

Baca juga : PITCH PERFECT 3 – REVIEW : AKHIR YANG DIHARAPKAN DARI BARDEN BELLAS

Di film ini pula, Ernest menghadirkan musisi-musisi apik yang membantu dalam mengisi soundtrack Susah Sinyal The Movie, di antaranya adalah Ardhito Pramono, The Overtunes, Stars and Rabbit, Rendy Pandugo, Marco & Marche dan Aurora Ribero.

Summary
overall bagus, meskipun kalau dikategorikan komedi ini nggak selucu film terdahulunya. Tapi untuk renungan, ini bagus banget!
Good
  • Soundtracknya sesuai sama scene nya
  • Makna yang ada dalam scene di film dapat tersalurkan dengan baik
  • Sisi keluarganya ada
  • Bikin kita sadar kalo waktu sangat berharga
  • Menyuguhkan pemandangan Sumba yang bagus banget!
Bad
  • Cutting scenenya ada beberapa yang kentang dan bahkan menimbulkan pertanyaan seperti : orang ini kenapa sakit? Kenapa tiba-tiba ada dia? Fungsi dia apa di situ?
  • Punchline jokesnya tidak sepecah pada saat ngenest
7
Good
Written by
die hard fans of unicorn, sushi, flamingo and rose gold thing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>