The Night Comes for Us – Review : Brutal Bersimbah Darah!

User Rating: 7.5
Joe Taslim kali ini bener-bener akan bersimbah darah! (doc. The Night Comes for Us)

Kamu nggak salah baca judul review-nya kok. Mungkin udah pernah kamu denger atau baca-baca di-review tempat lain. Film The Night Comes for Us bener-bener film yang brutal dan bersimbah darah, buat kamu yang nggak kuat sama darah muncrat atau isi perut keluar mending jangan nonton deh. Tapi kalau kamu suka film yang brutal, film yang dibintangi Joe Taslim, Iko Uwais, Abimana, Julie Estelle, Dian Sastrowardoyo, serta Sunny Pheng ini wajib kamu tonton.

The Night Comes for Us ini cuma bisa kamu tonton di Netflix. Jadi kalau kamu belum punya akunnya, jangan lupa bikin dulu ya. So, film ini bener-bener jadi film pertama produksi Netflix yang mengatasnamakan Netflix Indonesia dan bisa dibilang 95% berbahasa Indonesia dan sebagian sisanya ada dialog berbahasa Mandarin. Lumayan memperkaya isi dialog filmnya deh.

Untuk nonton film ini, kalau kamu pengen banget nonton sambil menambah kemampuan atau memperkuat bahasa Inggris kamu, kamu bisa mengaktifkan subtitle berbahasa Inggris. Meskipun dialognya bahasa Indonesia ya. Kalau saya saat nonton film ini sih jadi bener-bener belajar lagi bahasa Inggrisnya. Lumayan… (curhat).

Timo Tjahjanto yang duduk di kursi sutradara dan penulis cerita bener-bener sukses bikin saya menikmati film action-thriller ini. Ceritanya sebenernya sederhana dan mudah untuk diikuti ataupun dicerna. Jadi film ini bercerita tentang Ito (Joe Taslim) yang cabut dari Triad karena merasa tersentuh melihat seorang anak kecil bernama Reina (Asha Kenyeri Bermudez) yang selamat dari pembantaian di sebuah desa oleh pasukan Triad pimpinannya. Merasa terpanggil untuk “bertobat”, Ito menyelamatkan Reina dari kejaran anggota Triad lain dan melindunginya dari kejaran sahabatnya yang terpaksa mengejarnya untuk menghukum, yaitu Arian (Iko Uwais).

Aksi kejar-kejaran, baku tembak yang brutal, serta pertarungan yang sengit dan sadis mewarnai film yang memiliki cinematography dinamis ini. Didukung pula dengan simbah darah yang keluar dari aksi tembak-tembakan, bom, sampai tebasan golok di film ini bikin saya bener-bener terpacu adrenalinnya. Aksi Joe, Iko, Julie, mungkin udah biasa dan tentu kita nantikan aksi apalagi yang akan mereka sajikan. Yang menarik tentu aksi Dian Sastro jadi cewek sadis, Abimana yang bersimbah darah dan berani bertarung, serta bagaimana Asha yang anak kecil juga berani untuk bersimbah darah.

Cerita sederhana, tapi banyak bolongnya

Kayak yang udah dibilang di atas, ceritanya itu sederhana. Namun, dari yang saya tangkap atau bisa dibilang pandangan saya sih, lebih banyak berkutat ke bagaimana perjalanan Ito berusaha untuk dapat menghancurkan Triad dan juga mengalahkan Arian. Bukan lebih ke bagaimana melindungi Asha.

Bahkan menurut saya dari segi cerita ini agak banyak bolongnya. Mulai dari kenapa Asha diburu Triad, di mana seharusnya kalau ada yang “bablas” satu aja ya yaudah aja gitu nggak perlu dikejar lagi. Saya melihat nggak ada delivery cerita soal alasan Triad memburunya. Selain itu, kekasih lama Ito, Shinta (Salvita Decorte), yang di awal terlibat dalam melindungi Reina, ketika udah kabur dari kejaran Triad dan juga geng kroco-kroco juga nggak tahu ke mana lagi. Nggak ada tindak lanjutnya.

Ah ya, sosok The Operator (Julie Estelle) meskipun keren aksi bertarungnya, baik dengan senapan maupun short katana, saya nggak dapet reason kenapa dia juga ikut memburu Reina dan menghajar Ito. Kayak nggak ada penjelasan yang jelas, padahal sedikit reason aja juga nggak apa. Plus ternyata juga ada ranking di Triad-nya juga lho. Namun, nggak dipaparkan ternyata dari awal atau dipertengahan.

Di sisi lain juga kita nggak dikasih tahu secara jelas apa motivasi Triad ini memburu Ito. Sekedar pengkhianat aja? Kalau alasan dari Arian sih jelas, karena tugas dan kayaknya ada semacam dendam kecil juga sih. Yaaa… pokoknya kalau kamu nonton film The Night Comes for Us di Netflix kamu akan tahu sendiri bagian apa aja yang bikin cerita film ini banyak bolongnya.

Sangarnya Dian Sastro dan Hannah Al-Rashid

Beberapa waktu lalu pas banget saya dan teman saya diskusi soal film terbaru Dian Sastro, Aruna dan Lidahnya, dan menilai kalau bintang film Ada Apa Dengan Cintaini aktingnya cuma “segitu” doang. Namun, anggapan kami berdua, terutama saya pun terpatahkan saat Dian Sastrowardoyo ini memerankan Alma di film ini. Nggak ada lagi deh tuh image Cinta dan cewek judes ala Dian, kini dia telah menjadi cewek yang sangar, sadis, psycho, dan juga jago berantem!

Nggak ketinggalan juga “pasangan” dari Alma, yaitu Elena yang diperankan Hannah Al-Rashid. Gila, sangar banget dan aktingnya mencuri perhatian meskipun mungkin ada di antara kamu yang akan agak geli atau mungkin akhirnya jadi kontra sama film ini lantaran ada unsur LGBTQ. Akan tetapi fokus lagi ke aksi mereka berdua, buat saya aksi Dian Sastro dan Hannah ini bener-bener asik banget plus bikin anggapan kita terhadap akting dua aktris cantik ini lebih lebar. Both of them are badass, you should go watch ’em!

Aksi yang sangat dinamis

Film The Night Comes for Us ini, meskipun ada kekurangan dari segi ceritanya, mampu ditutupi dengan aksi yang sangat dinamis, seru, banyak darah, baku tembak yang bising, serta baku hantam yang sangat seru. Aksi dan simbahan darah film ini, lebih brutal dari The Raid dan juga Headshot. Gila, ini bener-bener gila dan bikin adrenalin merusuh kayak lagunya Seringai.

Kapan lagi melihat Dian Sastrowardoyo beraksi sadis. (doc. The Night Comes for Us)

Selain aksi bacok-bacokan dan baku tembak di beberapa belas menit awal yang intens, di pertengahan darah-darah muncrat semakin banyak, serta di bagian akhir kita akan melihat banyak potongan tubuh ke mana-mana, kamu akan “diredam” dengan soundtrack lagu yang santai dari Naif. Jadi adrenalin kamu nggak bakal sampai “panas banget” kok. Emosi dan mood kamu nonton film ini bener-bener dimainkan dengan baik oleh Timo.

So far and in my humble opinon, ini salah satu film Indonesia terbaik. Sajian terbaik dari sineas di tahun 2018 ini sih ya The Night Comes for Us. Meskipun nggak tayang di bioskop Indonesia (I know because it’s R-Rated and too brutal, and many Indonesians will discuss ’bout LGBTQ dan bukannya mengapresiasi malah nyinyir) dan cuma tayang di Netflix, ini film yang patut diperhitungkan banget. Terbaik lah.

Summary
Meskipun ceritanya ada banyak plot yang bolong-bolong, tapi aksi yang dinamis dan juga brutal (tentu memacu adrenalin) sehingga bikin menikmati film ini jadi seru banget, The Night Comes for Us wajib banget ditonton. Kamu akan puas deh nonton aksinya.
Good
  • Aksi yang total dan maksimal
  • Banyak darah, brutal, dan adegan memacu adrenalin, tapi dengan cepat adrenalin tersebut dapat diturunkan
  • Dian Sastrowardoyo dan Hannah Al-Rashid tampil berbeda dengan image yang baru
  • Cinematography yang dinamis
Bad
  • Banyak plot cerita yang bolong-bolong, ini berpengaruh banyak ke dalam keseluruhan cerita
7.5
Good
Written by
I'm just a man who likes playing a game, watching movies, tv series, Dragon Ball, Digimon, Attack on Titan, and Kamen Rider.

Is the Story Interesting?

0 0

The Night Comes for Us – Review – Brutal Bersimbah Darah!

Written by
I'm just a man who likes playing a game, watching movies, tv series, Dragon Ball, Digimon, Attack on Titan, and Kamen Rider.

Is the Story Interesting?

0 0