Thor: Ragnarok – Review : Ini Dia Film Thor Terbaik!

User Rating: 9
Salah satu scene atau adegan terkeren di Thor: Ragnarok terkeren nih, Thor versus Hulk! (doc. Marvel Studios)

Kalau menurut kamu dari semua jagoan Marvel di Marvel Cinematic Universe garapan Marvel Studios, film solo Thor di Thor dan Thor: The Dark World itu nggak greget atau bisa dibilang paling nggak “menarik”, film ketiganya, Thor: Ragnarok bakal beda banget sama dua film sebelumnya. Yap, film ini adalah film Thor terbaik guys!

Waktu Premiere Night di IMAX Gandaria City, Senin (23/10), para penonton yang berkesempatan untuk menjadi yang pertama nonton Thor: Ragnarok, bener-bener nggak bisa berhenti bersorak, tertawa, atau terkagum-kagum sama semua adegan di film. Saya pun demikan. Bisa dibilang baru sekarang ini, nonton filmnya Thor bisa se-excited itu, happy dan enjoy banget nontonnya. Bener-bener berbeda dari dua film sebelumnya.

Kalau kamu nonton trailer atau lihat posternya yang penuh warna, kamu bakal puas melihat film Thor yang memang lebih berwarna ketimbang sebelum-sebelumnya. Beberapa kali saya harus sedikit bangkit dari kursi karena tertawa, terperanjat karena kagum dengan kekuatan baru Thor, bahkan setelah nonton Premiere-nya, pengen nonton lagi.

Do you wanna know why?

It’s all Taika Waititi effect!

Sebagai penggemar setia, Taika mengungkapkan alasan yang membuatnya tertarik bergabung dalam proyek ini. Dan menurut saya memang nggak salah sih memilih Taika, soalnya kamu bakal merasa Thor ini fresh banget! Bukan karena dia potong rambut ya…

“Sejak kecil, saya selalu bermimpi dan berfantasi  mengenai hal-hal diluar angkasa seperti menjadi Viking di luar angkasa, seorang Asgardian. Saya berpikir untuk melakukan pendekatan yang berbeda dengan pendahulunya. Tak disangka Marvel setuju dengan visi yang saya miliki. Mereka ingin membawa Thor menuju arahan yang baru dan segar, seperti ke luar angkasa dan menghabiskan seminimal mungkin waktu di Bumi,” ujar Taika dalam keterangan pers yang kami terima beberapa waktu lalu.

Sutradara Taika Waititi memberi arahan ke Chris Hemsworth alias Thor. (doc. Marvel Studios)

Entah sekreatif apa seorang Taika ini di lapangan saat menyutradarai Thor: Ragnarok. Sejak awal film ini dimulai, saya pikir The Mighty Thor ini bakal seperti Deadpool, yang bisa menembus dimensi keempat alias bisa ngomong sama penonton. Ternyata… kamu harus nonton filmnya biar nggak penasaran.

Jokes di film ini juga fresh dan ala Marvel masa kini banget. Tapi bukan berarti jokes receh guys, tapi justru smart jokes dan juga relatable daily life jokes banget. Kamu nggak cuma diajak untuk mengikuti sejumlah aksi menegangkan, mulai dari Thor melawan Hulk a.k.a. Bruce Banner sampai Thor melawan Hela, tapi juga bakal sering diajak tertawa.

Waktu melihat Hulk ngomong, literally ngomong kayak Bruce Banner, rasanya tuh seneng banget. Pun ketika Hulk berinteraksi alias ngobrol-ngobrol sama Thor, wah itu bener-bener sesuatu yang fresh dan udah lama ditunggu-tunggu dari jaman Avengers pertama.

Humor fresh dan penuh warna

Film yang tayang di Indonesia 25 Oktober ini nggak akan bikin kamu boring. Dari awal film mulai sampai bener-bener selesai, kamu nggak akan berhenti tertawa. Kamu juga akan melihat banyak warna guys. Bener-bener bikin kamu enjoy deh sepanjang film.

Permainan warna, meskipun mengambil latar gelap atau kelam, seperti saat Hela melawan Valkyrie, juga bener-bener bikin kamu terpana. Kamu juga bakal melihat gimana Thor berjuang di Sakaar demi bebas dan kembali ke Asgard setelah dikalahkan Hela. Sakaar ini bener-bener colourful dan kamu bakal kayak lagi ada di dunia Star Wars sesaat, dilihat dari makhluk-makhluk yang ada di Sakaar.

Ah ya, di film ini juga ada beberapa easter egg yang menyangkut cerita MCU selanjutnya, Avengers: Infinity War. Plus kamu juga akan ada sedikit sangkut pautnya sama Guardians of the Galaxy. Itu juga hubungannya kalau kamu ngeh sih, sebenernya…

Aaaanndd… Kehadiran Doctor Stephen Strange a.k.a. Doctor Strange juga menghadirkan sesuatu yang segar dan bakal bikin kamu ngakak hanya untuk scene ini. Terutama saat scene Loki “kembali”.

Duo kakak-beradik adopsi, Thor-Loki juga sukses bikin kita tertawa, kesel (sedikit sih), tapi juga bikin kita melihat perkembangan dua karakter ini bagus banget. Kamu nggak akan mengira chemistry kakak beradik ini bisa jadi bagus banget di film ini, ketimbang di Thor: The Dark World. Saya pun berharap semoga Loki bener-bener jadi protagonis sih setelah nonton. Meskipun yaaa… tetep jadi antagonis yang berada di wilayah “abu-abu” juga.

Scoring dan soundtrack yang catchy

Warna udah mendukung, ambience latar dan juga aksi yang seru nggak lengkap kalau tanpa scoringThor: Ragnarok ini punya scoring dan soundtrack yang futuristik. Kamu kayak nonton film sci-fi atau bertema futuristik yang fun di era-era 1980-an, tapi dengan sentuhan catchy seperti beberapa lagu-lagu Daft Punk.

Menurut saya scoring-nya juga berpengaruh membangun emosi penonton. Khususnya di bagian-bagian action yang bener-bener seru, dinamis, bahkan bisa dibilang brutal, apalagi ketika Hela membantai pasukan Asgard dan teman-teman Thor.

Jangan lupa nonton guys! (doc. Marvel Studios)

Sedikit scene berlatar agak ganggu

Mungkin ini perspektif saya aja, tapi ada adegan di mana Thor dan Loki saat mencari sang ayah, Odin, memiliki latar belakang yang mengganggu. Kayaknya tuh blue/green screen-nya berasa banget gitu. Ada juga sih beberapa lainnya, tapi nggak banyak kok, cuma sedikit. Tapi ya, agak ganggu aja sih.

Cuma bener deh, kamu mesti banget nonton film ini. Soalnya bakal nyambung ke Avengers: Infinity War di bagian ending-nya. Kayak gimana ending dan juga ada berapa after credit scene, yaaa.. nonton aja sih! Jangan lupa buat nonton Thor: Ragnarok ya yang tayang di Indonesia 25 Oktober ini di bioskop-bioskop terdekat. Tapi kalau saya boleh saranin sih, nonton di IMAX lebih asik guys!

Summary
Thor: Ragnarok ini bener-bener film Thor yang lebih seru dan lebih berwarna dari sebelumnya. Kamu bakal merasakan film yang lebih fun dan ini penting banget kamu tonton sebelum nonton film Avengers: Infinity War.
Good
  • Kemasan yang lebih fresh berkat Taika Waititi
  • Scene dan adegan yang lebih berwarna ketimbang dua film sebelumnya
  • Humor yang fresh dan nggak bikin boring sepanjang film berlangsung
  • Scoring dan soundtracknya catchy banget!
Bad
  • Ada beberapa scene yang latar belakang blue/green screennya kurang rapi
9
Amazing
Written by

I’m just a man who likes playing a game, watching movies, tv series, Dragon Ball, Digimon, Attack on Titan, and Kamen Rider.

Is the Story Interesting?

6 0

4 Comments

  1. Apa anda yakin ? Kok menurutku ini lah film terjelek nya si odinson. Indikasinya gw ngantuk stgh.mati. durasi yg panjang dan crt yang terfokus dgn baik. Gw bngung antara mo nonton manusia2 alay di dunianya grandmaster apa mo nonton kisah genosida di asgard yg dilakukan oleh hela. Ceritanya berbelit belit.joke jokenya terlalu sering dan well. Itu sama skli tdk lucu.justru bgian terlucu ktika thor sumrigah setelah reunian sama Hulk sudah dijadiin trailer. Gw kyk hbis lari maraton nonton nih film. Dan Finally endingnya. Setelah proses yg panjang dan melelahkan melawan si hela. Pada akhirnya dikalahkan oleh siluman kerbau .kakaknya sun go kong. Yg matinya ngk jelas diapain.
    Oh ya satu lagi.. M16 nya sangat tidak penting untuk dihadirkan di FTV lebay ini. .. #Mual

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>