Truth or Dare – Review : Padat, Cepat dan Menegangkan

User Rating: 7
Kamu nggak bakal bisa lari dari permainan ini saat udah dimulai

Iblis adalah sosok jahat yang bisa merasuk ke semua hal, mulai dari manusia, benda, bahkan gagasan. Yang terakhir jarang diangkat ke dalam layar kaca namun setidaknya dalam beberapa waktu terakhir kita pernah disuguhkan dengan konsep seperti itu dimana gagasan tersebut berupa permainan, sebut saja beberapa konsep pemanggilan roh seperti Ouija atau Jelangkung.Nah, kali ini Universal Studio dan Blumhouse kembali mengangkat tema dalam lingkup permainan yang lebih universal; Truth or Dare ( jujur atau tantangan )

Nggak Pilih, Kamu Mati

Truth or Dare dibuka secara mengerikan di mana seorang wanita yang tampak ketakutan sedang masuk ke sebuah toko kelontong dan memesan sesuatu. Di sana dia tiba-tiba tampak berhalusinasi dengan suara aneh dan diminta untuk memilih antara jujur atau tantangan. Tidak lama kemudian, dengan sebuah korek di tangan, dia meminta maaf kepada seorang pembeli di sana dan lalu membakarnya hidup-hidup.

Adegan berganti di sebuah kampus dimana Olivia ( Lucy Hale ) yang baru aja kelar nge-live di Youtube diajak pergi liburan semester sama teman baiknya, Markie ( Violett Beane ) ke Meksiko. Sejatinya enggan, karena tidak enak dengan sahabatnya, Olivia pun masuk ke dalam grup yang berisi para pasangan ( Lucas – Markie, Tyson – Penelope ) dan satu orang single, Brad. Di sebuah bar di hari terakhir tripnya, Olivia bertemu nggak sengaja dengan teman kuliahnya yang rese, Ronnie. Merasa diselamatkan dari godaan Ronnie, Olivia pun berkenalan dengan cowo bernama Carter dan kemudian mereka semua pun melanjutkan malam di sebuah gereja tua dan rusak untuk bermain sebuah tantangan, Truth or Dare.

Semua bermula dari permainan ini, satu persatu dari mereka pun harus mencoba menyelamatkan nyawanya dengan memilih

Keanehan mulai terjadi setelah Carter tiba-tiba pergi dan halusinasi pun secara bergantian menghampiri mereka semua yang bermain di gereja. Ketika ada satu yang mati barulah mereka sadar ketika truth or dare yang mereka lakukan bukan main-main, dengan nyawa sebagai taruhannya.

“Pilih jujur atau kamu mati, pilih tantangan atau kamu mati,” itulah kata-kata terakhir yang didengar Olivia dari Carter sebelum dia menghilang.

Apakah sebenarnya yang terjadi dengan permainan itu? Bisakah mereka semua mengungkap misteri sebelum maut menjemput satu-persatu secara bergiliran?

Padat, Cepat dan Menegangkan

Sebuah karakter yang harus ada di film thriller-horror seperti ini adalah permainan kecepatan yang ada di alur dengan tidak membiarkan penonton bosan dengan pengungkapan fakta yang bertele-tele. Setidaknya itulah yang bisa membuat penonton terpaku dan tidak sekejap melepaskan pandangan dari layar. Rumus inilah yang ada di Truth or Dare dimana saat-saat pengungkapan faktanya pun salah satu dari mereka tetap harus berurusan dengan permainan mauttersebut. Suspense tinggi dari awal hingga akhir.

Sayangnya formulasi seperti ini membuat pengenalan karakter jadi cuma seadanya, sehingga ketika salah satu dari mereka meninggal kita tidak merasa empati yang berarti. Di sisi lain, persahabatan antara Olivia dan Markie terus menerus dijelaskan sepanjang film. Paling cuma untuk Brad saja kita merasa lebih karena dalam gilirannya, dia selalu berhadapan dengan sang ayah. Selain itu, meh.

Pengungkapan faktanya bisa ditemukan di internet, wah, zaman now banget nih.

Overall, Truth or Dare cocok banget buat kamu yang suka nonton thriller – horror karena semua yang ditawarkan di sini sangat menyenangkan. Kamu bakal merasa tekanan horor yang sama seperti di What You Did Last Summer namun dengan tawaran opsi kematian karakter seperti di Final Destination. Belum lagi unsur okultisme ala Meksiko yang ditawarkan di sini yang bisa menambah tingkat keseraman. Sebuah film yang cocok buat remaja-remaja kekinian karena penggunaan teknologi internet yang cukup ditonjolkan di sini dan karakter Olivia benar-benar seperti seorang selebgram.

Jadi gimana, pilih jujur atau tantangan?

 

Summary
Truth or Dare membawa kita ke sebuah pengertian bila kejujuran adalah sebuah hal yang berarti, bila itu dihubungkan dengan persahabatan. Suspense di dalam film ini layak disamakan dengan Final Destination yang di akhirnya bisa bikin kamu ngilu walau banyak yang disensor.
Good
  • Alurnya cepat dan padat sehingga susah membiarkan penonton bosan
  • Alternatif kematian yang ditawarkan tidak mengada-ada, semua ada di sekitar kita
Bad
  • Minimnya penekanan antar karakter membuat beberapa dari mereka sambil lalu saja
7
Good
Written by
Being adult with the spirit of Samurai X and Neon Genesis Evangelion, this man now decided to make a team of superhero like Avengers. Moviegoers and you can follow his visual track on instagram.

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>