Yowis Ben – Review : Sebuah Ajang Pembuktian Bagi Bayu Skak

User Rating: 8
Kalau nonton film ini, kamu bakal belajar bahasa Jawa beneran guys. (doc. imdb)

Belum lama ini, tepatnya 22 Februari kemarin film terbaru garapan Starvision, yakni Yowis Ben dirilis. Film ini berbasis komedi yang 80% menggunakan bahasa Jawa, tapi sempat menuai kontra, karena dianggap egois terlalu banyak menggunakan bahasa yang nggak semua orang paham. Namun faktanya film Yowis Ben ini mampu menggaet 500 ribu penonton dalam kurun waktu satu minggu.

Sedikit pengenalan, Bayu Skak yang memiliki karya dari Yowis Ben ini dulunya memulai karier melalui YouTube dengan nama Bayu Skak, yang kini udah memiliki 1,5 juta subscribers. Sebelum viral, dirinya selalu membuat gaya andalan “toel-toel hidung” sebagai opening video yang menjadi salah satu ciri khasnya. Konten yang dibawakan pun jarang menggunakan bahasa Indonesia, rata-rata menggunakan bahasa daerahnya yakni, Jawa Timur. Tapi sekarang campur-campur juga sih.c

Film ini sendiri disutradari oleh Fajar Nugros dan Bayu Skak atau Moektito, serta DOP dibantu oleh Gunawan (@goenrock). Selain Bayu yang berperan sebagai Bayu, film ini juga dibintangi oleh Joshua Suherman sebagai Doni, Tutus Thomson sebagai Yayan, Brandon Salim sebagai Nando, dan Cut Meyriska sebagai Susan. Namun ada juga beberapa YouTuber yang mendukung film ini, seperti Indra Wijaya, Muhadckly Acho, Devina Aureel, Uus, dan masih banyak lagi.

Mostly, film ini menceritakan tentang perjuangan Bayu yang lelah dianggap sebagai pecel boy, yakni julukannya di sekolah karena dia seorang anak dari penjual pecel dan kalau ke sekolah sukanya bawa pecel. Banyak perundungan alias bullying yang dilemparkan kepada Bayu, entah dari temannya sendiri bahkan cewek yang dia taksir, Susan. Ada sebuah tantangan ketika Susan enggan untuk menerima kehadiran Bayu. Bermula dari situ, Bayu ingin menunjukkan bakat dari dalam dirinya, sebuah pembuktian kepada khalayak kalau Bayu bukan sekedar pecel boy, Bayu bisa memiliki Susan.

Doni – Yayan – Bayu – Nando. (doc. Yowis Ben)

Berangkat dari situ, Bayu membuat band bersama ketiga temannya, yang nggak sengaja bernama Yowis Ben (kalau dalam bahasa Jawa, artinya : ya sudah). FYI, seluruh lagu yang ada di film Yowis Ben ini merupakan lagu asli karangan Bayu Skak bersama temannya di Malang. Karena Bayu sendiri udah memiliki band bernama Bayu Skak With The Band.

Kemasannya nggak lebay

Untuk kemasan filmnya sendiri udah cukup memuaskan, opening scene-nya langsung dicecar dengan adegan Bayu marah-marah kepada motor miliknya, lalu dihampiri tukang becak dengan nada ciri khas Bayu kalau marah. Saya pribadi yang nonton di scene pertama langsung ketawa, nggak bisa bohong.

Latar waktunya di-setting ketika Bayu masih SMA, lokasi shooting-nya pun menggunakan seluruh aset milik Malang, yang secara nggak langsung Bayu dengan berbaik hati mengeksplor kota tercintanya untuk viral. Color grading-nya nggak berlebihan, scoring-nya nggak bikin kesel, alur yang disajikan juga enak, serta punchline yang ada di sepanjang film mampu membuat penonton tertawa tiada henti.

Cerita yang diberikan juga nggak penuh imajinasi, semuanya berdasarkan realita dan memang relate sekali dengan anak muda yang beranjak dewasa. Begitu juga dengan akting Bayu, Joshua, Brandon dan juga Tutus tampak nyata, seolah nggak lagi main film, mereka begitu lepas dan bikin penonton seperti menyimak obrolan teman langsung dalam bahasa Jawa.

Sayangnya Brandon kurang Jawa, but it’s okay

Tentu sebuah film nggak ada yang sempurna. Pasti ada beberapa kekurangannya, seperti salah satunya beberapa adegan Nando (Brandon Salim) yang berbicara bahasa Jawa-nya masih terbata-bata. Tapi nggak begitu ganggu, karena dialog Nando hanya sedikit dan dibantu tampangnya yang tampan.

Untuk kamu yang non-Jawa nggak perlu khawatir, karena di film Yowis Ben ini udah full menggunakan subtitle, bahkan saya yang nggak paham banget sama bahasa Jawa masih bisa menikmati dan ketawa sepanjang film ditayangkan.

Overall, film ini menyuguhkan komedi daerah yang segar banget, sederhana tapi ngena! Kalau boleh meminta, saya ingin film ini dikenal masyarakat luas tanpa harus mengotakkan apa bahasa yang digunakan. Selama karya seni itu menghibur dan mengedukasi, kenapa nggak dihargai?

Film Yowis Ben masih tayang di bioskop terdekat kamu, dan jangan lupa untuk terus dukung perfilman Indonesia!

Summary
Secara keseluruhan, bagus banget! Satu-satunya film komedi Indonesia yang unik karena berbahasa Jawa dan salah satu film Indonesia terbaik sejauh ini! Kamu harus nonton.
Good
  • Visualisasi ciamik!
  • Acting para cast natural banget
  • Komedi yang dibawakan nggak jayus
  • Ceritanya relate dengan kehidupan nyata
  • Lagu yang dibawakan easy listening
Bad
  • Beberapa tokoh masih terbata-bata dalam melogatkan bahasa jawa
8
Great
Written by
die hard fans of unicorn, sushi, flamingo and rose gold thing.

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>