Pretty Boys – Review : Perjalanan Kocak Ala Vincent dan Desta

User Rating: 7.5
doc. prettyboyspicture

Finally, film bergenre drama komedi berjudul Pretty Boys yang disutradarai Tompi dengan menghadirkan banyak musisi di dalamnya akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 19 september 2019. Diperankan oleh Deddy Mahendra Desta (Rahmat), Vincent Rompies (Anugerah), Danilla Riyadi (Asty), Onadio Leonardo (Roni) dan Imam Darto (Mas Bayu), Pretty Boys sukses menghadirkan tawa yang riuh di setiap adegannya.

Pretty Boys sendiri mengisahkan perjalanan dua sahabat, Rahmat dan Anugerah yang memiliki ambisi kuat untuk berada di televisi dan bisa menghibur orang banyak. Terbukti, secara keseluruhan film ini konsisten dalam menyajikan komedi yang mengundang gelak tawa.

Bikin Pipi Pegal

Percaya nggak percaya, namun saya ketika nonton sama halnya seperti nonton Vincent dan Desta dalam program TV yang selalu mereka bawakan di salah satu stasiun televisi, ketawa melulu! Suguhan komedi slapstick yang ditawarkan benar-benar bisa spontan mengundang tawa tanpa berpikir panjang.

Hanya saja, jika di TV mereka unscripted, sementara di film sudah pasti scripted. Namun karena direncanakan untuk menghibur itulah semakin bikin pipi penonton pegal-pegal.

Pemilihan Musik yang Tepat

Entah mungkin ini ada kaitannya dengan sutradara musisi, pemain yang melibtakan musisi, namun saya melihat di film Pretty Boys ini setiap musik yang ada di adegan penting memiliki chemistry yang sangat kuat, sehingga mampu memberikan pesannya ke penonton.

Lagu-lagu sendu milik Nadin, Daramuda maupun Pamungkas menjadi lebih terasa menyedihkan jika dipadukan dengan adegan yang sesuai dengan mood-nya. Mungkin inilah salah satu kelebihan jika satu film dikemas bersamaan dengan musisi.

Mempertanyakan Peran Asty

Satu hal yang masih saya pikirkan sampai selesai film adalah keberadaan Asty. Sangat disayangkan jika peran wanita satu-satunya ini justru tidak memiliki banyak porsi untuk show off. Karena jika dilihat dengan seksama, peran Asty hanya sebatas teman, namun nggak terlihat seperti teman yang ada di setiap saat.

Jika peran Asty untuk menambah bumbu romansa antara kedua pria temannya, namun saya nggak melihat ada alur konflik yang baik untuk dicerna dalam film. Akan lebih menyenangkan jika beberapa adegan diisi dengan kisah Asty dan Anugerah maupun dengan Rahmat.

Summary
Overall, film ini benar-benar menghibur, sangat total menghiburnya. Namun untuk keutuhan cerita, sayangnya masih ada yang harus ditambal, seperti kekosongan cerita pada Asty yang akhirnya menimbulkan pertanyaan, “terus Asty ngapain ya?”. Tapi nggapapa, kalau kamu mau liat betapa feminimnya Onad, Darto, Ferry Maryadi, kamu wajib banget nonton film ini di bioskop mulai tanggal 19 september 2019!
Good
  • musiknya bagus
  • komedinya koplak bikin ketawa terus
Bad
  • beberapa peran masih kurang nyawa
7.5
Good
Written by
die hard fans of unicorn, sushi, flamingo and rose gold thing.

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.