Ralph Breaks The Internet – Review: Welcome to The New World!

User Rating: 8

Masih ingat dengan kegemasan persahabatan Ralph dan Vanellope di film Wreck-It Ralph yang rilis pada 2012 silam? Film yang membawa segudang referensi mengenai gim arcade yang ramai di kalangan anak muda dulu ini kembali dengan sekuelnya yang terdengar lebih futuristik: Ralph Breaks The Internet: Wreck-It Ralph 2. Terdengar Ralph si penghancur dari game Fix It Felix Jr. ini akan begitu mengacau di dunia baru yang luas ini. Tapi kira-kira akan seperti apasih sekuel film yang banyak dinanti penggemar ini?

Ralph Breaks The Internet: Wreck-It Ralph 2 bercerita tentang petualangan dua sahabat dari beda gim, Ralph (John C. Reilly) dan Vanellope (Sarah Silverman) ke medan baru bernama internet untuk menyelamatkan Sugar Rush, gim milik Vanellope. Petualangan ini yang ternyata mengubah segala aspek hidup mereka yang tadinya begitu tenang. Ralph begitu menyukai kehidupannya yang sekarang, sementara Vanellope menginginkan suatu perubahan agar hidupnya tak lagi terasa monoton.

(Dunia internet yang begitu megah dan luas!)

Baca juga: Disney Gandeng Payung Teduh Untuk Soundtrack Ralph Breaks the Internet

Film berdurasi 112 menit ini menggambarkan segala kekompleksan dunia internet dengan begitu unik dan menggemaskan; penggambarannya begitu nyata dan hidup. Selain itu, Ralph Breaks the Internet juga menggambarkan jagat internet yang begitu luas dengan segala posibilitasnya, pelarian dari kehidupan yang monoton, seperti yang tengah dialami oleh Vanellope. Film animasi besutan sineas Rich Moore dan Phil Johnston ini juga nggak ketinggalan menggambarkan sisi gelap internet, seperti propaganda, komen-komen negatif netizen yang uniknya tidak menghilangkan kesan fun dan light-nya film ini.

Animasinya pun patut diacungkan jempol. Selain gaya animasi yang fun, setiap pergantian scene dan bit yang menyesuaikan tahun gim pun begitu keren dengan kekontrasannya. Seperti saat mampir ke gim Slaughter Race dengan grafis yang begitu detail dengan tone ala gim-gim GTA bercampur dengan animasi khas Wreck-It Ralph.

(Vanellope dengan para Princess Disney lainnya)

Hal yang paling saya sukai sejak film perdananya adalah kekayaan referensi yang membawa nuansa nostalgia akan hype-nya gim arcade, yang terus dilanjutkan disekuel ini; bahkan ditambah dengan karakter-karakter film Disney dari berbagai lini. Mulai dari para Putri Disney, Winnie the Pooh hingga tokoh-tokoh Marvel Comics. Semuanya teintegrasi dengan begitu baik. Para karakter ini pun cukup menguatkan cerita dan menyumbangkan banyak humor-humor.

Selain itu, pengembangan karakter-karakter baru seperti Yesss (Taraji P. Henson) sang kepala program alogaritma sekaligus pusat dari situs BuzzzTube, Shank (Gal Gadot) si pembalap idola Vanellope, dan KnowsMore (Alan Tudyk) si mesin pencari yang hidup menjadi tokoh menarik yang membangun jalan serta penguat alur serta konflik cerita.

Baca juga: Stan Lee: Sosok di Balik Kesuksesan Revolusi Marvel

Humor!

Humor! Humor adalah salah satu esensi penting sejak film pertamanya dan sekuel ini berhasil membawa humor-humor segar yang ‘Disney banget’. meski beberapa di antara jokes yang dilontarkan sedikit garing seperti dad jokes, namun terbilang aman humornya untuk semua umur.

Dari segi kisah, Ralph Breaks the Internet terasa sedikit lebih berat dari film pertamanya,namun banyak mengajarkan mengenai persahabatan meski caranya sedikit klise serta resolusi penyelesaian masalah yang kurang jelas. Namun, semua itu langsung hilang dan termaafkan berkat animasi serta endingnya yang begitu menyentuh. Overall, film ini begitu lucu dan menghibur untuk kamu dan keluarga yang ingin lari sejenak dari rutinitas.

Kolaborasi spesial Disney dengan musisi independen tanah air Payung Teduh pun terasa begitu mencengangkan. Meski hanya untuk pasar Indonesia dan Malaysia, ini satu gebrakan yang terbilang hebat oleh Disney Indonesia untuk menarik pasar Asia Tenggara.

Saya awalnya berpikir musik ala Payung Teduh yang syahdu nan manis bakal kurang cocok untuk mengisi soundtrack Wreck-It Ralph yang identik dengan musik retro serta synthesizer ala-ala tahun 80-an. Tapi di luar dugaan, lagu berjudul “Sebuah Lagu” ini beserta video klipnya ternyata cocok banget buat jadi soundtrack film ini. . Pokoknya, jangan sampai kamu lewatkan credit scene-nya, JoyFriends!

Jadi makin nggak sabar buat nonton ya, JoyFriends? Nantikan kehadiran Ralph di bioskop favorit kamu mulai 21 November nanti!

Summary
Ralph Breaks the Internet adalah salah satu tontonan wajib di akhir tahun ini. Kisahnya mungkin sedikit lebih berat dan nggak ditutup dengan sempurna, namun kekurangan tersebut ditutupi dengan animasi yang apik dan humor yang segar.
Good
  • Animasinya apik
  • Karakter pendukung yang nggak cuma numpang lewat
  • Mengajarkan arti persahabatan
  • Secara keseluruhan, humornya beneran lucu
Bad
  • Ceritanya lebih berat dari prekuelnya
  • Pemecahan masalah yang kurang jelas
8
Great
Seorang mahasiswa yang hobinya kuliah sekaligus figuran di band @nextgentheband & @valdivieso_band | Gemar memotret di akun @ishoothem dan menulis gan

Is the Story Interesting?

1 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>