10 Finalis HOOQ Filmmakers Guild 2018 Sudah Diumumkan!

We’re calling all the filmmakers! Kalo kamu aktif di komunitas perfilman, pasti kamu nggak kelewatan info soal HOOQ Filmmakers Guild 2018. Nah, tanggal 30 November kemarin, HOOQ udah memilih 10 naskah orisinal – dan lima yang terbaik nantinya bakal diproduksi menjadi episode pertama.

Tahun lalu, episode perdana dari finalis HOOQ Filmmakers Guild memenangkan berbagai penghargaan, call it Grand Prize for Best Television Pilot pada ajang tahunan Rhode Island International Film Festival (RIIFF) ke-22, Best Comedy Programme untuk Indonesia dan Best Actress in a Leading Role untuk Singapura pada acara Asian Academy Creative Awards pertama.

Nah, mau melanjutkan kesuksesan tahun lalu, HOOQ mengajak para sineas untuk mengirimkan naskah ide serial TV. Naskah yang terpilih akan menerima pendanaan produksi episode perdana masing-masing sebesar USD30.000 dan akan ditayangkan di HOOQ. Episode perdana terbaik, yang dipilih oleh pelanggan HOOQ dan jajaran juri terkenal di industri film Asia, akan diproduksi secara keseluruhan dan ditayangkan di HOOQ.

“Kami dengan senang hati mengumumkan 10 naskah terbaik yang selanjutnya akan dikembangkan menjadi episode perdana! Kami sangat terkesan dengan naskah-naskah yang kami terima dan kami yakin pelanggan HOOQ akan menikmati 5 episode perdana terbaik. Tunggu serial lengkapnya yang akan tayang secara langsung di awal tahun depan!” terang Jennifer Batty, Chief Content Officer HOOQ.

10 naskah sudah terpilih dari sekian banyak naskah yang dikirim selama dua bulan periode pengiriman dari seluruh Asia Tenggara. Ke-10 nasakah tersebut adalah Shunya (India), Klenix (Indonesia), The Headscarf (Indonesia), The Loser Minister (Indonesia), Babi! (Malaysia), Per Kilo (Philipines), Queen of Crowns (Singapura), She’s a terrorist and I love Her (Singapura), Lucky Girl (Thailand) dan Split Second (Thailand).

“Keragaman dan kualitas naskah yang kami terima jauh melebihi harapan saya. Dengan berbagai genre dan alur cerita, dari drama, horor, komedi, hingga fiksi ilmiah, kami telah melihat talenta yang luar biasa di Asia melalui kompetisi ini!” ujar Banjong Pisanthanakun, juri asal Thailand sekaligus kreator Shutter (2004).

“Ini merupakan tahun kedua saya menjadi juri dan saya terus dibuat kagum dengan standar naskah yang tinggi dan saya senang mengetahui ada banyak talenta berbakat di industri perfilman ini! Selamat kepada peserta yang terpilih!” ujar juri asal Indonesia Mouly Surya, sutradara yang meraih banyak pujian dan pemenang penghargaan untuk film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak.

Penilaian berdasar pada relevansi dan daya tarik terhadap penonton di Asia, reativitas dalam alur cerita dan yang paling penting, cerita mengenai Asia yang teruraikan dengan baik juga sudut pandang yang orisinal. Nah, kalo kamu penasaran apa aja ceritanya, cek di artikel selanjutnya!

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>