Akhirnya The Bridge Rasa Lokal Akan Segera Diproduksi

Kalian penggemar serial? Have you ever heard of The Bridge? Serial yang dikenal dengan judul lain Bron atau Broen ini berasal dari Swedia (2011). Oiya, serial ini juga ditayangkan di Denmark dan Jerman. Bercerita soal pembunuhan yang terjadi di perbatasan negara – akhirnya mengharuskan detektif dari kedua negara untuk bekerja sama memecahkan kasus ini.

Serial ini cukup sukses, sampai akhirnya diputar di 100 negara. Saking suksesnya, serial ini juga dibuat ulang oleh beberapa negara. Let’s say, Inggris-Prancis, Amerika-Meksiko, dan Estonia-Rusia. Masing-masing negara mengadaptasi garis besar cerita, tetapi disesuaikan lagi dengan kearifan lokal negara masing-masing.

Penasaran kan kalo serial The Bridge ini dibuat versi lokalnya? Here’s the good news. Viu, penyedia layanan video on demand sekaligus bagian dari Vuclip dan PCCW, bekerja sama dengan rumah produksi dan distribusi Endemol Shine Group memproduksi The Bridge versi Indonesia! Better than that – Viu nggak cuma menampilkan konten lokal, tapi juga menyesuaikan konten internasional seperti The Bridge ini agar lebih relevan dengan kondisi lokal.

Kingsley Warner, Country Manager, Viu Malaysia mengatakan, “Viu sebelumnya meraih sukses dalam mengadaptasi hiburan populer ke pasar-pasar negara berkembang ketika membawa format CBS Hollywood Squares ke khalayak di India, dengan merilis Tollywood Squares. Hal ini senada dengan Endemol Shine dan kami percaya bekerjasama dengan Endemol Shine dalam menceritakan kisah yang mencekam ini, sekaligus menjadikannya unik dan nantinya akan memikat Viuers.”

Lars Blomgren, MD dari Filmlance dan kreator The Bridge juga menambahkan, “The Bridge adalah format film yang unik dan mendebarkan, juga memiliki daya tarik dan signifikansi global, kami sangat antusias untuk melihat bagaimana kisah lain terungkap dalam adaptasi pertama untuk Asia ini.”

Daftar pemain untuk serial ini masih belum diumumkan, tetapi perkiraan akan mulai masuk proses syuting pada bulan Juli dan siap ditayangkan di Malaysia dan Singapura pada akhir tahun. Dalam adaptasi Viu Malaysia, sebuah jasad ditinggalkan di perbatasan Singapura dan Malaysia.

Dua penyidik, satu dari masing-masing negara, harus bekerja sama untuk menangkap pembunuh yang menyoroti masalah-masalah sosial yang menurut mereka mengganggu orang-orang di kedua sisi perbatasan. Adaptasi ini akan mengambil premis itu dan membuatnya unik untuk penonton lokal, menarik bagi beragam orang, masakan, dan etnis yang menganggap area dalam film ini adalah rumah mereka, sehingga menyorot keragaman dan kesamaan antara kedua negara. Ini akan mempengaruhi setiap aspek series, terlebih karena kedua belah negara berbicara bahasa lokal.

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>