Apa Alasan Castlevania Begitu Spesial?

Buat JoyFriends yang langganan Netflix, tentu nggak asing sama serial animasi Castlevania. Animasi yang berdasarkan game berjudul Castlevania III: Dracula’s Curse mulai tayang pada Jul 2017. Musim keduanya juga tayang di Netflix pada Oktober 2018 lalu. Bahkan, musim ketiganya juga udah dikonfirmasi bakal kembali hadir. Lalu, apa yang bikin Castlevania begitu spesial? Kami punya ulasannya.

ARTWORK YANG MIRIP DENGAN ANIME

Proyek ini sebenarnya berawal dari proyek film yang digagas oleh produser Kevin Kolde. Dia pun bekerjasama dengan Warren Ellis sebagai penulis naskah. Namun, proyek ini tenggelam tanpa kabar yang jelas. Pada tahun 2015, Powerhouse Animation Studios pun bergabung dengan proyek ini dan proses produksi pun dimulai. Mereka yang berada di balik layar setuju agar Castlevania tayang di Netflix.

Gaya animasi serial ini dipengaruhi oleh beberapa anime khas Jepang seperti Berserk dan Vampire Hunter: D serta ditambah inspirasi artwork dari Ayami Kojima dalam Castlevania: Symphony of the Night. Selain itu, tim produksi animasi Castlevania juga bekerjasama dengan Koji Igarashi, mantan produser versi game-nya.

Baca juga: Steven Spielberg Anggap Film Netflix Nggak Layak Masuk Oscar

GAMBARAN SEJARAH DRAKULA YANG BERBEDA

Castlevania mengisahkan Dracula Vlad Tepes yang akan menghabisi penduduk Wallachia yang menjadi penyebab istrinya meninggal karena dituduh sebagai penyihir. Dracula kemudian memanggil pasukan monster dan iblis yang menyebabkan penduduk ketakutan. Namun, ada satu orang yang berani melawan Dracula, yaitu Trevor Belmont. Dibantu oleh kawannya Sypha Belnades dan Alucard, Belmont melawan pasukan Dracula demi menyelamatkan penduduk Wallachia.

Dilansir Deen of Geek, Castlevania benar-benar nyuguhin kisah drakula yang berbeda. Kebanyakan drakula digambarkan sebagai sosok yang nyeremin. Drakula dalam dongeng konon dibuat berdasarkan dua tokoh yang kejam di dunia nyata, yaitu Vlad the Impaler sang Pangeran Wallachia dan Elizabeth Bathrony, Putri Kerajaan Hungaria. Dalam Castlevania, Dracula digambarkan tidak sejahat kedua karakter ini.

SALAH SATU SERIAL POPULER DI NETFLIX

Dilansir Parrot Analytics, Castlevania menjadi salah satu serial terpopuler Netflix Amerika dengan rata-rata demand expressions sebanyak 23.175.616. Demand expressions sendiri nunjukin jumlah penonton yang menonton via streaming maupun download di sebuah negara.

Bahkan, pada akhir 2017, serial ini menduduki peringkat 20 besar sebagai serial yang memiliki demand expressions di beberapa negara seperti UK (20), Jepang (4), Perancis, (13) Jerman (19), Australia (20), hingga Brazil (10) dan Meksiko (11).

Baca juga: Inilah 10 Judul Anime Terbaik Yang Tayang Di Netflix

KRITIKAN YANG BERAGAM

Meski menjadi salah satu serial populer, Castlevania juga nggak lepas dari kritikan. Di musim pertamanya, banyak yang menyayangkan jumlah 4 episode terlalu sedikit untuk serial yang berdurasi 23 menit. Meski rasa kecewa para fans diobati di musim kedua dengan 8 episode, kritikan terhadap serial ini tetap ada. Banyak anggapan pace yang terlalu lambat membuat musim keduanya terasa membosankan. Apalagi ditambah dengan flashback yang rasanya nggak perlu.

Di sisi lain, serial juga mendapat sambutan positif karena mampu menghadirkan adaptasi video game dengan bagus. Dengan artwork yang mirip dengan anime, membuat penonton merasa serial ini bukanlah serial dari Amerika. Ditambah lagi dengan perkembangan karakter dalam serial ini, rasanya poin minus di flashback atau pace lambat bakal terobati.

Written by
Just an ordinary boy who trapped in a man's body.

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>