Mengenang Stephen Hillenburg: Sosok Dibalik Kesuksesan SpongeBob

Belum genap satu bulan ditinggal Stan Lee, dunia hiburan Amerika kembali berduka. Stephen Hillenburg yang dikenal lewat karyanya SpongeBob SquarePants meninggal dunia. Kabar meninggalnya Stephen dikonfirmasi oleh akun resmi Nickelodeon, sebagai channel yang menayangkan serial tersebut.

Steve Hillenburg meninggal setelah berjuang melawan penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) yang dideritanya sejak Maret 2017. Penyakit ini menyerang syaraf motorik yang menyebabkan terjadinya disfungsi otot, sehingga otot menjadi lemah. ALS juga adalah penyakit yang sama yang menjangkiti tubuh fisikawan ternama Stephen Hawking.

Dilansir Variety, pihak Nickelodeon mengatakan, “Steve adalah teman serta partner terbaik di Nickelodeon. SpongeBob ciptaannya akan terus dikenang hingga generasi mendatang. Karakter-karakter di Bikini Bottom yang mengajarkan nilai persahabatan, optimisme, serta imajinasi tanpa batas akan terus ada di hati kita semua.”

MENGAWALI KARIR SEBAGAI GURU

Pria yang lahir pada 21 Agustus ini adalah lulusan Humboldt State University dan mendapat gelar Sarjana Perencanaan Sumber Daya Laut. Dari ilmu yang didapatnya ini, Steve kemudian menjadi guru biologi laut di Orange County Marine Institue (sekarang bernama Ocean Institue) di California.

Steve yang sudah mengagumi keindahan laut sejak kecil juga memiliki kegemaran menggambar ilustrasi. Dari hobinya menggambar ini pula Steve mengajarkan muridnya tentang ekosistem laut lewat ilustrasi. Dari ilustrasi-ilustrasinya ini, ternyata memberikannya ide untuk membuat serial kartun tentang ekosistem laut.

“Saya suka membuat sesuatu lewat gambar, tapi saya memilih untuk tidak masuk sekolah seni. Seni adalah cara yang sulit untuk menghidupkan benda mati. Saya merasa biologi laut lebih menyenangkan dan seni hanya sebatas cara untuk mengekspresikan perasaan saya,” kata Stephen Hillenburg, dalam buku Biography Today karya Cherie D. Abbey.

MEMUTUSKAN MENJADI ANIMATOR

Semasa menjadi guru di tempatnya mengajar, Steve sempat menghadiri festival animasi. Film animasi ini dibuat oleh mahasiswa dari California Institue of the Arts (CalArts). Dari festival inilah Steve mulai tertarik pada dunia animasi. Pada tahun 1989, Setve terdaftar dalam Experimental Animation Program di CalArts. Tiga tahun kemudian, dirinya lulus dengan gelar Master of Fine Arts dalam bidang experimental animation.

Ketika ditanya tentang perubahan karir dalam hidupnya, Steve mengatakan dirinya takut jika gagal. Namun, industri animasi saat itu memang sedang bagus, sementara pendidikan sains lebih susah.

Baca juga: Stan Lee: Sosok di Balik Kesuksesan Revolusi Marvel

ANIMASI PERTAMA HINGGA KESUKSESAN SPONGEBOB

Wormholes, karya pertama Stephen Hillenburg.

Karya animasi pertama Hillenburg adalah film pendek berjudul The Green Barret dan Wormholes. Kedua karya ini dibuatnya saat dirinya masih di CalArts. Wormholes yang menceritakan tentang teori relativitas membuatnya meraih penghargaan Best Animated Concept di Festival Animasi Internasional Ottawa.

Pertemuannya dengan Joe Murray di festival animasi ini membuat Steve dipercaya menjadi sutradara animasi. Tahun 1993 hingga 1996, Steve mulai bekerja sebagai sutradara animasi Rocko’s Modern Life karya Joe Murray di Nickelodeon. Selama menjadi sutradara, Steve mulai kepikiran membuat kartun atas karyanya sendiri. Namun, Steve sadar bahwa sangat sulit untuk meyakinkan petinggi Nickelodeon untuk membiayai karyanya serta menayangkan karya buatannya.

Ketika ditanya tentang awal terciptanya SpongeBob, Steve berkata, “Saat itu, saya kepikiran untuk membuat sebuah kota di bawah laut di mana karakternya lebih mirip manusia daripada ikan. Ada api bisa menyala, mereka bisa berjalan, mereka bisa mengemudi, bahkan punya hari libur dan hewan peliharaan. Dari gambar yang saya buat untuk murid-murid saya semasa mengajar, muncullah ide ini.”

Baca juga: Selamat Jalan Steve Ditko, The Real Father of Spider-Man

“Help Wanted”, episode perdana SpongeBob

SpongeBob SquarePants pertama kali tayang pada 1 Mei 1999. Kartun ini menjadi kartun pertama yang tayang pada Sabtu pagi. Dalam satu bulan penyangannya, SpongeBob mampu menggeser Pokemon sebagai kartun dengan rating tertinggi acara anak-anak. Pada akhir 2001, SpongeBob menjadi tayangan dengan rating tertinggi mengalahkan semua acara anak-anak dengan total penonton sebanyak 60 juta lebih, bahkan sepertiga dari penontonnya ternyata orang dewasa. Hingga saat ini, SpongeBob masih menjadi salah satu serial terpanjang di Nickelodeon dan ditayangkan hingga 60 negara termasuk Indonesia.

“Saya tidak percaya SpongeBob bisa selama ini. Awalnya, saya tidak yakin serial ini akan bertahan selama sepuluh tahun. Sepertinya saya harus memikirkan ide baru lagi untuk season selanjutnya,” ujar Steve saat perayaan 10 tahun SpongeBob.

Pada tahun 2004, produksi serial SpongeBob sempat dihentikan sementara karena Steve beserta staf lainnya fokus mengerjakan The SpongeBob Squarepants The Movie. Steve mengatakan tidak bisa mengerjakan serial dan film sekaligus. Film ini pun mendapat keuntungan sebesar $140 juta di seluruh dunia.

Pada tahun 2013, Steve resmi mundur dari jabatan produser SpongeBob. Dirinya mengatakan bahwa serial ini butuh orang-orang baru. Steve pun memilih Paul Tibbit sebagai produser baru karena dia percaya padanya. Alasan lainnya adalah karena sebagian humor SpongeBob berasal dari Paul.  Tahun 2014, Steve kembali menjabat sebagai produser dalam film The SpongeBob Movie: Sponge Out of Water yang dirilis tahun 2015.

Stephen Hillenburg meninggalkan seorang istri bernama Karen yang dinikahinya pada 1998 serta putra satu-satunya bernama Clay. Meski sudah tiada, Steve akan terus dikenang akan karyanya. Jika SpongeBob selalu khas dengan catchphrase “Aku siap!”, mungkin kali ini SpongeBob akan mengatakan “Aku belum siap!”. Jika Smitty Werben Jaegermen Jensen menjadi si #1, rasanya Smitty harus merelakan si #1 kepada sang creator.

Rest In Peace, Stephen Hillenburg.

Written by
Just an ordinary boy who trapped in a man's body.

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>