Stranger Things Season 2 – Review: Tensi Makin Meningkat!

User Rating: 8.5
Stranger Things Season 2 ini bener-bener sesuai ekspektasi dan bakal bikin kamu puas! (doc. Netflix)

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya dateng juga. Jumat (27/10) lalu, Stranger Things Season 2 akhirnya tayang di Netflix. Walaupun di waktu Jakarta serial besutan Duffer bersaudara ini rilis di sore hari, tapi nggak ngaruh sama animo saya terhadap serial ini. Setelah 9 jam saya marathon nonton musim kedua ini, saya bisa nyimpulin: Season ini gila. Gila!

Berikut ini adalah alasan kenapa saya ngomong begitu sampai saya gatel buat spoiler hehehe… Tapi biar kamu penasaran dan nontonnya puas, review saya ini bener-bener ditulis tanpa berusaha mengungkap jalur ceritanya seperti apa.

WARNING: Mungkin mengandung mini spoiler.

Banyak teka-teki terjawab di season ini

Eleven balik lagi, gaes! (doc. Netflix)

Soal teka-teki, Stranger Things Season 2 sukses bikin saya puas. Karena hampir semua pertanyaan yang ngegantung di pikiran saya di musim pertama akhirnya terjawab di musim kedua ini. Mulai dari misteri ke mana Eleven setelah dia ngalahin Demogorgon sampai ke benda aneh yang dimuntahin Will Byers, akhirnya secara tuntas dibahas di season ini!

Hal ini menurut saya bagus karena di serial lain banyak banget teka-teki yang remain unsolved, yang pastinya agak disayangkan sama penonton.

Karakter baru datang bukan cuma sebagai pemanis

Yang mana karakter baru Stranger Things favorit kamu?

Semua serial TV berlomba-lomba menghadirkan karakter baru supaya makin beragam, walaupun beberapa cuma jadi pemanis doang. Tapi di Stranger Things, menurut saya karakter-karakter baru yang dihadirkan di season ini punya nyawa yang kuat banget, sehingga bisa melebur ke cerita inti dengan apik.

Di skuad anak-anak, ada Max yang sifatnya agak rebellious dan cenderung punya trust issues. Lalu di skuad remaja, ada Billy yang menurut saya sifatnya lebih kurang ajar ketimbang Steve di musim pertama. Terus di skuad orang dewasa, ada Bob, pacar baru Joyce Byers yang pertama saya kira nggak ada gunanya sama sekali, tapi di pertengahan season 2 ini ternyata berguna juga. Menyusul Dr. Owens, dokter yang nanganin Will yang ternyata nggak setega Dr. Brenner walaupun dia ada di instansi yang sama. Terus ada Murray, yang agak sedikit lunatic tapi kocak.

Semua karakter baru tersebut, menurut saya bikin season ini lebih beragam. Selain itu, emosi saya berhasil diubek-ubek oleh semua karakter baru ini, terutama Max dan Billy. Bener-bener bikin gregetan saya sama dua orang itu. Mungkin kamu juga kalau udah nonton!

Eleven dikulik habis-habisan!

“Gue mau nyari emak gue!” (doc. Netflix)

Selain menjawab ke mana cewek yang diperankan oleh Millie Bobby Brown ini pergi setahun belakangan, season ini juga ngebahas asal-usul dan jati dirinya. Mulai dari mencari keluarganya, sampai mencari keterlibatannya dulu di Hawkins Lab. Bagian perjalanan Eleven ini menurut saya menarik banget, karena jati diri Eleven kurang dijelasin secara apik di musim sebelumnya, plus kamu bisa kenal lebih dalam lagi sama cewek super ini.

Will benar-benar jadi kunci di season ini

“Sadar, ndok. Ini aku ibumu!” (doc. Netflix)

Selain Eleven, season ini juga ngebahas soal nasib Will setahun setelah dia ‘nyasar’ di Upside Down. Dan bener aja, Will bener-bener jadi spotlight di musim kedua ini. Terlebih saat dia ‘ketempelan’ makhluk dari dunia yang telah menewaskan Barbara Holland itu. #JusticeForBarb

Perubahan sikap Will juga terasa begitu bertahap, nggak langsung “jreng” gitu berubahnya. Ini bikin saya dan mungkin kamu yang udah nonton bisa ngerti secara detil gimana Will berjuang buat terbebas dari kejadian yang menghantuinya setahun terakhir. Dan juga, ini ngingetin saya sama film The Possession. Apa kamu juga ngerasa begitu?

Alur cerita yang cenderung repetitif

“Dan terjadi lagi, kisah lama yang terulang kembali…” (doc. Netflix)

Walaupun saya akui Stranger Things Season 2 ini bagusnya minta ampun, tapi saya rasa ada satu kekurangan dari season ini, yaitu alur ceritanya hampir sama persis sama season sebelumnya. Malah jadi kayak deja vu, apalagi di dua episode terakhir. Rasanya buat kamu yang terlanjur ngarepin twist di season ini agak sedikit ngerasa terganggu.

Hal tersebut bisa jadi PR buat Duffer bersaudara biar pas season berikutnya rilis, Stranger Things tetap berada di titik antusiasme yang sama, atau bahkan lebih.

Tapi overall, season ini jadi bukti kalau Stranger Things sukses ningkatin ekspektasi penonton dengan cerita yang lebih gila dibanding season sebelumnya. Therefore, you must watch this new season, karena menurut saya season ini sesuai sama ekspektasi yang saya bentuk setahun terakhir!

Summary
Stranger Things Season 2 ini bener-bener jadi penjelas buat season sebelumnya. Duffer bersaudara sukses menjawab pertanyaan para fans dengan sangat baik. Intrik dan masalah baru yang ditunjukin di season ini juga menarik buat ditonton!
Good
  • Pertanyaan yang ngegantung di season pertama berhasil dijawab dengan apik
  • Karakter baru di season ini punya charm masing-masing
  • Halloween? Ghostbusters? Major turn on!
  • Konflik yang dimunculin makin intens tiap episodenya
Bad
  • Alur ceritanya cenderung berulang/repetitif kayak season sebelumnya
8.5
Great
Written by

A person who loves electronic music, and general one as well. Ambivert. Childish Gambino is his animality form.

Is the Story Interesting?

5 0

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>