The Kid Who Would Be King – Review: A Fairytale Reimagined!

User Rating: 8

Meskipun musim liburan keluarga belum lama ini berakhir, namun 20th Century Fox masih tetep tancap gas buat ngasih hiburan untuk keluarga di awal tahun dengan merilis The Kid Who Would Be King! Film besutan Joe Cornish ini mencoba buat ‘menceritakan kembali’ soal legenda King Arthur dalam sudut pandang yang sangat berbeda.

Kaliini saya bakal bahas soal impresi saya selama ‘dibawa bertualang’ oleh film yang rilis per 23 Januari ini. Seperti biasa, nggak bosen-bosennya saya ngasih peringatan ini ke JoyFriends sekalian, baik yang udah biasa baca review film dari JoyPixel maupun pembaca baru di rubrik ini: Mungkin mengandung mini spoiler. Kalau udah ngerti mari kita bahas impresi saya soal film ini!

Disesuaikan dengan Jaman!

The Kid Who Would Be King ini bercerita tentang seorang anak yang bernama Alexander Elliot (Louis Ashbourne Serkis) yang nggak sengaja nyabut sebuah pedang yang nancep di satu proyek bangunan setelah dikejar-kejar oleh Lance (Tom Taylor) dan Kaye (Rhianna Doris) karena Alex ikut campur pas mereka berdua ngebully teman baik Alex yakni Bedders (Dean Chaumoo). Setelah pedang itu dicabut, ternyata diketahui pedang tersebut merupakan pedang Excalibur, pedang yang dimiliki oleh Raja Arthur pada masa lampau.

Nah, karena hal tersebut, seorang penyihir yang setia sama Raja Arthur yang bernama Merlin (Angus Imrie/Patrick Stewart) datang dari masa lalu untuk ngasih tahu Alex bahwa dia secara nggak langsung terlibat misi untuk memerangi saudara tiri Raja Arthur, yaitu Morgana (Rebecca Ferguson) yang juga mengincar pedang Excalibur tersebut.

Dengan premis film di atas, bisa dibilang The Kid Who Would Be King ini mencoba ngebangun experience baru buat penonton dengan menyesuaikan legenda Raja Arthur dengan masa kini; dan menurut saya eksekusinya sangat relatable dan sesuai dengan apa yang saya bayangin tentang gimana film ini bakalan berjalan. Kenapa relatable? Karena film ini ngangkat hal-hal yang deket dengan kehidupan kita sehari-hari, seperti kehidupan sekolah, referensi game macem Mario Kart, bahkan Google Translate pun ikut disinggung di film ini! Jadi buat saya yang nonton jadi nganggep film ini ringan buat dicerna dan nggak berasa film kolosal yang kolot banget begitu.

Great Storytelling!

Film ini menurut saya punya kelebihan dalam hal storytelling, mulai dari awal ketika legenda aslinya Raja Arthur diceritain sampai gimana Alex ngerasain petualangan yang sama, flownya asyik. Kayak abis diceritain dongeng sebelum tidur gitu sama mama dan papa. Terus juga penonton dibuat seolah-olah kita berada di petualangannya Alex dan kawan kawan. I mean, sudah tahu fungsi Stonehenge untuk apa? You should watch so you can relate!

All the Cast Stole the Show!

Selain storytelling yang asyik, The Kid Who Would Be King ini juga diperkuat dengan cast yang bisa dibilang ‘menguatkan’ storyline dari film ini.

Gimana nggak, hampir semua cast di film ini punya pengalaman bermain di film fantasi, contohnya Louis Ashbourne Serkis yang pernah main di Alice Through the Looking Glass, Rebecca Ferguson di The Greatest Showman dan Hercules. Patrick Stewart? Don’t question him about thing. Star Trek, X-Men, you name it. Tapi yang menurut saya paling mencuri perhatian adalah si Merlin muda, yaitu Angus Imrie, yang penampilannya bikin saya mau belajar sulap!

Summary
The Kid Who Would Be King merupakan satu contoh bagaimana sebuah dongeng bisa dikupas dari sudut pandang lain. Film ini juga mampu menghidupkan perasaan kamu ketika dalam suatu petualangan, so this film is totally amusing!
Good
  • Storyline yang disampaikan dengan baik
  • Legenda Raja Arthur just got reimagined!
  • Cast yang mampu men-deliver cerita dengan sangat apik!
Bad
  • Seperti dongeng pada umumnya, agak sedikit repetitif
  • Konfliknya agak lambat panasnya
8
Great
Written by
An electronic music enthusiast. An avid pro-wrestling observer. An amateur photographer. You can check his photo journal on his Instagram.

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>