The Nun – Review: Seram, Tapi Nggak Terlalu Kaku!

User Rating: 8.5

Saya mungkin adalah salah satu orang yang agak skeptis ketika film The Nun pertama kali diumumin sesaat setelah The Conjuring 2 dirilis. Karena sebelumnya saya kecewa dengan Annabelle yang menurut saya ‘kentang banget’ (walaupun Annabelle: Creation sepertinya udah belajar dari pengalaman dan dapet reaksi baik dari penonton). Jadinya saya agak pesimis film ini bakal sesukses film utamanya, The Conjuring 2.

Namun, ekspektasi saya justru naik ketika tahu Taissa Farmiga juga ikut bermain dalam film ini. Buat yang nggak tahu, Taissa merupakan adik bungsu dari pemeran Lorraine Warren di The Conjuring saga, Vera Farmiga. Adik ya, bukan anak. Catet. Mentang-mentang jarak umur mereka jauh.

Kok bisa jadi optimis gitu? Salah satu alasan saya adalah karena Farmiga bersaudari ini merupakan salah dua dari deretan aktris spesialis film horor, atau biasa kita sebut sebagai Scream Queens. Taissa sendiri adalah salah satu pentolan serial di channel FX, American Horror Story selain Sarah Paulson dan Evan Peters, berkat penampilannya di Murder House, Coven, Roanoke, dan season terbarunya, Apocalypse yang bakal rilis 12 September mendatang.

Oke, sebelum artikel ini melenceng ke mana-mana, langsung aja kita bahas seperti apa film ini di mata saya. Tapi sebelumnya kembali saya ingetin, review ini mungkin mengandung mini-spoiler.

Spin-off The Conjuring dengan latar cerita terkuat saat ini!

The Nun bercerita tentang seorang pastor bernama Anthony Burke (Demián Bichir) yang diutus oleh Vatikan untuk menyelidiki kematian dari Suster Victoria (Charlotte Hope) yang ditemukan tergantung di sebuah biara di Beirtan, Rumania. Dalam penyelidikannya, Pastor Burke ditemani oleh Suster Irene (Taissa Farmiga), seorang novis yang belum disumpah menjadi seorang biarawati.

Sesampainya di Rumania, mereka bertemu dengan Frenchie (Jonas Bloquet), seorang pemuda desa setempat yang pertama kali menemukan mayat dari Suster Victoria tersebut. Selama penyelidikan, mereka harus menghadapi kekuatan jahat dalam biara tersebut, yang bersemayam dalam bentuk seorang biarawati.

Film ini terbukti di luar ekspektasi saya. Latar cerita yang ditampilin di sini terbilang cukup kuat dengan nuansa Katolik yang kental dari awal hingga akhir cerita. Hal ini bikin setiap momen di film ini terasa sakral, sehingga semua penonton pada saat film ini diputar seperti ikut ‘berdoa’ ketika film ini mencapai titik klimaksnya (tentu berdoanya juga sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing).

Nggak kaku dan penuh dengan plot twist!

Meskipun ini film horor, tapi The Nun nggak lupa buat ‘melemaskan’ penonton biar nggak sport jantung terus-terusan. Hadirnya Jonas Bloquet sebagai Frenchie bikin cerita film ini seenggaknya nggak terlalu kaku. Malahan menurut saya, Frenchie hadir supaya penonton seenggaknya bisa dapet kesempatan buat rehat sejenak dari jumpscares yang film ini jejelin ke penonton.

Selain itu, plot twist yang muncul di film ini juga bikin penonton kaget. Apalagi pas filmnya mau selesai. Jadi bukan cuma jumpscare yang bikin penonton geleng-geleng, twist-nya pun juga begitu.

Beberapa scene outdoor nggak seperti latar waktunya

Kalau dipikir-pikir saking pinternya James Wan dan Peter Safran ngejaga pace dari film ini, agak sulit buat nyari celah dari film ini. Latar cerita udah kuat, tiap karakter punya moment to shine masing-masing. Apalagi ya? Mungkin ada beberapa scene di luar ruangan yang nggak berasa tahun 1950-annya (karena latar waktunya di tahun 1952). Tapi itu nggak berpengaruh banyak sih, intinya kali ini saya puas dengan eksekusi dari Wan dan Safran dalam nyeritain asal mula dari Valak yang ikonik itu.

Secara garis besar The Nun sukses mematahkan kekecewaan saya dengan film spin-off objek The Conjuring sebelumnya, yakni Annabelle, yang bikin saya merasa ‘digantungin’. Jumpscare yang dikasih cukup bikin saya siap-siap buat nutup mata saya dengan jubah hoodie saya, meskipun saya tergolong pecinta film horor. Buat kamu yang suka sama The Conjuring atau film exorcism yang lekat dengan unsur keagamaan, sebaiknya kamu nonton film ini!

Summary
Film ini bukan sekedar film horor biasa. Latar waktu, tokoh, ceritanya, dan sisi-sisi lainnya memberikan pengalaman yang baru dan tentu terus konsisten menggiring kita kepada dunia film horor yang dikemas dengan nuansa keagamaan. The Nun bener-bener jadi film rekomendasi buat kamu.
Good
  • Alur dan latar ceritanya kokoh banget
  • Nontonnya nggak bikin ngos-ngosan karena dikasih kesempatan buat napas dulu sebelum dijejelin jumpscare berikutnya
  • Jokes Frenchie yang bikin film ini nggak kaku
  • Taissa Farmiga tentunya yang memang membawa mood film ini semakin horor
Bad
  • Beberapa color grading di beberapa scene agak kurang pas sama latar waktunya
8.5
Great
Written by
An electronic music enthusiast. An avid WWE observer. An amateur photographer. You can check his photo journal on his Instagram.

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>