@umam2830, Toy Photographer yang Hobi Motret Lini SIC Kamen Rider

SIC Kamen Rider ZX jadi salah satu mainan termahal yang pernah dibeli Umam. (doc. @umam2830)

Hobi memotret mainan belakangan ini semakin digemari. Bukan sama anak kecil atau anak sekolah aja, tapi anak kuliahan sampai yang dewasa juga menekuni hobi ini. Salah satunya seorang toy photographer bernama Umam. Kalau kamu cek akun Instagramnya, nama akunnya @umam2830 guys.

Cowok yang tinggal di Kota Pontianak, Kalimantan Barat ini udah lumayan banget follower-nya di Instagram, sekitar 14 ribuan. Hobinya koleksi action figure itu buat nostalgia, khususnya sama Kamen Rider.

Umam sendiri mulai koleksi action figure mulai 2013. Ia sendiri mengaku nggak tahu sampai kapan bakal koleksi mainan. Soalnya habis iseng meloksi S.H.Figuarts lini Kamen Rider Kuuga sampai dapet semua form-nya, entah kenapa tiba-tiba ia ketagihan!

“Nggak tahu kenapa ‘kutukan’ itu terus berjalan. Mulai merambah ke Kamen Rider lainnya juga dan mulai koleksi aliran figure lainnya, seperti Dragon Ball, Marvel, dan juga Pokemon,” ujarnya kepada Joy Pixel lewat balasan email.

Hobinya koleksi SHF pada 2016 lalu terhenti guys. Pertengahan tahun lalu ia mulai beralih ke lini Super Imaginative Chogokin (SIC). Gara-garanya temen nih dan juga kena ‘racun’ foto-foto SIC.

Rising mighty #tcb_fullofboxes #tga_wheresmysword

A post shared by Umam (@umam2830) on

“Saya pikir waktu itu kayaknya asik kalau koleksi figure ini. Di sisi lain detail dan seninya keren banget dan ukurannya juga lebih besar ketimbang koleksi sebelumnya. Di situ saya pikir kayaknya kalau difoto dengan konsep yang lebih sangar bakal cocok sama SIC ini,” katanya.

Sampai saat ini koleksinya sih 50:50 antara SHF dan SIC. Ke depannya dia bilang bakal lebih banyak nambah lini SIC-nya.

Kami pun ngobrol-ngobrol lebih lanjut dan mengulik cerita lebih dalam soal hobinya memotret mainan. Simak deh obrolan kami, biar kamu terinspirasi…

Apa sih koleksi favorti kamu dari koleksi yang udah ada?

Koleksi saya yang paling favorit adalah Kamen Rider Kuuga, baik itu SHF atau SIC-nya. Karena yang kita tahu Kuuga ada di jaman kita masih SD dulu, bahkan sampai sekarang saya tetap suka Kuuga ketimbang Rider lainnya.

Mainan yang paling murah dan paling mahal yang mana?

Action Figure yang murah yang pernah saya beli, dulu saya pernah beli Statue Chibi Series-nya Naruto. Detailnya oke, tapi nggak tahu merknya dan saya dapat di harga Rp 25.000 per karakternya. Ada juga Pokemon, soalnya kebetulan dulu suka foto outdoor yang imut-imut seperti di Instagram saya yang satunya lagi dan jarang saya update @Pocket.borneo yang isinya foto outdoor apapun figure-nya yang penting outdoor.

Yang paling mahal kemarin nekat beli SIC Kamen Rider ZX dengan harga Rp 1,5 juta dan itu batasan yang saya mampu sekarang. Itu pun saya nggak bisa sarapan satu bulan. Makan siangpun cuma nasi bungkus Rp 8.000 setiap hari, hahaha..

Lebih suka koleksi Kamen Rider, baik itu SIC atau SHF, atau dari seri seperti Super Sentai atau Dragon Ball dan lainnya?

Untuk alur koleksi saya ke depannya bakal bercabang. Secara dasar koleksi, saya lebih dominan ke Kamen Rider, baik itu SIC atau SHF. Ke depannya saya berniat ngelanjutin seri lainnya, seperti Marvel dan Dragon Ball, yang kebetulan saya berhenti sejenak untuk melengkapkan seri tersebut. Kapan itu? Saya juga belum tahu.

Bicara soal toy photography, kapan sih udah mulai motret mainannya?

Mulai aktif motret mainan semenjak punya mainan pertama di akhir tahun 2013 itu. Kebetulan sebelum mulai mengoleksi figure, saya sendiri sudah hobi jepret-jepret saat itu dan masih berbekalkan iPhone 4 dan aksesoris kamera tambahan.

Ini dia Umam dan koleksi SIC Kamen Ridernya. Banyak banget bro! (doc. @umam2830)

Motret mainan gara-gara apa sih?

Saya pikir sayang juga kalau cuma dipajang dan dibiarkan berdebu, saya ingin mengenalkan ke semua orang melalui sosial media kalau action figure itu asik dijadikan model foto. Kebetulan di kota saya pada waktu itu jarang atau sayanya yang nggak tahu ada orang yang suka motret figure seperti saya.

Sempat juga dikatain sama keluarga, teman, dan pacar waktu itu, “Udah tua masih aja main robot-robotan mending mikir nikah,” tapi saya tetap santai selama saya nggak ngerugiin orang lain dan hobi ini bisa jadi media penghilang stres saya dengan kerjaan. Saya rasa itu nggak masalah, asalkan saya bisa mengontrol tabungan dan jajan mainan ini.

Belajar motret mainan sama siapa?

Pada awalnya saya belajar sendiri cara motret figure, karena belum kenal siapa-siapa. Dari pencahayaannya sampai cara memposekannya, dan saya akui tanpa teman mungkin nggak akan bisa.  Terus mulailah dari sosial media Facebook dan Instagram, pelan pelan saya menemukan teman-teman yang sehobi dengan saya, kolektor figure dan juga toy photographer,mulai dengar masukan mereka, dan tips dari mereka seputar toy photography, sampai terbentuklah komunitas BTSTP (Behind The Scene Toys Photogrphy) Indonesia.

Dari situ makin banyak dapat teman-teman yang sehobi dan saling berbagi tutorial toy photography. Awalnya saya suka meniru mereka, karena tujuan saya hanya untuk belajar teknik yang mereka share dan selalu digunakan teman-teman. Sampai akhirnya saya menemukan style sendiri, dengan ilmu yang saya dapatkan dari teman-teman dan saya kembangkan sendiri.

Kapan aja biasanya motret mainan sebelum post di Instagram?

Waktu motret figure  kalau dulu saya bisa memotret setiap malam kapan pun yang saya mau. Untuk sekarang karena udah berkeluarga, waktu yang tepat untuk sesi foto adalah di akhir pekan. Biasanya saya seharian motret untuk mengisi stok foto buat di-post nantinya.

Satu hari itu saya bisa mendapatkan 10 atau lebih foto, karena dalam satu sesi foto aja bisa menghabiskan waktu, seperti mengatur background,properti, lighting dan pose figure, itu bisa  berjam-jam sebelum akhirnya si figur itu siap difoto.

Belum lagi mengatur konsep. Jadi saya biasakan mengkonsepkan sebuah foto jauh-jauh hari sebelum sesi foto dimulai. Waktu yang tepat digunakan untuk sesi foto adalah hari libur dan fulltime sendiri.

Motretnya pakai kamera apa?

Kebetulan kamera yang saya gunakan Canon EOS 60D plus lensa Fix 50mm F/1:8 II. Terkadang saya tambahkan lagi Filter Close Up 2+ pada lensanya. Ada juga foto yang dipotret pakai smartphone  dan hasilnya ada di awal-awal foto yang saya posting di Instagram.

Lebih suka dan lebih enak mana, motret pakai DSLR/Mirrorless atau smartphone?

Kebetulan di awal saya motret figure saya menggunakan smartphone. Pada waktu itu, kamera smartphone belum secanggih sekarang dan saya kebetulan sangat suka foto low key (ruang gelap) dan bokehlicious. Tapi ironisnya smartphone yang saya gunakan nggak bisa motret  dengan style yang saya mau tadi. Jadi saya harus foto dengan latar putih atau high key.  Barulah saya berlaih ke DSLR di mana semua teknik yang saya inginkan bisa saya dapatkan. Smartphone sekarang kemampuannya nggak kalah dengan kamera DSLR sih.

Lebih banyak edit foto di smartphone atau di komputer?

Untuk mengolah hasil foto tadi, saya lebih suka mengeditnya menggunakan Photoshop di Laptop atau PC, karena lebih leluasa. Kelemahannya, yah nggak selamanya kita bakalan megang laptop ke mana-mana ketimbang smartphone.

Kamen Rider Amazon versi SIC yang dibikin dengan tone hijau khas Amazon original. (doc. @umam2830)

Apa sulitnya motret dan mengedit foto mainan?

Kesulitan dalam motret, yang pertama mungkin waktu yang sedikit, yang sangat mempengaruhi hasil. Karena kalau kita nggak tenang karena dikejar waktu, hasilnya nggak bakalan maksimal. Lalu kesulitan secara teknis, yang biasa saya hadapi, mungkin keterbatasan lighting dan tempat. Kebetulan lighting saya sederhana sekali dan terbatas, juga tempat saya melakukan sesi foto sempit. Untuk mengolah (edit) saya rasa belum menemukan masalah.

Apa yang bikin sampai sekarang masih ingin motret mainan?

Sejauh ini yang bikin saya tetap menjadi toy photogapher, mungkin karena saya sangat suka sekali berkarya terutama di bidang ini. Kedua semakin ke sini semakin banyak teman-teman baru yang saya kenal. Itu alasan saya, selalu berkarya dan menambah teman.

Written by
I'm just a man who likes playing a game, watching movies, tv series, Dragon Ball, Digimon, Attack on Titan, and Kamen Rider.

Is the Story Interesting?

1 0

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.