Golden Kamuy – Early Review: Gold Rush di Hokkaido

User Rating: 8

Diadaptasi dari manga dengan judul yang sama buatan Noda Satoru, Golden Kamuy mengambil setting cerita yang jarang dilirik dalam kara-karya populer, yaitu perang Russo-Jepang yang terjadi pada 1945-an. Sesuai dengan setting sejarahnya, perang ini berlangsung di Pulau Hokkaido, di bagian utara Jepang yang tertutup salju.

Suku Ainu menjadi fokus utama dalam cerita ini, akan ada banyak hal yang menyangkut budaya, dan cara hidup suku asli Pulau Hokkaido yang masih belum banyak diketahui orang. Inilah salah satu daya tarik yang ada pada seri ini, karena selain menawarkan latar belakang sejarah, ada juga insight budaya suatu suku, yang dijelaskan scara detil dan unik.

Simak review berikut, untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan seri ini, sebelum kamu menonton lbih lanjut!

Sinopsis

Saichi Sugimoto, adalah tentara berkebangsaan Jepang yang ikut bertarung pada perang Russo-Jepang, tepatnya pada peristiwa ‘203 Hill’ melawan tentara Russia yang memperebutkan pulau Hokkaido. Sugimoto membuat namanya tenar lewat aksinya yang liar dan tidak takut mati, sehingga orang-orang menyebutnya Immortal Sugimoto.

Setelah kematian teman dekatnya di medan perang, Sugimoto memutuskan untuk keluar dari militer, dan mendulang emas di sungai Hokkaido. Ia melakukannya untuk memenuhi keinginan terakhir temannya, yaitu membawa istrinya ke Amerika untuk berobat. Ketika tengah mendulang emas, Sugimoto bertemu dengan seorang pemabuk yang menceritakan rumor tentang timbunan emas suku Ainu yang bernilai jutaan yen. Emas tersebut disembunyikan oleh seorang kriminal, dan kriminal tersebut mentato peta lokasi emas tersebut pada tubuh rekan-rekannya.

Konflik tumbuh di sekitar perburuan emas tersebut, Sugimoto bersama Asirpa, gadis suku Ainu yang membantu Sugimoto demi balas dendam, Toshizou Hijikata, yang berusaha membangkitkan kembali klan Shinsengumi, serta Tsurumi, letnan gila yang seperempat kepalanya hilang akibat perang.

Brutal namun Tetap Kocak!

Berhadapan dengan berbagai pihak lawan, alam, serta hewan-hewan liar yang buas, memerlukan insting serta skill bertahan hidup yang terlatih. Sugimoto bukan amatir, begitu juga Asirpa yang dilatih berburu oleh ayahnya sejak kecil, membuat keduanya bersinergi dan saling melengkapi dalam perjalanan ini. Asirpa memiliki pengetahuan dan keterampilan bertahan hidup, sementara Sugimoto punya otot dan nyali untuk membunuh musuh.

Dan omong-omong tentang membunuh, adegan brutal dalam anime ini ditayangkan dengan sensor yang amat minim. Sejak episode pertama, aksi brutal seperti Sugimoto yang mencolok mata musuh, manusia yang dimangsa beruang, dan juga scene eksplisit lainnya, mengukuhkan bahwa seri ini diperuntukan untuk dewasa.

Lewat duo pasangan ini, cerita berjalan dengan menarik. Episode 1-2, kita akan dikenalkan banyak dengan adat Ainu, apa persepsi mereka tentang makhluk hidup, serta hubungan mereka dengan alam. Sangat menarik melihat pertukaran budaya antara Sugimoto dan Asirpa, adegan kocak seperti Asirpa yang menyangka miso sebagai kotoran misalnya, adalah aspek komedi yang membuat seri ini segar.

CGI yang Nggak Nendang

Penggunaan CG dalam anime masih menimbulkan pro dan kontra dalam komunitas. Teknologi CG memang akan sangat membantu menghemat biaya serta waktu, apalagi untuk scene yang membutuhkan banyak gerakan. Akan tetapi jika tidak dieksekusi dengan baik, hasilnya akan merusak impresi penonton. Tidak terkecuali untuk seri Golden Kamuy, teknologi CG dengan model tiga dimensi digunakan untuk adegan hewan buas seperti beruang.

Sayangnya, penggunaan CGI disini terasa awkward, walau memang sah-sah saja jika kasusnya adalah untuk mempermudah adegan yang memiliki banyak gerakan.

Pada akhirnya, 3 episode pertama Golden Kamuy memberikan impresi yang sangat baik bagi saya. Aksi yang bekerja side-by-side dengan komedi sukses menarik penontonnya untuk terjun lebih dalam ke aspek cerita dan perkembangan hubungan masing-masing karakter. Walau kualitas animasi yang disuguhkan tidak terlalu spesial, dan penggunaan CG yang awkward, Golden Kamuy patut masuk watchlist kalian.

Summary
Aksi yang bekerja side-by-side dengan komedi sukses menarik penontonnya untuk terjun lebih dalam ke aspek cerita dan perkembangan hubungan masing-masing karakter. Walau kualitas animasi yang disuguhkan tidak terlalu spesial, dan penggunaan CG yang awkward, Golden Kamuy patut masuk watchlist kalian.
Good
  • Latar cerita sejarah yang menarik
  • Humor sederhana di sela-sela adegan action memberikan suasana berbeda
  • Budaya suku Ainu sangat disorot di anime ini
Bad
  • CGI kurang maksimal
  • Kualitas animasi secara keseluruhan biasa aja
8
Great
Written by
Pencari gem anime terbaik setiap season, cita-citanya yang paling besar adalah jadi karakter OP di seri isekai.

Is the Story Interesting?

1 0