5 Alasan Kenapa Kamu Harus Nonton Konser The 1975!

(Source: The 1975)

Menonton gigs sebuah band seperti menjadi salah satu kegiatan favorit yang disukai banyak orang, JoyFriends. Karena impresi dan kepuasan menonton sebuah band terasa memiliki seni-nya tersendiri. Kamu dapat menyanyi sambil berdansa mengikuti dentuman lagunya. Atau bahkan sambil menikmati audio-visual yang disajikan. Begitu halnya band internasional seperti konser The 1975 yang menjadi headline festival-festival besar dunia. Kira-kira, apa sih yang membuat kamu harus nonton band satu ini? Yuk disimak, JoyFriends!

PRODUKSI DENGAN KONSEP YANG MEMUKAU

(Source: The 1975)

 

Set design minimalis, estetik, nan gokil dengan dukungan LED, multimedia, lighting, serta sound yang menggelegar menjadi ciri khas dan salah satu nilai jual sekaligus alasan mengapa kamu harus menonton konser The 1975 secara langsung, JoyFriends.

Band yang digawangi Matt Healy ini ingin para fansnya bukan hanya menikmati aksi panggung yang energetik dan menghibur, tapi secara visual dan audio juga memanjakan para pendengar, sehingga penonton merasa sangat puas. Semuanya dipersiapkan dengan sangat matang dan begitu memukau, terlihat The 1975 menjadikan konser live-nya sebagai gabungan proyeksi dari berbagai lintas bidang seni.

LIVE YANG LEBIH ASIK DARI REKAMAN

(Source: The 1975)

Soal musikalitas, The 1975 udah nggak perlu diraguin lagi deh, JoyFriends. Pasalnya, menurut penulis, The 1975 itu lebih keren live-nya, meski rekamannya juga nggak kalah keren. Bukan berarti jangan beli rilisan fisik atau digital-nya, ya.

Kayaknya sih itu emang konsep dari The 1975 sendiri sebagai nilai jual agar para fansnya semakin tergerak menonton aksi panggungnya secara langsung. Menurut penulis, versi albumnya terasa lebih digital dan penuh MIDI serta synthesizer, namun versi live-nya terasa lebih megah, lebih natural, dan terasa lebih lepas. Contohnya lagu favorit penulis, “head.cars.bending”, dan “If I Believe”.

Belum lagi banyak improvisasi dari para personil. Yang paling penulis perhatikan adalah groove yang bikin penonton berdansa a la George Daniel, vokal dan terkadang solo gitar Matt Healy, serta instrumen-instrumen tambahan seperti saxophone, bahkan kini ada tambahan dua vokalis latar bahkan paduan suara. Gokil, kan?

ENERGI DAN AKSI TEATRIKAL

(Source: The 1975)

Yap, ini salah satu yang paling ditunggu para fans The 1975: aksi panggung energik dari para personil band asal Manchester ini. Belum lagi aksi panggungnya didukung oleh LED dan lighting yang membuat pertunjukan mereka menjadi begitu spektakuler.

Banyak vokalis plus gitaris jika terlepas dari gitarnya akan terlihat canggung, tapi tidak dengan Matt Healy. Ia punya stage presence yang matang, interaksi dengan para audiensnya juga patut diacungi jempol. Adam Hann yang cukup pecicilan bersama Healy, Ross MacDonald yang terlihat kalem dan cool bersama bass-nya, serta dentuman drum George Daniel yang membuat kita berdansa.

Belum lagi atraksi teatrikal di lagu “Sincerity Is Scary”, ia terlihat berjalan bersamaan dengan multimedia pada LED, bersinkronisasi dengan para penyanyi latar.

SELALU MEMBAWA KONSEP BARU

(Source: The 1975)

Sejak album pertamanya hingga kini, band asal UK ini selalu menghadirkan sesuatu yang baru pada konsep album maupun live-nya, JoyFriends! Jika pada album pertamanya hanya panggung simpel pada umumnya, di album kedua mereka baru mulai mengeksplor dekorasi panggungnya menggunakan LED dan multimedia, serta lighting yang lebih terkonsep. Di album I Love It When You Sleep Because You’re So Beautiful Yet So Unaware of It, mereka menggunakan empat pilar berisikan LED sebagai pembatas antar instrumen drum dan pemain adisional, belum lagi LED besar di belakang, serta tiga LED di atas.

Pada tur album ketiga A Brief Inquiry Into Online Relationship, The 1975 menggunakan satu LED besar di belakang, satu LED persegi panjang di depan George Daniel sang drummer, serta di kanan dan kiri panggung, menambah kesan megah. Belum lagi, multimedianya kini sudah semakin beragam dan atraktif.

Fesyen! Ya, konsep fesyen personil The 1975 yang unik juga menjadi perhatian para fansnya, JoyFriends! Mereka adalah salah satu band yang konsep fesyennya juga sangat diperhatikan.

Pada album perdananya, konsep fesyennya adalah anak band kasual dan anak muda banget, dengan kaos serta jaket kulitnya. Di album kedua, para personil menggunakan pakaian formal dengan tata rias yang cukup menor. Nah, di album ketiganya ini, mereka beberapa kali menggunakan onesie berbentuk unicorn, terkadang juga semi-formal, menggunakan perpaduan kaos dan blazer. Kamu sendiri lebih memilih fesyen mereka yang mana, nih?

KAMPANYE RECYCLE MERCHENDISE

(Source: NME)

Yang satu ini adalah sesuatu yang baru dari The 1975, JoyFriends! Ide ini sejalan dengan kampanye lingkungan yang mulai digaungkan mereka pada lagu-lagu terbarunya di album mendatangnya: Notes on a Conditional Form.

Pada kampanye ini, The 1975 di booth merchandise-nya menyediakan jasa sablon recylcle. Uniknya lagi, untuk recycle merch ini nggak harus merchendise-nya The 1975, tapi band lainnya juga bisa. Hal ini mulai tersirat dari lagu berjudul “The 1975” yang ada di setiap albumnya menggunakan lirik yang sama pula, namun berbeda pada versi album mendatangnya ini. Pada versi yang terbaru, mereka menggunakan monolog Greta Thunberg, aktivis perubahan iklim asal Swedia.

Kira-kira di konser Jakarta nanti ada juga nggak yah, JoyFriends?

Nah, itulah alasan-alasan kenapa kamu harus nonton konser-konser The 1975 versi JoyPixel! Bukan hanya kamu dimanjakan secara audio dan visual, tapi kamu disajikan pertunjukan yang memorable yang pastinya sangat worth it! Semakin nggak sabar kan nonton The 1975 di Jakarta nanti?

Seorang mahasiswa yang hobinya kuliah sekaligus figuran di band @nextgentheband & @valdivieso_band | Gemar memotret di akun @ishoothem dan menulis gan

Is the Story Interesting?

1 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.