Smartphone Samsung Yang Mengubah Industri Teknologi

7 Smartphone Samsung Yang Mengubah Industri Teknologi

Nama brand teknologi asal Korea Selatan yang satu ini pasti sering banget kita denger, JoyFriends. Siapa sih yang nggak kenal dengan Samsung? Kiprahnya di dunia smartphone ini ngebawa Samsung ke pemain utama Android; hingga membuat orang ngebanding-bandingin smartphone Samsung dengan iPhone, bahkan hingga kini. 

Dari smartphone Samsung yang dituduh copycat iPhone sampai dibawa ke meja hijau, kemudian berubah menjadi pionir dunia telepon pintar. Banyak orang yang bilang akhirnya kalau Samsung ini adalah Apple-nya dunia Android. Secara penjualan mungkin bisa bersaing, tapi gimana sih kalau dalam teknologi yang disematkan?

Well, terlepas dari situ, Samsung sudah sejak lama membuat inovasi yang kurang kedengeran, dianggap remeh, yang sebenernya udah jauh-jauh hari jadi pembuat trend smartphone masa kini. Kira-kira apa aja sih smartphone itu, JoyFriends? Simak terus artikel JoyPixel berikut ini!

SAMSUNG GALAXY NOTE

Smartphone Samsung

Smartphone yang mempopulerkan kata Phablet! (Source: clickitornot.com)

Loh, kok Galaxy Note masuk? Bukannya iOs dan Android itu yang bikin kita pake touchscreen tanpa harus pake stylus? Eits, tunggu dulu, JoyFriends. Yak, salah satu seri flagship dari Samsung inilah yang mempopulerkan istilah Phablet, alias gabungan dari Phone dan Tablet; simpelnya, handphone dengan ukurang layar yang besar.

Perlu diingat, smartphone pada tahun 2011 hingga kurang lebih tahun 2015 masih menggunakan layar yang relatif kecil. Mulai dari 3.2 inchi, 3.5 inchi, bahkan flagship Samsung seperti Galaxy S3 saja 4.8 inchi, dibanding Galaxy M30s saya yang berukuran 6.4 inchi. Saat itu, Samsung dicerca karena dengan layarnya yang gede lebih terliat kayak nampan daripada handphone. Dulu juga banyak yang ngeledekin handphone ngapain gede-gede, nggak bisa masuk kantong dan susah dimasukin kantong. Eh, sekarang semua handphone layarnya gede-gede.

Selain berani ngasih layar besar pada zamannya, Samsung juga memberikan spesifikasi yang gila dan selalu terdepan di zamannya. Bahkan selalu lebih bagus dari seri ‘S’-nya. Pun, seri Note-nya Samsung juga selalu identik dengan stylus-nya alias S-Pen, yang lebih dioptimalkan dibanding stylus pada zamannya. Seri Note pertama ini pun menuai kesuksesan dengan berhasil menjual 10 juta smartphone.

Ada satu lagi sebenernya seri Note yang dulu bisa dibilang gagal secara penjualan, tapi makin ke sini, makin banyak smartphone yang juga mengadaptasi teknologinya. Kira-kira apa, ya? Simak terus sampai habis!

SAMSUNG GALAXY BEAM

Smartphone Samsung

Ngebayangin nggak sih tahun 2010 udah ada handphone ini? (Source: Cellphoneinn.com)

Inilah salah satu smartphone yang unik tapi aneh. Gimana nggak, di dalem smartphone ini udah langsung ketanem proyektor, JoyFriends. Proyektornya sendiri memang terbilang kecil dengan resolusi WVGA; tapi bisa menampilkan gambar hingga 50 inchi pada ukuran 15 lumens. Dirilis pada tahun 2010, memang secara spesifikasi nggak ada yang terlalu menonjol, tapi tahun segitu udah ngerilis smartphone berproyektor itu luar biasa. Memori internalnya udah 16GB, tetapi prosesornya hanya 750 MHz, RAM-nya hanya 384MB, versi android-nya masih 2.1 (Eclair), resolusi layarnya pun masih 480 x 800. Nggak kebayang deh kalo dipake sekarang.

Meski kerasa kurang maksimal, Galaxy Beam i8520 ini berhasil melahirkan dua generasi berikutnya, yakni Galaxy Beam i8530 dengan beberapa upgrade seperti kualitas proyektornya yang menjadi nHD, serta Galaxy Beam2, JoyFriends. Saya sendiri sih ngarep kalau fitur proyektornya ini bisa dipake di Galaxy Note20, jadi funginya makin naik. Udah ada S-Pen, bisa menggunakan Samsung Dex, spesifikasi teratas, pun ditambah proyektor. Makin cocok untuk kerja dan digunakan pelaku bisnis. Tapi ya itu, ini hanya andai-andai aja ya, JoyFriends.

SAMSUNG GALAXY MEGA

Smartphone Samsung

Smartphone berlayar besar di zamannya! (Source: GSMarena)

Rilis di tahun 2013, dua tahun setelah Galaxy Note generasi pertama, Galaxy Mega ini mengusung teknologi yang kurang lebih sama, yakni layar besar. Seperti yang udah JoyPixel bilang tadi kalau smartphone pada zaman itu kecil-kecil ukurannya. Nah, kalau pada tahun 2011 Galaxy Note udah ngasih permulaan untuk smartphone lainnya membuat handphone berukuran cukup besar, Galaxy Mega ini seperti kembali mempertegas, kalau smartphone kelas menengah pun bisa lho bikin layar besar banget.

Bisa dibilang, spesifikasinya Galaxy Mega ini emang kurang banget. Layarnya masih TFT, memori internal hanya 8GB, kerapatan pikselnya hanya ~190 piksel per inchi, resolusinya pun hanya 540 x 960 piksel. Tetapi bukan itu intinya, JoyFriends. Hal ini adalah sebuah statement, bahwa smartphone kelas mid range pun bisa menikmati layar besar, kayak smartphone sekarang.

SAMSUNG GALAXY CAMERA

Smartphone Samsung

Kamera yang punya fitur telpon. (Source: Wikipedia)

Sekarang pengguna smartphone seringkali ngeledek banyak brand ‘ini mah kameranya yang bisa nelpon, bukan handphone punya kamera’, tapi tunggu dulu JoyFriends. Handphone ini rasanya tepat untuk guyonan di atas tadi. Gimana nggak, smartphone ini kayak kamera saku digital dikasih fitur telepon dengan OS Android. Mungkin pada waktu itu Samsung pengen nyaingin kedigdayaan Nokia 808 Pureview yang memiliki 41 MP dengan lensa milik Carl Zeiss.

Samsung tau kalau sensor kamera smartphone itu kecil, jadi menghasilkan foto yang nggak semaksimal kamera profesional, atau minimal kamera saku digital dengan segala keterbatasannya. Karena itu, Samsung buat solusi dengan menggabungkan kamera saku digital dengan smartphone Android, karena pada saat itu kebutuhan akan kamera bagus itu udah semakin diminati masyarakat. Tapi ya, ternyata nggak semua orang mau punya handphone yang cukup gemuk hanya untuk tambahan kamera bagus.

Kamera yang memiliki fitur  telepon ini memiliki spesifikasi yang lumayan di zamannya; mulai dari layar 720p, udah Quad Core, pokoknya paket lengkap, deh. Tapi sayang, dengan sensor dan besaran megapiksel yang besar, memori internalnya ini kecil cuma 4GB meski bisa ditambah memori eksternal, baterainya pun cuma 1650 mAh, JoyFriends. Samsung Galaxy Camera ini juga jadi ‘bapak’ dari Samsung Galaxy S4 Zoom, Galaxy K Zoom, dan Galaxy Camera 2. Meski tren kamera ini nggak berlanjut, dan berpindah ke pada satu smartphone dengan banyak kamera, tapi setidaknya Samsung udah pernah ngasih solusi out of the box untuk masalah kamera pada smartphone, JoyFriends.

SAMSUNG GALAXY ROUND

Bisa ngebayangin nggak di tahun 2013 udah punya smartphone melengkung kayak gini? (Source: Samsung Global Newsroom)

 

Smartphone yang satu ini tuh jadi sesepuhnya handphone yang memiliki layar melengkung, JoyFriends. Pun, smartphone ini jadi kayak percobaan pertama sebelum Samsung mengeluarkan smartphone layar melengkung lainnya. Dirilis sebagai versi melengkungnya Galaxy Note 3 di tahun 2013, spesifikasi yang dihadirkan pada smartphone ini tuh ya kelas flagship, nggak kayak Galaxy Mega yang spesifikasinya untuk kelas mid range. Desainnya ini lho, ergonomis banget. Kalau nggak ada smartphone ini, mungkin nggak akan ada juga smartphone Galaxy Note Edge serta smartphone layar lengkung lainnya seperti S6 Edge hingga sekarang, JoyFriends.

SAMSUNG GALAXY NOTE EDGE

Bapaknya Smartphone melengkung sekarang! (Source: The Verge)

Ini dia, seri Note yang saya bilang terlalu ‘maju’ di zamannya. Dirilis berbarengan dengan Galaxy Note 4, smartphone ini memiliki teknologi yang kini banyak diadopsi berbagai brand smartphone: layar melengkung di sisi-nya. Smartphone ini pula yang menjadi ‘bapak inovasi’ setelah Galaxy Round tadi, JoyFriends. Karena dua handphone ini, lahirlah seri Samsung selanjutnya seperti Galaxy S6 Edge, Galaxy S7 Edge, yang akhirnya memiliki lengkungan di bagian kanan dan kiri, hingga ke Galaxy S20 sekarang.

Bayangin, di tahun 2014, kamu udah dapet phablet dengan S-Pen, kemudian di sisi kanannya ada bagian melengkung untuk shortcut, notifikasi, dan banyak hal lainnya. Sayangnya, mungkin pada waktu itu belum kerasa penting layar melengkung.

SAMSUNG GALAXY FOLD

Yang ini sih nggak usah ditanya lagi.. Ciamik! (Source: Samsung)

Well, Samsung memang bukan perusahaan pertama yang membuat smartphone lipat. Di ajang yang sama pada MWC 2019 pun bukan hanya Samsung yang memperkenalkan konsep folding phone. Tetapi, setelah meminta para pengulas teknologi untuk mencoba dan mencari masalah apa yang terjadi pada Galaxy Fold, Samsung memintanya kembali, dan memperbaikinya dengan yang baru. Baru di sini bukan unit baru ya, tetapi teknologi yang sedikit lebih matang, pun juga langsung memasarkannya pada akhir 2019 lalu, langsung menjadi sebuah hype di dunia teknologi.

Konsepnya berbeda dengan pesaingnya Huawei Mate X; kalau Galaxy Fold ini seperti kamu membuka sebuah buku, lipatannya pun terlihat seperti buku. Kalau kamu lipat, kamu dihadirkan hanya satu layar yang lumayan kecil di depan; kemudian ketika dibuka seperti halnya buku, kamu akan mendapatkan handphone tadi berubah menjadi sebuah tablet.

Secara spesifikasi pun cukup menggiurkan, seperti Galaxy Note10 namun versi foladable dan tidak tahan air. Galaxy Fold emang belum sempurna, tapi smartphone ini jadi standar baru bagi dunia telepon genggam, terlebih segmen foldable phone. Mungkin aja nih, Galaxy Fold ini jadi salah satu starter lagi untuk semakin mempopulerkan telepon lipat hingga menjadi tren beberapa tahun ke depan.

SAMSUNG GALAXY Z FLIP

Si mungil yang menggemaskan! (Source: Samsung)

Setelah sukses mengejutkan dunia teknologi dengan Galaxy Fold-nya, Motorola seakan ingin membalas dengan smartphone lipatnya, Motorola Razr; yang menggabungkan teknologi terbaru dengan unsur nostalgia Motorola Razr yang dirilis tahun 2000-an silam. Meski begitu, Motorola Razr ini memiliki banyak kekurangan dari segi spesifikasi yang kemahalan dan kamera yang nggak bagus-bagus amat.

Samsung langsung membalasnya dengan merilis Galaxy Z Flip; sebuah smartphone flip seperti hal-nya handphone zaman dulu dan Motorola Razr, namun dengan spesifikasi seperti Note10, dan dukungan kamera serta layar yang lebih baik dari Motorola Razr. Yang membuat Samsung seperti skakmat Motorola adalah dengan merilisnya lebih murah dari Motorola Razr.

Dengan layar smartphone yang sekarang makin besar, plus teknologi yang gitu-gitu aja, Samsung kayaknya pengen memberikan teknologi baru dengan handphone yang sebenarnya berukuran besar, namun bisa dilipat biar mudah masuk kantong.

Itu dia tujuh smartphone Samsung yang mengubah dunia teknologi versi JoyPixel! Meski nggak semuanya langsung sukses, tapi perlahan-lahan, brand lain mulai mengadopsi teknologi yang dimiliki Samsung ini, JoyFriends. Inovasi-inovasi yang terus dilakukan membuat Samsung terus menjadi pionir utama Android, selain Huawei, OnePlus, Pixel, dan banyak brand lainnya. Dari deretan smartphone di atas, mana sih yang jadi favoritmu, JoyFriends?

Cek untuk lebih banyak lagi artikel tentang TEKNOLOGI dan tulisan-tulisan menarik lainnya dari Muhammad Iman Ramadhan Joyfriends.

Pemain bass di sonicwaves | Gemar memotret | Menulis di JoyPixel dan blog pribadi | Demen musik, film, series, game, komik, gadget dan banyak hal lainnya, makannya cocok kan di JoyPixel.

Is the Story Interesting?

2 0