Berkat Ibu, Hayao Miyazaki Jadi Sosok Penting Studio Ghibli

Siapa nggak kenal dengan anime Spirited Away? Atau tokoh lucu Totoro? Ya, itulah salah dua karya seorang Hayao Miyazaki yang merupakan sutradara, produser, penulis cerita, animator, serta seorang mangaka.

Selama lebih dari 50 tahun berkarya, Miyazaki telah mendapat banyak penghargaan di ajang internasional sebagai pembuat cerita dan pembuat film animasi. Beliau bersama Isao Takahata, mendirikan Studio Ghibli, sebuah studio film dan animasi yang menjadi salah satu yang tersukses di Jepang.

Tapi tentu kesuksesannya tersebut bermula dari kisah dan pengalamannya sejak kecil. Khususnya awal mula ia menulis dan bercita-cita untuk menjadi seorang mangaka.

Lahir di kota Bunkyō, Tokyo, pada 5 Januari 1941, Miyazaki merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Sang ayah,  Katsuji Miyazaki, merupakan direktur Miyazaki Airplane, perusahaan pembuat kemudi pesawat tempur semasa Perang Dunia II. Karena Perang Dunia ini, keluarga Miyazaki terpaksa pindah ke Utsunomiya, lalu ke Tanuma di Prefektur Tochigi, lokasi perusahaan sang ayah berada.

Semasa sekolah dasar, Miyazaki tiga kali berpindah sekolah. Saat kelas 1-3, beliau bersekolah di SD di kota Utsunomiya. Lalu, saat kelas 4 SD, beliau bersekolah di SD Omiya. Ketika kelas 5, beliau bersekolah di SD Eifuku hingga lulus. Selama bersekolah di SMP Omiya, sang ibu menderita TBC yang menyerang sum-sum tulang belakang, sehingga membuat sang ibu meninggal.

Hobi sang ibu yang gemar membaca membuat Miyazaki bercita-cita menjadi pengarang manga. Cerita bergambar karya Osamu Tezuka-lah yang membuat dia terobsesi. Setelah lulus dari SMP Omiya, Miyazaki lalu melanjutkan studi ke SMA Toyotama.

Saat kelas 3 SMA, beliau menonton film animasi berjudul Hakujaden (Legenda Ular Putih). Dari film inilah, beliau mulai tertarik pada dunia animasi. Beliau kemudian kuliah di Universitas Gakushuin dan menjadi anggota Kelompok Peneliti Sastra Anak-anak. Tahun 1963, beliau lulus dengan gelar dalam bidang ilmu politik dan ekonomi.

Pada Oktober 1965, Miyazaki menikah dengan Akemi Ota, yang juga rekan animator beliau saat bekerja di Toei. Dari pernikahan ini, beliau memiliki dua putra, Gorō dan Keisuke. Karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya, beliau sempat diberitakan memiliki hubungan buruk dengan Gorō.

Miyazaki kemudian mengungkapkan bahwa dia tak ingin kedua putranya mengikuti jejaknya di dunia animasi. Meski begitu, beliau tetap mendukung karir putranya di dunia animasi juga. Hal ini dibuktikan ketika beliau menjadi penulis naskah di film Gorō berjudul From Up on Poppy Hill.

Sejak saat itu pula, the rest is a successful story of Hayao Miyazaki.

Writer : Roy Umam

Written by
I'm just a man who likes playing a game, watching movies, tv series, Dragon Ball, Digimon, Attack on Titan, and Kamen Rider.

Is the Story Interesting?

1 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>