Film Yang Diharapkan Tayang di The World of Ghibli Jakarta (Part 2)

The Wind Rises, yang menjadi film terakhir Miyazaki sebelum pensiun tahun 2013 lalu, juga diharapkan tayang segera nih.

Setelah Spirited Away, My Neighbor Totoro, dan Ponyo on the Cliff by the Sea, Studio Ghibli masih memiliki beberapa film lainnya yang akan ditayangkan di Indonesia. Film-film ini bakal nemenin kamu dalam rangkaian The World of Ghibli Jakarta sampai Maret 2018.

Agustus ini gantian Princess Mononoke yang bakal hadir di beberapa bioskop yang ada di sejumlah kota besar di Indonesia. Sementara, September mendatang kamu bakal ditemani oleh Howl’s Moving Castle.

Selain film-film yang disebut tadi, ternyata Studio Ghibli masih memiliki puluhan film lainnya. Kira-kira film apa aja yang diharapkan tayang di Indonesia nanti? Berikut ini daftar Part 2-nya! (cek Part 1 di sini).

The Cat Returns

Enak ya rebahan gitu…

Film ini mengisahkan seorang siswi pendiam bernama Haru. Ia memiliki kemampuan berbicara dengan kucing. Suatu hari, ia menyelamatkan kucing yang hampir tertabrak truk. Ternyata, kucing itu adalah Pangeran Kerajaan Kucing bernama Lune. Sebagai ucapan terima kasih, kucing tersebut memberikan kumis kucing dan tikus sebagai hadiah. Nggak cuma itu, kucing itu meminta Haru untuk menjadi istrinya.

Ternyata, film ini masih ada hubungannya dengan film Whisper of Heart dari manga karya Aoi Hiiragi. Dalam film tersebut, sang gadis bernama Shizuku menulis novel dan salah satu karakternya bernama Baron. Aoi Hiiragi kemudian membuat manga berdasarkan tokoh Baron berjudul Baron: The Cat Returns.

Nausicaä of the Valley of the Wind

Bapaknya film-film Studio Ghibli nih Nausicaa.

Seribu tahun berlalu sejak perang yang menghancurkan peradaban dan menciptakan hutan beracun yang dihuni oleh serangga mutan raksasa. Di Kerajaan Lembah Angin, sebuah ramalan mengatakan datangnya Sang Penyelamat berpakaian serba biru. Nausicaä, sang putri kerajaan, masuk ke hutan tersebut dan berkomunikasi dengan makhluk bernama Ohm. Ia ingin menemukan cara agar hutan itu dan manusia dapat saling berdampingan. Namun, Kerajaan Tolmekia ingin memusnahkan hutan itu.

Film ini berdasarkan manga berjudul sama karya Hayao Miyazaki. Miyazaki menghabiskan waktu 12 tahun menyelesaikannya dikarenakan kesibukannya mendirikan Studio Ghibli. Karena dibuat sebelum Studio Ghibli berdiri, film ini dianggap sebagai “bapak” dari film di Studio Ghibli dan menjadi salah satu film terbaik dari Studio Ghibli.

The Wind Rises

Ini dia film terakhir Miyazaki sebelum pensiun tahun 2013 lalu.

Jiro Horikoshi muda bercita-cita menjadi pilot, tapi rabun jauh menghambat cita-citanya. Setelah membaca kisah Giovanni Battista Caproni, desainer pesawat dari Italia, ia terus memimpikannya. Dalam mimpinya, Caproni memberitahu kalau membuat pesawat lebih menyenangkan daripada menerbangkannya.

Film ini merupakan adaptasi manga berjudul sama karya Hayao Miyazaki. The Wind Rises bisa dibilang film biopik mendiang Jiro Horikoshi, sang desainer pesawat tempur Mitsubishi A5M dan penerusnya Mitsubishi A6M Zero. Kedua pesawat ini digunakan Jepang saat Perang Dunia II. Film ini juga menjadi film terkahir Hayao Miyazaki sebagai sutradara sebelum beliau menyatakan pensiun 2013 lalu.

Grave of the Fireflies

Ini bukan film anti perang!

Pasca Perang Dunia II, Seita dan Setsuko kehilangan ibu mereka dalam pengeboman di Kobe dan sang ayah yang gugur saat bertugas di Angkatan Laut. Mereka berusaha bertahan hidup dari bencana kelaparan yang melanda.

Film ini berdasarkan cerita pendek berjudul sama karya Akiyuki Nosaka. Beberapa kritikus film di negara Barat memandang tema film ini anti-perang. Namun, kritik ini dibantah langsung oleh Isao Takahata. Beliau mengatakan bahwa film ini menyampaikan pesan gambaran kakak-beradik yang hidup terisolasi di tengah masyarakat dan seharusnya orang-orang peduli dengan mereka.

From Up on Poppy Hill

Film pertama arahan anak pertama Hayao Miyazaki.

Umi Matsuzaki, siswi SMA Isogo tinggal di asrama Coquelicot Manor. Ketika Umi bertemu Shun Kazama, siswa anggota klub jurnalis, mereka memutuskan untuk membersihkan ruangan jurnalis Quartier Latin. Namun, Tokumaru sebagai pemilik sekolah berniat menghancurkan bangunan itu.

Film ini berdasarkan shojo manga berjudul sama karya Tetsuo Sayama dan Chizuru Takahashi. Film ini disutradarai oleh putra pertama Hayao Miyazaki, Goro Miyazaki. Proses pembuatan film ini sempat terhenti akibat gempa dan tsunami pada 2011 lalu.

When Marnie Was There

Kayaknya ini film bakal bikin baper guys…

Anna Sasaki tinggal bersama sanak keluarganya di tepi laut. Suatu hari, Anna melewati rumah yang ditinggal pemiliknya. Di sana, ia bertemu Marnie, gadis misterius yang menyuruhnya untuk merahasiakan keberadaannya. Selama musim panas, Anna menghabiskan waktu bersama teman barunya dan mengetahui kebenaran soal keluarganya.

Ini merupakan film terakhir Studio Ghibli sebelum pihak studio mengumumkan istirahat sementara setelah The Tale of the Princess Kaguya dan pensiunnya Hayao Miyazaki. Film ini juga menjadi karya terakhir sang animator Studio Ghibli, Makiko Futaki. Film ini menjadi pemenang dalam Festival Film Anak Internasional Chicago 2015 dari kategori Best Animated Feature Film.

Arrietty

Penasaran nggak sih?

Sho menghabiskan liburan musim panas di rumah masa kecil ibunya. Di sana, ia bertemu bibinya, Sadako, dan penjaga rumah bernama Haru. Ketika hari pertama, Sho melihat sekilas gadis kecil kembali ke rumahnya melalui ventilasi udara.

Film ini berdasarkan novel The Borrower karya Mary Norton. Hiromasa Yonebayashi menandai debutnya sebagai sutradara di film ini.

Ocean Waves

Ceritanya anak muda banget nih!

Taku Morisaki dan Yutaka Matsuno adalah dua sahabat. Suatu hari, Yutaka jatuh cinta dengan seorang siswi pindahan bernama Rikako Muto. Tanpa Taku sadari, dirinya juga jatuh cinta kepada Rikako.

Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Saeko Himuro. Karena ceritanya yang “anak muda” banget, Studio Ghibli pun memberi kesempatan kepada staf mereka yang usianya lebih muda untuk menggarap film ini demi menghemat biaya. Namun, di luar dugaan biaya produksi malah membengkak. Proses produksi Ocean Waves dibantu oleh beberapa studio animasi seperti J.C.Staff, Madhouse, dan Oh! Production. Film ini menjadi salah satu film Studio Ghibli yang nggak disutradarai oleh Hayao Miyazaki atau Isao Takahata. Tomomi Mochizuki lah yang akhirnya dipercaya menjadi sutradara.

Tales from Earthsea

Film tentang naga, bukan naganya Indos**r tapi.

Kapal pembawa galeri perang terjebak dalam badai. Tiba-tiba, muncul dua naga yang bertarung di angkasa. Kedua naga ini saling bunuh untuk membuktikan mana yang terkuat di antara mereka.

Film ini diadaptasi dari gabungan manga The Journey of Shuna karya Hayao Miyazaki dan keempat buku serial Earthsea karya Ursula K. Le Guin (A Wizard of Earthsea, The Tombs of Atuan, The Farthest Shore, dan Tehanu). Menurut Ursula K. Le Guin, plot dalam film ini sangat jauh berbeda. Meski akhirnya ia mengatakan kecewa dengan hasil akhirnya.

Written by
I'm just a man who likes playing a game, watching movies, tv series, Dragon Ball, Digimon, Attack on Titan, and Kamen Rider.

Is the Story Interesting?

1 0