Hal-hal Yang Diharapkan Untuk Smartphone Terbaru Sony Xperia!

Sony Xperia 1 ii, flagship baru canggih dari Sony!
Flaghsip terbaru Sony Xperia 1 II (Source: suara.com)

Bisa dibilang, Sony adalah salah satu brand besar yang hampir semua lininya ini dikenal oleh banyak kalangan, JoyFriends. Kamu pengen main game, ada Sony Playstation. Kamu pengen motret, ada Sony Alpha. Pengen denger lagu dengan audio berkualitas, ada dukungan audio luar biasa dari Sony Walkman beserta divisi audio lainnya serta musisi-musisi dari Sony Music. Pengen nonton film dan animasi bagus ada Sony Pictures. Mau laptop, ada Sony VAIO, televisi ada Sony Bravia TV. Hampir lengkap lah. Tapi bagaimana dengan telepon genggamnya? Memang Sony memiliki divisi Sony Xperia, tapi sayangnya nggak semaju divisi lainnya, JoyFriends. Meski begitu, Sony sedang berusaha menghapus kesalahannya dengan merilis smartphone flagship terbarunya, yakni Sony Xperia 1 II.

Sebagai salah penggemar Sony, tentu saya pengen dong brand favorit saya ini maju dan nggak ngedokem di situ-situ aja. Yak, artikel ini berisikan opini, keluh kesah dan bayangan saya gimana device flagship Sony seharusnya. Menurut saya pribadi ya JoyFriends, bukan menurut siapa-siapa. Sayang kalau Sony harus kalah dari persaingan smartphone. Tanpa lama-lama lagi, yuk disimak!

Sony Ericsson Xperia Play Versi Update Spesifikasi!

Desain cantik dari Sony Ericsson Xperia Play! Smartphone yang menggabungkan desain PSP Go.

Desain cantik dari Sony Ericsson Xperia Play! (Source: id.priceprice.com)

Nggak bisa dipungkiri kalau Sony adalah salah satu pionir utama dunia dalam dunia gaming. Siapa yang nggak tau dengan Playstation? Nah, dulu tahun 2010, Sony melakukan hal yang luar biasa, yaitu ngerilis Sony Ericsson Xperia Play. Bentuk dari Xperia Play ini menurut saya keren banget, JoyFriends. Mirip-mirip PSP Go dulu; desainnya original dan nggak niru brand lain. Pembuat trend pada masanya. Sayang, meski Xperia Play ini didukung dengan Playstation Store yang dilengkapi beberapa gim pilihan, tapi spesifikasinya bisa dibilang payah, bahkan pada zamannya.

Bayangin aja, resolusi layarnya masih 480, piksel per inchinya hanya ~245, versi androidnya masih Gingerbread 2.3.4, prosesornya single core Snapdragon S2 dengan GPU Adreno 205, memori internalnya 400 MB (busettt.. Mau nyimpen aplikasi apaan cuma 400MB?), RAM-nya pun hanya 512 MB, baterainya juga cuma 1500 mAh. Kamera belakangnya cuma 5MP, bahkan kamera depannya hanya memiliki resolusi VGA. Mungkin dikiranya akan sama kayak PSP Go ya, tapi kan ini sebuah handphone, beda sama PSP.

Mari berandai-andai; coba aja Sony ngeluarin seri flagship tahun 2020 ini dengan desain yang sedikit diperbarui tetapi masih dengan game-padnya, kemudian spesifikasinya seperti Sony Xperia 1 II dengan Snapdragon 865, Adreno 650, layar OLED dengan kerapatan piksel ~643, refresh rate layarnya 120 Hz, memori internalnya paling kecil 128GB dengan RAM minimal 12GB. Kebayang nggak akan kayak gimana nanti gaming experience-nya? Meski saya pribadi nggak main PUBG, tapi saya main banyak gim lainnya; saya ngebayangin misal main Real Racing 3 atau Asphalt 9, main serial Final Fantasy, atau serial Dynasty Warriors (meski gim official andorid-nya baru ditutup). Belum kalau ada gim eksklusif kayak di Xperia Play ini. Pastinya akan bersaing sengit bukan hanya dari flagship seperti Samsung Galaxy, tetapi juga handphone khusus gaming seperti ROG Phone II, atau Blackshark Pro II. Atau nanti akan dikalahkan oleh tablet Alienware yang memiliki kemampuan gaming seperti Nintendo Switch.

Belum lagi kalau ditambah hal-hal di bawah ini, JoyFriends!

Dukungan Kamera Sebaik Sony Alpha!

Integrasi Sony Xperia dan Sony Alpha!

Rasanya pengen kalau Sony Xperia punya kualitas gambar sebagus Sony Alpha! (Source: Kompas Tekno)

Selain terkenal dengan Playstation-nya, Sony juga lagi naik daun banget dalam divisi kamera dengan Sony Alpha-nya. Dalam iklan-iklan smartphone Sony, seringkali Sony memamerkan memiliki sensor milik Sony sendiri seperti Exmor R, Exmor RS, ataupun yang terbaru Sony IMX700 dipadukan dengan lensa besutan Carl Zeiss, atau bahkan mungkin lensa buatan Sony sendiri. Banyak smartphone bahkan Samsung Galaxy S20 maupun iPhone 11 aja menggunakan sensor Sony. Poinnya gini, banyak produsen smartphone besar mau pake sensor Sony, tetapi kenapa jarang ada yang mau beli smartphone Sony karena kameranya? Kenapa dengan sensor yang sama, kamera pada smartphone Xperia nggak sebagus di Samsung atau di iPhone?

Faktornya sebenernya banyak, JoyFriends. Meski sensor dan lensanya udah bagus, tapi dukungan prosesi oleh software juga penting. Hal inilah yang mungkin kurang baik pada devide milik Xperia. Bahkan Sony seperti dikalahkan oleh kompetitornya seperti Samsung, Apple, Google Pixel, Huawei, dan brand lainnya. Ini adalah salah satu ironi yang cukup nyata. Tapi, mungkin orientasinya Sony sekarang lebih ngejual sensornya dibanding produksi smartphone Xperia dengan hasil kamera terbaik. Ngebayangin kalau semuanya akan bagus banget seperti kualitas kamera Sony Alpha; entah dari lensa wide, ultra-wide, telephoto, atau apapun itu.

Bayangin, udah punya dukungan hardware terbaik untuk gaming dan kamera, makin lengkap kalau smartphone flagship Xperia memiliki fitur di bawah ini!

Dukungan Chip dan DAC sebaik DAP Sony Walkman!

Digital Audio Player yang cantik dari Sony! (Source: Jagat Gadget)

 

Kalo yang ini mungkin hampir semua orang pernah denger kebesaran nama Walkman. Gawai audio portabel untuk kaset dan CD (sebelum namanya berganti menjadi Discman) ini begitu digemari kawula muda pada zamannya, bahkan hingga kini masih ada orang yang mencari barang legenda audio ini. Tapi, Walkman nggak pernah mati sebagai barang nostalgia aja, atau menjadi sebuah nama di handphone milik Sony seperti Live With Walkman dan aplikasi pemutar musik di handphone Xperia aja, JoyFriends.

Kini, Sony Walkman tetap menjadi sebuah brand audio kenamaan dengan produk DAP alias Digital Audio Player kenamaan yang dilengkapi chipset dan DAC (Digital to Analog Converter) sebagai pendukung resolusi audio besar dan digemari audiophile dengan ciri khas sound yang cenderung bright. Belum lagi dengan kualitas earphone maupun headphone serta perangkat audio lainnya yang dimiliki Sony.

Ngebayangin kalau Walkman dalam smartphone Xperia ini bukan hanya gimmick nama belaka, tetapi semuanya beneran diaplikasikan ke dalam telepon genggam besutan Sony ini. Bukan dengan ngilangin headphone jack seperti pada Xperia 1 kemarin; meski langsung diperbaiki di Xperia 1 II, JoyFriends. LG aja berani ngasih quad DAC untuk produk flagship-nya. Harusnya Sony juga berani mengambil langkah ini sebagai pembeda dengan merk-merk lainnya.

Kualitas Layar Sebaik Sony Bravia

(Source: GSMarena.com)

Dulu, ini adalah salah satu hal yang dikritik untuk smartphone besutan Sony. Gimana nggak, waktu Xperia Z misalkan, yang lain sudah pakai panel AMOLED, OLED, IPS, Sony masih menggunakan panel TFT. Padahal waktu liat iklannya tuh kayak ngejanjiin banget ada Bravia Engine, Triluminos Display, X-Reality Engine, segala macem, yang dijamin punya layar yang kaya warna dan nyaman diliat. Nyatanya, viewing angle-nya jelek. Reproduksi warnanya pun nggak maksimal.

Meski begitu, Sony udah memperbaiki kesalahan ini hingga ke lini terbarunya seperti Sony Xperia 1 II yang sudah menggunakan panel OLED. Tapi yah, rasanya udah telat aja, JoyFriends. Harusnya dari dulu kayak gini.

Desain Unik Khas Sony

Desain lampu yang unik pada Xperia S. Kapan Sony bikin yang unik kayak gini lagi? (Source: Android Central)

Sony emang terkenal dengan bahasa desainnya yang keren-keren, bahkan di smartphone Xperia. Saya suka desain unik pada seri S, P, dan U. Saya suka desain mereka pada seri T, V, dan L. Semenjak seri Xperial Z, Sony mengadopsi yang mereka sebut dengan omni-balance design, jadi setiap sudut presisinya sama. Tetapi dengan rilisnya Xperia XZ2, Sony mulai dikritik karena desainnya yang mulai mengikuti produsen smartphone lain. Dengan rilisnya Sony Xperia 1, Sony seakan menjawab keluhan-keluhan para penggemarnya; ia lahir dengan keunikan lainnya, yakni format 21:9, JoyFriends.

Integrasi Ekosistem

Ngebayangin nggak sih kalau Sony majuin ekosistem yang udah dipunya? (Souce: Digital Trends)

Selain beberapa divisi di atas, Sony juga terkenal dengan divisi lainnya, seperti Sony VAIO, Sony Pictures, Sony Music, software Sony Vegas, dan lain-lain. Nah, bayangin kalo Sony punya integrasi ekosistem kayak Apple? Jadi antar divisi itu terasa saling ngedukung dan beneran satu perusahaan. Hal yang terasa dengan Sony ini adalah, masing-masing divisi ini kayak terasa kurang akrab atau hangat antara divisinya. Persaingannya kerasa banget.

Mungkin juga ini alasannya kenapa Sony rasanya ngasih teknologi ke Xperia ini kayak setengah-setengah, nggak semateng Apple atau Samsung. Saya juga yakin kalau Sony bisa bangun ekosistem sekeren Apple, atau bahkan lebih, mengingat banyak lini-lini yang dimiliki oleh Sony.

After Sales

Ini yang saya keluhkan sewaktu menjadi pengguna Sony Xperia. Pengalaman ini hanya di Indonesia ya JoyFriends, saya kurang tau kalau pelayanan Sony Xperia di luar. After sales-nya bisa dibilang buruk, pun ternyata banyak yang mengeluhkan hal yang sama. Ini salah satunya mengapa Sony Xperia sulit bersaing dengan Samsung.

Service Center-nya lama banget. Handphone saya dulu Sony Xperia L, kasusnya mati tiba-tiba dan ternyata kena di IC power-nya. Pengerjaannya hampir dua minggu, bahkan seinget saya hampir sebulan. Mana saya lagi butuh banget telepon genggam pada waktu itu.

FINAL VERDICT

(Source: Sony)

Semua hal di atas adalah murni opini pribadi saya sebagai mantan pengguna Sony Xperia yang sedih Xperia udah nggak ada lagi toko resminya di Indonesia. Pun, Sony juga sepertinya cukup batu dengan pendiriannya, hingga baru tahun 2018 diperbaiki perlahan-lahan; cukup sulit menyaingi Samsung, Huawei, One Plus, Pixel, Oppo, dan brand lainnya.

Kesimpulannya, saya itu ngebayangin gimana kalau Sony selanjutnya mengeluarkan flagship dengan desain original-nya atau dengan desain has PSP Go atau PS Vita yang memiliki game pad dengan spesifikasi terbaru plus layar 120 Hz serta dukungan gim eksklusif dari PSN, kamera sekelas Sony Alpha, sound sekeren DAP milik Sony Walkman, layar senyaman Sony Bravia, integrasi ekosistem yang matang, serta service center yang lebih memadai. Jangan lupa dengan baterai minimal sebesar 5000 mAh atau maksimal 6000 mAh. Karena dengan pembeda itu lah, Sony bisa ngeyakinin calon pembelinya untuk memilih Sony dibanding brand lainnya.

Tapi mungkin juga Sony sulit untuk menyatukan divisinya karena takut tidak akan ada yang membeli produk lainnya kalau semuanya ada di Sony Xperia. Ada pula yang beranggapan semua ini karena Sony tidak lagi bersama Ericsson. Yah, pastinya sih Sony yang lebih tau gimana dalam perusahaannya mereka, ini semua hanya opini dari fans Sony yang merindukan Sony masuk ke dalam pemain utama smartphone lagi.

Nah, kalau artikel di atas menurut JoyPixel, gimana smartphone idaman kamu, JoyFriends?

Cek untuk lebih banyak lagi artikel tentang TEKNOLOGI dan tulisan-tulisan menarik lainnya dari Muhammad Iman Ramadhan Joyfriends.

Pemain bass di sonicwaves | Gemar memotret | Menulis di JoyPixel dan blog pribadi | Demen musik, film, series, game, komik, gadget dan banyak hal lainnya, makannya cocok kan di JoyPixel.

Is the Story Interesting?

2 0