Huawei Rilis Mate 30 Pro, Cara Sekaligus Tantangan Huawei Untuk Survive Dalam Industri

(Doc. Iman Ramadhan/JoyPixel)

Huawei kini tengah mengalami masalah pelik karena embargo oleh Donald Trump yang melarang perusahaan Amerika Serikat termasuk Google dengan Android-nya untuk memiliki hubungan kerja dengan perusahaan asal Tiongkok, Huawei. Padahal kini Huawei tengah menjadi pelopor teknologi koneksi terbaru 5G yang pastinya cepet banget, JoyFriends. Udah gitu, device Huawei kini sudah cukup banyak diakui oleh pecinta teknologi sebagai salah satu handphone kualitas premium yang memiliki kamera terbaik nan futuristik, performa yang nggak usah ditanyain lagi kencengnya, build quality-nya yang kokoh, desain dan layar cantik, pokoknya ngebawa Huawei ini bertarung dengan dua produsen besar smartphone seperti Samsung Galaxy dan iPhone milik Apple.

Mungkin bagi sebagian orang Indonesia, merk Huawei masih identik dengan sebuah handphone yang bekerja dengan merk provider lokal, Esia. Seperti Esia Hidayah, Esia Merdeka, Esia Kasih, Esia Slank, dan lain-lain. Tapi itu sekitar sepuluh tahun hingga lima belas tahun yang lalu. Kini seperti merk lainnya yang dulu memproduksi feature phone, Huawei bermetafora jadi salah satu produsen smartphone terkemuka dengan inovasi-inovasi yang dihasilkan. 

Sekarang tinggalkan bayangan kamu tentang feature phone Esia dengan Huawei, dan hadapi serta pikirkan ulang yang kini ada di depan mata, sesuai tagline-nya, Rethink Possibilites. Ini adalah cara Huawei untuk survive dalam pesatnya persaingan industri telekomunikasi, sekaligus semacam deklarasi tantangan dari Huawei yang seakan berkata: “Nih, gue tetep bisa inovasi, gue tetep bisa berkarya meskipun dibatasi oleh embargo, gue sekarang bisa bikin standar baru dalam flagship.”

Tanpa basa-basi, Huawei memperkenalkan flagship terbarunya, Huawei Mate 30 Pro, di Indonesia pertama kali pada Kamis (14/11/2019) di ICE Hall Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta Pusat. 

“Kami senang sekali akhirnya bisa menghadirkan handphone flagship kami di penghujung tahun 2019,” ujar Lo Khing Sheng, Deputy Country Director Huawei Consumer Business Group. “Huawei Mate 30 Pro, seperti seri Mate sebelumnya, akan menentukan standar baru bagi smartphone seri flagship, mulai dari performanya, desain, hingga teknologi fotografi mobile-nya yang sudah diakui oleh berbagai pihak.”

Lalu, apa aja sih yang spesial dari Huawei Mate 30 Pro ini? Apakah akan bisa meramaikan dunia teknologi seperti seri P30 Pro-nya? Apakah ini jawaban yang tepat dari Huawei?

Sebelum masuk ke overview lebih dalam tentang kemewahan dan teknologi gokil yang dibawa, saya pengen sedikit curhat mengenai setiap brand elektronik yang menyantumkan nama Pro dalam produknya. Ngerti sih maksudnya biar menyasar kalangan Profesional. Tapi lama-kelamaan jadi overused dan cenderung kurang matang menamai produknya, hingga semisal mencantumkan nama Pro itu biar terkesan premium. Misal nih, Xiaomi Redmi Note 8 Pro, Xiaomi Mi Note 10 Pro, KZ ZSN Pro, KZ ZS10 Pro, Realme X2 Pro, Realme 5 Pro, iPhone 11 Pro, iPhone 11 Pro Max, Vivo V17 Pro, dan banyak produk lainnya. Yah, ini hanya pendapat subjektif saya pribadi aja sih, JoyFriends. Lanjut yah.

Kira-kira fitur apa dan keunggulan apa aja sih yang dihadirkan oleh Mate 30 Pro ini? Yuk, disimak.

DESAIN FUTURISTIK

(Doc. Iman Ramadhan/JoyPixel)

Salah satu yang bikin kepincut pertama kali ngeliat Huawei Mate 30 Pro ini adalah desain depannya yang cantik: minim bezel, lengkungan layar Horizon Display  yang tumpah-tumpah 88 derajat, sampai notch ultra narrow-nya yang nggak keliatan aneh kayak Pixel 3. Mate 30 Pro sudah menggunakan USB Type C yang bisa digunakan untuk USB on the go.

Bagian depannya hampir tertutup semua hingga kurang lebih 94.1% screen to body ratio, oleh layar OLED yang cantik. Meski terlihat tajam, layarnya masih beresolusi FHD+ belum sampai qHD seperti flagship lain. Pixel per-inch density-nya juga hanya 409, sedikit di bawah kompetitornya.

Uniknya, semua cukup terobati ketika melihat Mate 30 Pro ini memakai DCI-P3, ruang warna RGB untuk proyeksi film digital standar industri perfilman Amerika. Belum puas lagi, Mate 30 Pro menggunakan teknologi HDR10, yang membuat konten videomu terlihat begitu bagus karena bisa dua kali lebih cerah, koresponden kontras, dan color palette yang luas. Meski HDR10 sudah bukan teknologi paling canggih dalam sebuah layar.

Bagian belakangnya kelihatan empat buah kamera yang hitam menonjol nampak elegan sekaligus sedikit aneh di kelilingi cincin halo. Kesan elegan ini diperkuat dengan warna silver space yang kelihatan mewah nan futuristik. Tapi, kamu harus hati-hati saat memegangnya, karena Mate 30 Pro ini gampang banget ngoleksi sidik jari.

Saat dipegang, build quality-nya sangat kokoh, tipis, serta terasa begitu mewah nan ergonomis. Durabilitasnya nggak usah diraguin lagi karena body-nya sudah berbahan kaca Gorilla Glass 6 di depan dan belakang serta frame-nya berbagan alumunium, ditambah smartphone besutan Tionghoa ini memiliki sertifikat IP68 yang anti air dan debu sampai kedalaman dua meter dalam jangka waktu 30 menit. Belum lagi  Mate 30 Pro memiliki bobot sekitar 198 gram dan lebar 8.8mm yang bikin genggamannya terasa pas. Sayangnya, handphone ini nggak memiliki headphone jack.

Ada satu hal lagi yang unik, JoyFriends, yaitu hilangnya speaker pada handphone ini. Nah loh? Tapi jangan panik, Mate 30 Pro sudah dilengkapi dengan Huawei Acoustic Sound Display, yang di mana audionya berada di dalam layar.

PERFORMA KENCANG DENGAN MEMORI LEGA

(Doc. Iman Ramadhan/JoyPixel)

Di saat flagship lain menggunakan prosesor besutan Qualcomm Snapdragon 855 atau 855+, atau Samsung dengan prosesor Exynos 9825, Apple dengan prosesor terbarunya A13 Bionic-nya, Huawei dengan pedenya (dan harus) pake prosesor buatan sendiri yang kenceng banget, yaitu chipset Huawei Octa-Core Kirrin 990 dengan proses 7nm yang diklaim memiliki performa 23% lebih baik dari kompetitornya.

Huawei Kirrin 990 ini dilengkapi tiga tingkat arsitektur daya untuk CPU, arsitektur Da Vinci NPU (large dual-NP + tiny NPU core) serta supersize 16-core Mali G-76 MP16 GPU (bukan yahud) yang pastinya bikin device ini makin memiliki daya yang efisien serta performa yang nggak usah diraguin lagi.

Prosesor yahud ini akan mendukung jaringan 2G/3G/4G dengan fitur Dual SIM, Dual Standby, dan band FDD/TDD frekuensi penuh untuk memberikan konektivitas kenceng kayak jalan tol kalau lagi kosong.

Udah prosesor, grafis, dan koneksi yang kenceng bisa buat nge-gim dan ngedit anti-lemot, tapi buat apa yakan kalau hp nya panas kayak setrikaan. Jangan khawatir, Mate 30 Pro untungnya dilengkapi dengan sistem pendingin multi-dimensi.

Buat install gim dan aplikasi serta nyimpen foto serta video atau apapun itu kamu nggak usah pusing dan takut lemot, JoyFriends. Pasalnya, Huawei Mate 30 Pro ini sudah hadir dengan penyimpanan sebesar 256GB dan bisa ditambah penyimpanan eksternal hingga 256GB juga, yang kamu harus berbagi dengan slot SIM card kalau kamu ingin pakai dua SIM Card.

KAMERA SINEMATOGRAFI YANG MEMUKAU

(Doc. Iman Ramadhan/JoyPixel)

Ini nih, salah satu faktor yang membuat nama Huawei begitu melejit di kalangan pecinta teknologi: Kamera. Huawei dulu sempat mengejutkan pecinta teknologi dengan seri P30 Pro-nya, dan sekarang kembali mengejutkan pecinta teknologi dengan Mate 30 Pro-nya ini. Kerennya saat launching di Jakarta kemarin, sudah ada langsung booth untuk nyoba fitur-fitur baru nan keren dari Huawei Mate 30 Pro ini yang dinamai Experience Zone. Di booth itu, kita bisa nyobain langsung kehandalan kamera Mate 30 Pro ini, mulai dari low light, hingga super slow motion, JoyFriends.

Huawei Mate 30 Pro sudah dilengkapi dengan empat kamera belakang yang terdiri dari dua kamera utama 40 MP Cine Camera Ultra Wide Angle Lens dengan bukaan 1/1.54” dengan sensor CMOS serta ISO 51,200 dan 40 MP SuperSensing Camera dengan bukaan 1/1.7” dan ISO hingga 409,600! Dua kamera lainnya adalah 8 MP Telephoto Lens dan 3D Time of Light Camera, untuk memberikan foto bokeh yang menawan. Salah satu faktor yang bikin kamera ini keren adalah optik lensa yang dibuat oleh merk kamera profesional ternama, Leica. Saya malah nggak ngerti kenapa hal ini nggak terlalu ditonjolin saat press conference ataupun dari press release yang dikasih.

Kamera 8MP Huawei Telephoto Camera-nya menawarkan 3x optical zoom, 5x hybird zoom, hingga 30x digital zoom. Belum lagi ditambah Optical Image Stabilation (OIS), AI Stabilation (AIS), serra 3D Depth Sensing di kamera depan dan belakang, melengkapi teknologi fotografi yang ada di handphone canggih ini. Jadi kamu bisa ambil foto yang backgroundnya ngeblur jadi lebih nyata, terus kalau kamu foto malem-malem jangan takut kameranya jelek atau nggak keliatan apa-apa. Ditambah kalau kamu motret pemandangan atau suasana, kamera wide angle-nya Mate 30 Pro ini boleh banget kamu coba, JoyFriends.

Khusus swafoto alias selfie, kamera depannya sudah diberi resolusi 32 MP dengan bukaan f/2.0 yang wide dan pastinya bisa buat dalam keadaan gelap. Mungkin biar muka kita keliatan gitu ya dalemnya idung ada apa. Hehe bercanda deng. Yang pasti pas kamu swafoto saat kondisi apapun, kamera depan Mate 30 Pro ini udah siap sedia nampilin yang terbaik.

Di sektor videografi, Mate 30 Pro sudah bisa mengambil video dengan resolusi 4K hingga 60fps dengan sangat stabil. Dengan empat konfigurasi lensa ini, menurut sineas film Angga Sasonko (Filosofi Kopi, Surat Dari Praha, Wiro Sableng) saat launching Huawei Mate 30 Pro ini, ia mengatakan kalau kamera yang ada di Mate 30 Pro ini bahkan sudah bisa menghasilkan sebuah film. Menurutnya pula, super slow motion yang memiliki 7680fps sangat mengagumkan, detailnya terbilang bagus banget, seperti kamera profesional mahal. Pokoknya, cobain sendiri deh, JoyFriends!

SENTUHAN-SENTUHAN AJAIB

(Doc. Iman Ramadhan/JoyPixel)

Yap, dengan desain layar yang tumpah-tumpah, ada satu fitur inovasi lain dari Huawei yang diberi nama Intuitive Side-Touch Interaction, menggantikan tombol fisik volume. Caranya cukup gampang, kamu hanya perlu mengetuk dua kali di bagian tepi layar yang melengkung, bisa di tepi kanan maupun tepi kiri. Canggih bukan?

Standar keamanan di handphone ini juga nggak usah diraguin lagi. Flagship terbaru Huawei ini sudah menambahkan sensor finger print di dalem layar. Jadi kalau kamu butuh cepet, kamu tinggal taruh jari kamu di layar, nggak nyampe 0.3 detik handphone-nya udah kebuka, ngebaca jari kamu. Belum lagi ada teknologi canggih dari Huawei yang dinamakan Suspension Sensing, kamu nggak perlu lagi repot-repot jari kamu menyentuh layar, cukup taruh di atasnya saja untuk membuka atau menutup handphone dengan cepat.

Makin lengkap lagi dengan dukungan 3D Face Unlock yang didukung dengan teknologi kamera yang sudah kita bahas tadi, 3D Depth Sensing Camera. Jadi kamu hanya tinggal tarun handphonenya di depan muka kamu, ujug-ujug udah kebuka dengan sangat cepat.

Terus nih, kalau kamu lagi mager gitu nyentuh layar, kamu bisa banget geser-geser halaman atau buat tangkapan layar cuma pake tangan kamu yang berjarak maksimal 20 cm pake fitur asik Swing Gesture yang didukung AI Gesture Control, JoyFriends. Fitur favorit saya sih dari Swing Gesture ini bisa ngebaca biometrik pengguna, jadi Mate 30 Pro ini secara otomatis rotate ngikutin gerak mata kamu, JoyFriends.

BATERAI TAHAN LAMA

(Doc. Iman Ramadhan/JoyPixel)

Kayaknya ketahanan baterai jadi salah satu pertimbangan orang untuk membeli suatu handphone, deh. Nah, Huawei Mate 30 Pro ini memiliki jawaban dari pertimbangan kamu, JoyFriends. Saat memberi pengalamannya di atas panggung, penyanyi sekaligus dokter dan fotografer Tompi mengatakan, “Harus jujur kan, ya? Ya, salah satu yang paling saya salut adalah daya tahan baterainya. Saya sudah pakai 3 hari, dan sudah dua hari dipakai, baru di-charge pagi ini.”

Semua itu karena Huawei Mate 30 Pro ini memiliki baterai sebesar 4500mAh, yang diklaim dapat bertahan selama dua hari dengan pemakaian normal. Selain itu, JoyFriends, Mate 30 Pro ini sudah dilengkapi dengan teknologi Fast Charging khas Huawei, Huawei 40W SuperCharge Technology yang bisa mengisi baterai handphone-mu dari 0% hingga 70% hanya dalam waktu 30 menit saja. 

Nggak kalah canggih, Mate 30 Pro ini sudah dilengkapi dengan wireless charging, 27W Wireless SuperCharge Technology yang bisa mengisi daya baterai dua kali lebih cepat dari charger standar untuk kamu yang senang menggunakan wireless charger. Tetapi ini belum dalam boks penjualan yah, artinya kamu harus beli terpisah. Bahkan, Mate 30 Pro yang baterainya tahan lama ini bisa juga jadi powerbank untuk perangkat kamu yang lain, lho. Nggak tanggung-tanggung, kecepatannya tiga kali lebih cepat dengan fitur andalan Huawei, Wireless Reverse Charging.

Soal masalah absennya Google Play Store, nggak usah takut, JoyFriends. Handphone ini akan tetep bisa install semua aplikasi favorit kamu, kok. Seperti yang diperagakan langsung oleh Training Director Huawei CBG, yang melakukan hal riskan dengan mirroring Mate 30 Pro-nya ke layar agar membuka aplikasi seperti WhatsApp dan Facebook pribadinya agar para konsumen percaya. Sebuah langkah yang berani, dan hal ini disaksikan oleh banyak awak media serta tamu eksekutif penting.

Pada akhirnya, Huawei Mate 30 Pro ini cocok banget deh buat kamu dengan segala kesibukanmu. Kamu traveler, handphone ini siap dengan tahan air dan baterai yang tahan lama serta kameranya yang siap di segala kondisi. Kamu fotografer ataupun videografer, handphone ini udah siap. Kamu mau pakai kerja untuk word, excel, power point, juga udah siap nemenin portabilitas kamu. Kamu iseng galau di shower kayak drama-drama sambil mandiin handphone juga bisa. Huawei Mate 30 Pro ini dibandrol dengan harga Rp12,499,000 aja, JoyFriends. 

Mate 30 Pro ini sudah bisa kamu Pre-Order mulai dari tanggal 15 sampai 22 November 2019 di 15 toko yang terdaftar. Cocok kan abis gajian? Hehe. 

Udah gitu kalau kamu ikut Pre-Order, kamu berkesempatan untuk menikmati berbagai keuntungan yang diberikan Huawei. Contohnya nih kamu akan dapet tambahan jaminan 12 bulan dan 3 bulan garansi layar, FreeLace dan casing ponsel, kupon Huawei senilai Rp350,000 untuk pembelian aplikasi di Huawei AppGalery dan subsidi hingga Rp1,000,000 untuk program trade-in.

Akhir kata, inilah jawaban dari Huawei atas embargo yang tengah dihadapi serta tantangan dari Huawei kepada brand lain, karena Huawei sudah menetapkan standar baru untuk sebuah handphone flagship.

 

 

Seorang mahasiswa yang hobinya kuliah sekaligus figuran di band @nextgentheband & @valdivieso_band | Gemar memotret di akun @ishoothem dan menulis gan

Is the Story Interesting?

1 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.