Kesan 3 Episode Awal Kamen Rider Zero-One; Awal Yang Bagus

Era Heisei ditutup oleh Kamen Rider Zi-O yang bisa dibilang kurang memuaskan, Era Reiwa dibuka dengan Kamen Rider Zero-One. Serial yang udah tayang sejak 1 September lalu ini menyuguhkan cerita yang sangat modern. Kalau dibandingkan dengan serial era Heisei, Kamen Rider Zero-One mengambil pendekatan teknologi. Berikut ini kesan dari serial Zero-One yang udah berjalan 3 episode. Tulisan ini dibuat sebelum episode 4 tayang.

EPISODE 1: KARAKTER DIJELASKAN CUKUP BAIK

duet Aruto & Izu (doc. Toei Hero MAX 60)

Di awal episode 1 disuguhkan Direktur Hiden Intelligence, Korenosuke yang menjelaskan singkat tentang Humagear, baik kemampuan mereka maupun tujuan dibuatnya. Karakter utama serial ini adalah Aruto, cucu dari Direktur Hiden Intelligence yang lebih suka berkomedi dibanding menjadi penerus kakeknya. Impiannya sederhana: ingin bikin orang-orang tertawa. Sayangnya, komedinya receh dan penonton malah nggak suka.

Di tengah kedamaian antara Humagear dan manusia, muncullah Metsuboujinrai.NET. Diisi oleh Horobi dan Jin, mereka adalah teroris yang ingin menggunakan Humagear untuk kejahatan. Karakter Jin mengingatkan kita dengan Pallad (Ex-Aid) yang sifatnya agak kekanak-kanakan. Sementara, Horobi lebih tenang dan misinya membuat Humagear menjadi jahat (Magear) masih misterius.

Pasukan A.I.M.S muncul dengan elegan layaknya satgas yang siap menangani bahaya dan teror. Karakter Fuwa dan Yua sebagai anggota A.I.M.S pun udah dijelasin dengan singkat. Fuwa lebih berapi-api, menyerang tanpa mikir, sepertinya dia punya dendam sama Humagear. Sementara, Yua lebih tenang.

Kemunculan Izu menjadi salah satu bagian yang menarik. Sebagai heroine, Izu adalah Humagear yang mungkin menjadi peninggalan kakek Aruto sebelum meninggal. Duet Izu-Aruto di awal cukup menarik karena Izu bisa menjelaskan joke-nya Aruto.

Jun Fukuzoe sebagai wakil direktur Hiden Intelligence juga berperan bagus. Kalau ada karakter yang bisa dibenci, Jun-lah orangnya. Orangnya ambisius dan akan melakukan apa aja untuk menjadi direktur. Meski diperankan oleh komedian Kazuya Kojima, di sini beliau nggak cuma ahli komedi tapi juga bisa menjadi karakter yang serius.

Debut Zero-One di sini juga cukup bagus. Jadi, Aruto nggak langsung bisa henshin gitu aja. Namun, harus belajar dulu. Yang menarik adalah kemunculan belalang saat Authorize tentu mengingatkan kita dengan Rider era Showa dan Heisei yang memiliki base form belalang juga.

Di episode awal ini, Yuya Takahashi selaku penulis cerita udah berkembang. Dibanding awal cerita Ex-Aid yang dia tulis, awal Zero-One justru lebih bagus. Nah, suit actor untuk Zero-One kali ini adalah Yuya Nawata. Seiji Takaiwa yang selalu dipercaya sebagai suit actor Rider utama, menyatakan akan istirahat lebih dulu. Dia berpendapat era baru harus diteruskan ke generasi baru.

EPISODE 2: BENARKAH HUMAGEAR ADALAH HARAPAN MANUSIA?

duet Fuwa & Yua (doc. Toei Hero MAX 60)

Episode 2 ini, Aruto mulai menjalani hidupnya sebagai Direktur. Namun, insiden di episode 1 membuat dirinya harus bertemu dengan duet dari A.I.M.S., Yua dan Fuwa. Mereka berdua mengira Humagear yang lepas kendali adalah ulah Hiden Intelligence. Salah satu yang menarik di episode ini, cuma Fuwa yang paham joke recehnya Aruto.

Metsuboujinrai.NET kembali berulah. Namun, kali ini lebih ekstrim. Magear menyerang kantor Hiden Intelligence dan menyerang orang-orang. Izu yang menyarankan Aruto untuk berubah menjadi Zero-One tanpa sepengetahuan A.I.M.S., adalah bagian yang menarik. Soalnya, berubah secara sembunyi-sembunyi adalah tradisi Rider era Showa.

Di episode ini juga menyajikan 2 Magear sekaligus. Hal yang sebenernya cukup jarang dilakukan di awal serial. Namun, dari 2 musuh ini kita disuguhin kalau Fuwa dan Aruto punya pendapat berbeda soal Humagear: apakah Humagear itu benar-benar harapan bagi manusia atau musuh manusia.

Aruto berperan penting di episode ini. Dia menjelaskan sebab Humagear jadi jahat dan cara dia memperkenalkan diri sebagai Direktur dan CEO cukup elegan. Lalu, ditutup dengan joke recehnya yang bikin para jurnalis terdiam.

Di episode 2 ini, latar belakang Fuwa membenci Humagear pun terungkap. Dia pun mengerahkan semua kebenciannya membuka Progrise Key. Debut Kamen Rider Vulcan di episode 2 ini bagus dari desain kostum maupun proses henshin-nya.

EPISODE 3: RAHASIA ARUTO TERUNGKAP

 

Setelah 2 episode tanpa opening, episode 3 ini menyuguhkan opening. Lagu berjudul REALxEYEZ yang dibawakan duet Takanori Nishikawa (T.M.Revolution) dan J (LUNA SEA) benar-benar bagus. Opening serial Kamen Rider kembali bernuansa rock setelah sebelumnya Kamen Rider Drive.

Di opening ini kita disuguhin 5 Rider yang muncul di serial ini. Selain Zero-One, Vulcan, dan Valkyrie, duet Horobi dan Jin dari Metsuboujinrai.NET juga berubah menjadi Rider. Salah satu yang menyita perhatian di opening ini adalah Izu yang ditunjukkan masih berambut panjang. Apakah Izu versi rambut panjang ini ada hubungannya dengan insiden Daybreak yang sempat dijelaskan Fuwa di episode 2?

Di episode ini, perkembangan karakter Aruto mulai terlihat. Dia orang yang nggak gampang nyerah untuk mengenalkan teknologi Humagear kepada orang lain. Semangat Aruto untuk meyakinkan pemiliki kedai sushi adalah hal yang berkesan di episode ini.

Izu juga nunjukin perkembangan yang bagus. Jika di 2 episode awal dia menjelaskan joke receh Aruto, kali ini dia sendiri yang meniru joke receh bosnya.

Fuwa tidak mendapat sorotan banyak di episode 3. Namun, tetap aja kemunculannya dinanti. Apalagi saat ketemu Zero-One, dirinya harus tahu siapa Zero-One itu. Meski udah tahu Metsuboujinrai.NET-lah dibalik Humagear jadi jahat, Fuwa rasanya udah mulai tenang.

Meski Yua sifatnya tenang, tapi dia cerdas. Meski nggak menganggap Humagear jahat sepenuhnya, dia menganggap Humagear itu hanyalah alat. Yua juga licik ketika menggunakan Humagear untuk mengawasi Aruto. Dari mengamati Aruto, diketahui bahwa data Progrise Key yang harusnya lenyap saat insiden Daybreak ternyata ada di Hiden Intelligence. Menarik ditunggu apa yang akan dilakukan pimpinan A.I.M.S setelah mengetahui hal ini.

Di episode ini ditunjukin gimana caranya Progrise Key dibuat. Meski di episode 1 udah ditunjukin, tapi itu adalah hal yang wajar karena menjadi base form-nya Zero-One. Satelit ZEA membuatnya berdasarkan data pertarungan yang dijalani Zero-One. Form Biting Shark menjadi lawan yang sepadan bagi Neohi Magear meski finisher-nya sedikit lebih panjang daripada base-form.

Debut Valkyrie di episode ini masih ada kurang. Henshin-nya Yua lebih tenang dibanding Fuwa. Cara bertarungnya dengan mengandalkan kecepatan bisa menjadi senjata yang cukup mematikan. Valkyrie sepertinya akan menjadi Rider yang aksinya patut ditunggu ke depannya.

KESIMPULAN

Kamen Rider Zero-One sepertinya akan menjadi serial yang menarik untuk ditonton. Perkembangan karakter di setiap episode-nya cukup bagus. Meskipun ada beberapa hit and miss di beberapa bagian, rasanya tertutupi dengan eksekusi yang bagus. Semoga saja Yuya Takahashi selaku penulis semakin menyuguhkan cerita yang makin menarik mengingat ini adalah Rider pembuka era Reiwa.

Yang menarik adalah Toei juga merilis episode Kamen Rider Zero-One di kanal YouTube TV Asahi. Awalnya, Toei tidak menerapkan region lock. Sayangnya, region lock diterapkan ketika episode 2 tayang. Masih belum tahu apa alasan Toei melakukan ini. Ke depannya, semoga Toei bisa seperti Tsuburaya yang menyajikan serial Ultraman tanpa region lock. Apalagi Tsuburaya kini juga mulai menyajikan serial Ultraman lawas di kanal mereka.

Written by
"The less you know, the better." -Michael Scofield-

Is the Story Interesting?

1 0

Kesan 3 Episode Awal Kamen Rider Zero-One; Awal Yang Bagus

Written by
"The less you know, the better." -Michael Scofield-

Is the Story Interesting?

0 0