Kisah Perjalanan Hayao Miyazaki di Dunia Manga dan Anime

Karir profesional seorang Hayao Miyazaki dimulai pada 1969, saat karya pertamanya Puss in Boots diterbitkan. Manga berjumlah 12 bab ini diciptakan sebagai bentuk promosi dari film karya beliau berjudul Yabuki. Di tahun yang sama, beliau menciptakan karya manga juga berjudul People of the Desert.

Namun, karya tersukses Miyazaki berjudul Nausicaä of the Valley of the Wind yang ditulis mulai 1981 hingga 1994. Manga ini sendiri sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan terjual jutaan kopi di seluruh dunia!

Lalu bagaimana dengan karirnya di dunia anime?

Miyazaki memulai karir animasinya memang lebih dulu dibanding karirnya di manga, yaitu sejak 1963 ketika beliau bergabung dengan Toei Animation. Di studio animasi yang terkenal dengan anime One Piece dan Dragon Ball ini, Miyazaki bekerja sebagai seorang seniman yang menggambar adegan di antara dua keyframe pada film animasi Wanwan Chushingura dan juga serial animasi Wolf Boy Ken.

Tahun 1965, beliau mendapat pengakuan setelah membuat ending film Gulliver’s Travels Beyond the Moon lebih bagus daripada naskah yang dibuat sebelumnya. Pada 1968, Miyazaki memegang peran penting sebagai kepala animator, seniman konsep, dan perancang adegan untuk film Horus: Prince of the Sun, bersama mentor beliau Yasuo Ōtsuka. Film ini disutradarai oleh Isao Takahata, yang kemudian menjadi rekan Miyazaki ke depannya. Ya di Studio Ghibli yang kamu kenal sekarang ini.

Setelah mendapatkan peran penting di sejumlah film animasi, beliau kemudian meninggalkan Toei. Pada 1971, beliau bergabung dengan studio A-Pro. Di studio ini, beliau menjadi sutradara bersama Isao Takahata dalam serial Lupin III.

Miyazaki bersama Takahata kemudian melanjutkan karirnya sebagai animator di World Masterpiece Theater. Di sini, mereka berdua mengadaptasi novel Heidi karya Johanna Spyri menjadi serial animasi Heidi: Girl of the Alps. Perusahaan tersebut kemudian berganti nama menjadi Nippon Animation pada 1975. Miyazaki kemudian menjadi sutradara serial Future Boy Conan tiga tahun kemudian yang merupakan adaptasi novel anak-anak berjudul  The Incredible Tide karya Alexander Key.

Di tengah produksi Anne of Green Gables, Miyazaki meninggalkan Nippon Animation tahun setahun setelah mengadaptasi novel karya Alexander Key. Kemudian, beliau melanjutkan karyanya di Telecom Animation, anak perusahaan studio TMS Entertainment. Di sinilah film layar lebar pertamanya saat menjadi sutradara The Castle of Cagliostro dirilis. Film ini sendiri merupakan film tentang petualangan Lupin III, yang digarap sebelumnya.

Nggak lama kemudian Miyazaki membuat anime  Nausicaä of the Valley of the Wind yang dirilis 11 Maret 1984, yang merupakan adaptasi manga karyanya sendiri.

Juni 1985, Miyazaki, Takahata, dan kepala perusahaan Tokuma Shoten, Yasuyoshi Tokuma, mendirikan perusahaan studio animasi yang tentu sudah kamu tahu, Studio Ghibli. Film pertama beliau di Ghibli yaitu  Laputa: Castle in the Sky (1986) disusul My Neighbor Totoro (1988), Kiki’s Delivery Service (1989) dan Porco Rosso (1992).

Nggak lama kemudian, Miyazaki memulai proyek film Princess Mononoke di tahun 1995. Film ini sendiri bercerita tentang perjuangan antara roh binatang yang tinggal di hutan dan para manusia yang mengeksploitasi hutan tersebut demi industri. Film ini dirilis 19 Juli 1997 dan menjadi film terlaris di Jepang serta memperoleh tanggapan serta pendapatan yang sama bagusnya. Film ini kemudian meraih penghargaan Best Picture pada Japan Academy Prize.

Setelah Princess Mononoke sukses, dunia dikagetkan dengan kabar Miyazaki yang memutuskan untuk pensiun. Selama masa pensiun, beliau bertemu dengan putri temannya. Ternyata pertemuan ini membawa berkah di mana beliau mendapat inspirasi untuk film Sen to Chihiro no Kamikakushi (Spirited Away) yang seperti kita tahu dirilis pada Juli 2001.

Bisa dibilang, inilah film yang membuat nama Hayao Miyazaki semakin dikenal di dunia. Film ini sukses besar di Jepang dengan meraih pendapatan kotor sebesar 30,4 miliar yen. Film ini juga meraih sejumlah penghargaan di Jepang maupun luar Jepang. Di antaranya Film Terbaik Jepang, Golden Bear di Festival Film Internasional di Berlin 2002, dan Film Animasi Terbaik di Academy Award tahun 2002!

Salah satu adegan terkenal dari Spirited Away.

Nggak lama kemudian Miyazaki kembali dari masa pensiun dalam film Howl’s Moving Castle ketika sutradara sebelumnya, Mamoru Hosoda, mundur dari film tersebut. Film ini diadaptasi dari novel fantasi karya Diana Wynne Jones. Film tersebut dirilis saat Festival Film Internasional di Venice tahun 2004. Kemudian dirilis resmi pada 24 November 2004 dan mendapat sambutan positif baik dari para kritikus maupun penikmat film animasi. Film ini memenangkan penghargaan Golden Osella karena teknologi animasinya serta masuk nominasi Oscar dalam kategori Film Animasi Terbaik. Pada tahun 2005, Miyazaki menerima penghargaan lifetime achievement di Festival Film Venice.

Tentu kita masih berharap Hayao Miyazaki masih dapat melahirkan animasi-animasi lainnya yang menarik dan memiliki kualitas terbaik. Berdoa saja agar beliau masih sanggup dan mampu membuat yang terbaik, karena kabarnya saat ini memang beliau kembali dari masa pensiun untuk membuat film animasi terbaru, Caterpillar.

Written by
I'm just a man who likes playing a game, watching movies, tv series, Dragon Ball, Digimon, Attack on Titan, and Kamen Rider.

Is the Story Interesting?

1 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.