Neo ComicFest ID, Wadah Kreator Lokal Memasarkan Karya

Sejumlah kreator lokal kenamaan Indonesia berbagi ilmu soal gimana ngembangin karya-karya mereka dulu. (photo by Satria Perdana)

Walaupun saat ini keberadaan media sosial memudahkan para pekerja kreatif menampilkan karya-karyanya, harus diakui perlu usaha lebih supaya karya tersebut dilihat oleh publik. Melakukan boosting di media sosial jadi salah satu cara tersingkat supaya posting-an sang kreator bisa muncul terus di timeline publik. Padahal nggak semua kreator punya dana lebih buat melakukan hal itu secara konsisten. Hal tersebutlah yang menjadi latar belakang diadakannya acara Neo ComicFest ID 2017.

Yudhanegara Njoman, co-founder re:ON Comics yang juga penyelenggara acara ini bilang, acara ini memang jadi salah satu wadah untuk para kreator lokal “unjuk gigi”. Neo ComicFest ID 2017 yang digelar di Neo Soho Mall, Jakarta pada 2-3 Desember kemarin ini menurutnya merupakan wadah yang tepat untuk para kreator memperkenalkan karya-karya mereka kepada publik. Khususnya yang antusias terhadap pop culture, terutama komik.

“Kami ingin berkontribusi terhadap industri kreatif lokal, khususnya komiklah. Di sini kita ada comic market, harga sewanya (booth) termasuk terjangkaulah, paling mahal cuma sejuta. Di mall, nggak pake tiket masuk, semua bisa dateng; semua itu kami harapkan bisa bantu mereka (kreator) juga,” jelas Njoman saat ditemui di sela-sela kesibukannya di lokasi.

Para pengunjung bebas mau foto kayak gimana aja dan dengan siapa aja. Tapi wajib sama cosplayer dong! (photo by Satria Perdana)

Diselenggarakan selama dua hari, Neo ComicFest ID 2017 memang terbilang sukses menarik perhatian publik. Comic market jelas menjadi tujuan utama para pengunjung yang datang ke acara ini. Di sana para pengunjung bisa membeli berbagai pernak-pernik karakter-karakter yang mereka suka, mulai dari komik, poster, kaos, dan lain-lain.

Acara ini juga jadi sarana buat para pengunjung bertemu dan ngobrol dengan para komikus ngetop Indonesia. Soalnya sosok kayak Sweta Kartika, Erfan Fajar, dan Is Yuniarto juga ngebuka lapak karya-karya mereka di comic market Neo ComicFest ID 2017 ini.

Pengunjung juga bisa berfoto dengan para re:ON Official Cosplayer; Franzeska Edelyn, Matcha Mei, Clarissa Punipun, dan Jeanice Ang di area Meet & Greet. Selain cosplayer lokal, penyelenggara Neo ComicFest ID juga mengundang international cosplayer lho! Mereka adalah Shiraga Yanko dan Momo dari Taiwan! Cool ya?

Sementara itu, di panggung utama pengunjung berkesempatan buat “mencuri ilmu” dari para kreator dalam Comic Artist Talkshow yang diisi oleh Chris Lie, Sweta Kartika, dan Is Yuniarto di hari pertama. Untuk hari kedua, pengunjung mendapatkan bocoran ekslusif soal komik terbaru Sweta Kartika, NusaV!

Kamu bakal khilaf banyak deh setiap kali ComicFest ID digelar. Dijamin! (photo by Satria Perdana)

Pengunjung ingin area yang lebih luas

Sayangnya, beberapa pengunjung mengeluhkan ukuran daerah comic market. Salah satu keluhan tersebut diutarakan oleh salah satu pengunjung bernama Bagus Surya.

“Gue kira tempat jualannya bakal banyak sih, tapi karena tempatnya bisa dibilang nggak begitu luas, gue maklumin deh,” jelasnya.

Bagus juga berharap tahun depan ComicFest bisa menggandeng para pemusik indie untuk ikut buka booth di acara ini.

“Di Jepang itu ada acara sejenis, namanya Comic Market (Comiket), di sana nggak cuma komik yang dijual, tapi semua hal yang berbau indie. Nah di sana itu banyak yang jualan CD musik dari indie label. Jadi ngerangkul industri kreatif lebih luas lagi,” ungkap Bagus.

Tempatnya kemarin memang dirasa sempit buat para pengunjung. Mungkin tahun depan tempatnya jadi lebih luas guys… (photo by Satria Perdana)

Umumkan Kehadiran Comico

Dalam Neo ComicFest ID 2017 ini re:ON juga mengumumkan kehadiran Comico, sebuah aplikasi komik online paling populer di Jepang! Beberapa judul terkenal yang hadir dalam aplikasi ini antara lain adalah re:LIFE dan Otometic Syndrome.

Menurut Njoman, salah satu alasan re:ON didirikan adalah untuk bisa menjadi wadah bagi para komikus atau ilustrator lokal. Soalnya, para kreator lokal ini kadang kesulitan untuk memasarkan karyanya ke khalayak luas, padahal karya mereka sebenarnya sangat potensial untuk diterima publik.

“Dulu itu ya komikusnya yang gambar, dia yang bikin cerita, dia yang ngejilid, dia yang ngejualin, dia yang promosi. Jadi ya, diharapkan kami bisa jadi wadah mereka dan orang jadi lebih gampang (tahu karya tersebut). Nah, dengan sekarang kami joint-venture dengan Comico, itu bakal lebih gampang lagi. Karena Comico jaringannya udah sampai Jepang, Korea, Thailand, Taiwan, Amerika Latin, bentar lagi masuk Arab. Bahkan konten dari kita tuh udah ditunggu-tunggu sama pihak Comico, ‘mana nih konten dari Indonesia, kami mau terbitin juga’,” tandas Njoman dengan bersemangat.

Written by
さあ、実験を始めようか?

Is the Story Interesting?

0 0

Neo ComicFest ID, Wadah Kreator Lokal Memasarkan Karya

Written by
I'm just a man who likes playing a game, watching movies, tv series, Dragon Ball, Digimon, Attack on Titan, and Kamen Rider.

Is the Story Interesting?

0 0