Popcon Asia 2018 Tuai Kontroversi, Kreator Lokal Buka Suara

Kira-kira seperti tanggapan kamu soal perubahan lokasi dan kemungkinan perubahan harga tiket yang mungkin akan jadi lebih mahal di Popcon Asia 2018? (doc. Popcon Asia)

Popcon Asia udah dipastikan akan kembali hadir tahun ini. Bedanya tahun ini Popcon nggak lagi diadakan di tempat biasanya, yaitu di Jakarta Convention Center Senayan, melainkan di ICE BSD! Perpindahan venue ini jadi pro-kontra sendiri di kalangan fans pop culture. Ada yang menyambut gembira rencana ini karena jadi nggak perlu jauh-jauh lagi ke Jakarta, ada juga yang justru merasa venue ini terlalu jauh.

Beberapa orang menilai, bagaimanapun juga JCC merupakan titik yang strategis untuk mengadakan acara. Fans dan kreator yang berasal dari luar kota jelas lebih gampang ke JCC ketimbang ke ICE BSD. Buat yang pake kereta, Stasiun Gambir sama Stasiun Pasar Senen udah nggak jauh-jauh amat. Begitu juga buat yang pakai pesawat.

“Akses menuju ke JCC lebih mudah, terus buat yang mau jalan-jalan ke tempat lain juga gampang. Apalagi sekarang area Gelora Bung Karno udah mulai ditata rapi,” ujar Gesang, pengunjung setia Popcon Asia asal Klaten, Jawa Tengah.

Hal senada juga disampaikan oleh Fira Mellyanti, salah satu pengunjung Popcon tahun lalu yang berasal dari Bandung, Jawa Barat.

“JCC tuh udah di tengah banget. Akomodasi buat anak dari luar kota juga sebenernya lebih gampang dan murah daripada di BSD. Kalo kemarin bisa nikmatin acara sampai abis, besok jadi nggak bisa gara-gara mesti mikir soal akses tadi,” ungkap Fira saat dihubungi via chat apps.

Bukan kontroversi lokasi aja yang rame

Tapi, bukan cuma kontroversi lokasi yang menerpa Popcon Asia 2018. Belum lama ini ternyata Popcon juga udah mengeluarkan daftar harga booth di artist alley bagi para kreator. Dan harga tersebut tampaknya nggak mendapatkan tanggapan yang cukup bagus dari para kreator indie.

Kreator NusaV Shani Budi Pandita menyatakan kekhawatirannya terkait harga booth ini dalam siaran podcast miliknya, Geek Next Door.

“Di tahun ini, Popcon mematok harga booth yang biasa disewa oleh artis-artis indie tersebut seharga Rp 4.500.000. Menurut gue pribadi, harga tersebut terlalu mahal untuk seorang kreator indie,” ungkapnya.

Menurut Shani, setiap menjelang event, para kreator memiliki banyak pengeluaran yang harus diperhitungkan. Kalaupun mereka dapet harga early bird yang Rp 3.300.000, berarti minimal para kreator harus ngantongin uang sekitar Rp 4.000.000 sampai Rp 4.500.000.

“Dengan harga booth yang 4,5 juta itu, gue yakin nantinya akan berpengaruh dengan harga barang. Misalnya harga barnag yang mereka jual itu biasanya Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu. Dengan harga booth yang naiknya lumayan signifikan, gue rasa harga merchandise atau karya yang mereka jual juga akan naik,” ujar Shani.

Shani juga sempat membuat polling di media sosialnya terkait masalah ini, dan hasilnya adalah sebagian besar kreator lokal yang mengisi polling tersebut memilih absen dari perhelatan Popcon Asia 2018.

Kalau benar bakal banyak kreator indie yang absen September nanti, jelas kondisi seperti ini sangat disayangkan. Soalnya menurut Shani, artist alley adalah inti dari Popcon yang selama terus berjalan bertahun-tahun.

“Biasanya karya-karya yang muncul di Popcon berbeda dengan karya yang ada di event-event lain. Di Popcon ini, menurut gue indie kreator berani untuk memperlihatkan karya original mereka, berani menjualnya, dan memang ada pembelinya,” ungkap pria berkacamata ini.

Belum lagi soal artis luar negeri yang akan datang, pasti akan mempengaruhi harga tiketnya juga. (photo by Bagus Surya)

Ada juga yang biasa aja responnya

Tapi tentunya nggak semua kreator mempermasalahkan dua hal di atas, Ditta Amelia Saraswati salah satunya. Penulis Blue Serenade ini mengaku nggak masalah dengan harga booth dan lokasi penyelenggaraan acara ini.

“Gue chill aja sih, toh dulu aja gue di Bandung, Popcon di Jakarta, gue tetep dateng. Angkutan online udah banyak, bisa pergi bareng temen juga,” ujarnya saat kami hubungi via chat apps.

Terkait harga booth, Ditta merasa harga tersebut nggak terlalu naik dibandingkan tahun lalu. Dia juga mengatakan kalau para kreator bisa patungan buat nyewa booth tersebut.

“Kalau dapet early bird kan cuma 3,3 juta. Lo bisa berlima sama temen lo, kira-kira cuma 700 ribuan (per orang),” tambahnya.

Popcon Asia 2018 akan diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang Selatan, pada 22-23 September 2018. Sampai saat tulisan ini dibuat, pihak Popcon Asia belum mengumumkan harga tiketnya. Kalau harganya berubah drastis, apakah kamu akan tetap datang?

Written by
さあ、実験を始めようか?

Is the Story Interesting?

5 1

Popcon Asia 2018 Tuai Kontroversi, Kreator Lokal Buka Suara

Written by
I'm just a man who likes playing a game, watching movies, tv series, Dragon Ball, Digimon, Attack on Titan, and Kamen Rider.

Is the Story Interesting?

0 0