Rekomendasi Film Bertema Isolasi untuk Menemani Masa Karantina

film bertema isolasi

Belakangan ini wabah pandemi COVID-19 yang semakin meluas membuat kita sangat stres karena harus #dirumahaja dan melakukan isolasi diri. Untuk mengurangi beban tersebut, JoyPixel membuat daftar film bertema isolasi yang mungkin dapat membantu meredam hal tersebut. Yang melakukan hal tersebut enggak cuma kamu lho tapi juga karakter-karakter dalam film bertema Isolasi di bawah ini!

Panic Room

Film dengan genre thriller yang bisa bikin kita was-was dan excited di waktu yang sama udah jarang banget muncul belakangan ini. Nah, Panic Room adalah salah satunya. Panic Room dimulai dengan opening title yang visually eye-pleasing di masanya: rangkaian shot dari nama para aktor dan kru yang ditempel di gedung-gedung pencakar langit New York ala kayak dipotret buat galeri foto.

Abis opening title yang bikin lumayan kenyang tadi, kita dikenalin sama dua tokoh utamanya, Meg Altman (Foster), wanita paruh baya yang baru cerai sama suaminya, dan putrinya yang jalan-jalan naik skuter, Sarah (Stewart). Meg baru kelar beli apartemen bekas milyuner yang udah diinstalasi sama ruang panik. Nah ruang panik ini berfungsi sebagai ruangan isolasi buat ngelindungin diri kalau-kalau ada pembobol.

Entah takdir lagi iseng main ironi atau apa, di malem pertama mereka pindah, tiga orang kriminal ngebobol apartemen mereka dan maksa mereka buat masuk ke ruang panik itu. Yang Meg dan Sarah nggak tahu, rencana mereka sebenarnya adalah ngambil uang yang tersembunyi di dalem ruang paniknya doang dan pergi, tapi gara-gara kedatangan Meg dan Sarah yang tak terduga, permainan petak umpet antara mereka semua pun jadi tak terelakkan.

Film yang di sutradarai oleh David Fincher ini harus banget masuk di dalam list film bertema isolasi untuk ditonton bareng keluarga.

Buried

Film Buried menceritakan tentang seorang pria yang terjebak dalam peti mati dan berusaha untuk bisa keluar dari kematian. Ceritanya adalah seorang kontraktor bernama Paul yang berangkat ke Irak. Suatu hari dia terbangun dan merasa ada yang aneh. Sekitarnya gelap dan tidak ada apa-apa.

Setelah kesadarannya mulai pulih Paul menemukan korek api, sebilah pisau dan sebuah ponsel. Dengan penerangan seadanya dari korek api yang ia temukan, Paul sadar kalau ia berada di sebuah ruangan yang sangat sempit. Bukan hanya sempit ternyata ia tak punya ruang gerak sama sekali.

Paul tak tahu bagaimana ia bisa berada di dalam peti mati. Paul juga tak mengerti siapa yang mengurungnya di dalam peti mati dan dengan tujuan apa. Harapan hidup Paul hanya tinggal ponsel yang ada di tangannya. Tapi itupun bukan solusi yang mudah karena ternyata Paul tidak hanya dikurung di dalam peti mati tetapi juga dikubur hidup-hidup. Apalagi baterai ponsel Paul akan habis dan ia tak bisa menghubungi siapa pun.

Film ini bakal bikin kamu tegang dari awal sampai akhir film.

127 Hours

Aron Ralston (James Franco), seorang pendaki gunung dan petualang, mulai mendaki di Taman Nasional Canyonlands, Utah. Dalam perjalanan, ia berteman dengan Kristi (Kate Mara) dan Megan (Amber Tamblyn), dan berpetualang ke sebuah danau bawah tanah. Setelah berenang, Aron berpisah dengan mereka dan berjalan melalui ngarai sempit di Blue John Canyon.

Ketika Aron turun, ia tergelincir dan jatuh, menjatuhkan batu besar yang menjepit tangan kanan dan pergelangan tangannya di dinding. Terjebak, ia mencoba meminta pertolongan namun ia menyadari bahwa ia sendirian. Aron mulai merekam diari video untuk menjaga moralnya, memotong bagian-bagian dari batu besar itu untuk membebaskan dirinya dan tetap hangat di malam hari. Ia mulai makan dan minum dengan bekalnya agar bisa hidup. Ia memasang sebuah katrol menggunakan tali pendakiannya untuk mengangkat batu itu, meskipun hasilnya nihil.

Beberapa hari setelah terjebak, Aron menggunakan pisau sakunya untuk membebaskan dirinya sendiri, tetapi ia mengetahui bahwa pisau itu tidak mampu memotong tulang. Tanpa air, ia terpaksa minum air seninya. Video-videonya memperlihatkan Aron yang sangat putus asa dan tertekan, lalu Aron berhalusinasi tentang pelariannya dan pengalaman masa lalunya dengan mantan kekasihnya, keluarganya, Kristi dan Megan.

Dalam salah satu halusinasinya, ia menyadari bahwa kesalahan Aron adalah ia tidak memberitahu siapapun ke mana ia pergi.

The Shining

 

Sebagai film psychological horror, The Shining merupakan salah satu yang terbaik. Film ini di adopsi dari novel karya Stephen King dengan judul yang sama pada 1977. The Shining adalah film ‘pintar’ yang sulit dipahami jadi jangan coba-coba nonton sambil nggak fokus. Bahkan film ini tidak terlalu mendapat banyak respon baik dari penonton, maupun kritikus film pada awal film ini dirilis.

Tapi hey, kamu tahu bagaimana jeniusnya seorang Stanley Kubrick dalam menyutradarai sebuah film? Ya, khalayak pun butuh waktu lama untuk benar-benar memahami The Shining.

Film ini berkisah tentang Jack Torrance (Jack Nicholson) yang ditugaskan sebagai pengurus di sebuah hotel bernama Overlook. Bersamaan dengan off-season Overlook, Jack pun pergi melakukan tugasnya dan mengajak keluarganya untuk tinggal selama beberapa bulan.

Namun ternyata, menjaga Overlook Hotel sepanjang musim dingin membuat Jack menjadi seseorang yang berbeda. Bukan karenahotel ini terisolasi selama musim dingin, tapi Jack, istrinya Wendy Torrance (Shelley Duvall) dan anaknya Danny Torrance (Danny Lloyd) seringkali mendapat kejadian-kejadian aneh selama berada di hotel tersebut.

Room

Di Akron, Ohio, Joy Newsome (Brie Larson) yang berusia 24 tahun dan putranya yang berusia 5 tahun, Jack (Jacob Tremblay), tinggal di sebuah gudang kumuh, yang mereka sebut “kamar”. Mereka berbagi tempat tidur, toilet, bak mandi, televisi dan dapur yang belum sempurna. Satu-satunya jendela ada di bagian langit-langit di “kamar”.

Di luar dugaan, mereka adalah tawanan pria yang mereka sebut “Nick tua” (Sean Bridgers), ayah biologis Jack yang menculik Joy tujuh tahun lalu dan secara rutin memperkosanya saat Jack tidur di lemari. Joy mencoba untuk tetap optimis demi putranya, tetapi ia menderita kekurangan gizi dan depresi. Joy membuat Jack percaya bahwa hanya “kamar” beserta isinya yang nyata, dan bahwa seluruh dunia hanya ada di televisi.

Menarik bukan?

Jadi film bertema isolasi ini sangat cocok kamu tonton bareng keluarga, temen deket atau sendirian pas masa karantina seperti ini. Kalau ada yang udah nonton atau mau tambah rekomendasi, tulis aja ya di kolom diskusi di bawah ini.

Cek lebih banyak artikel tentang film atau tulisan menarik lainnya dari James Ratri.

Editor: Amos Anugrah

Is the Story Interesting?

0 0