Stand by Me Doraemon 2 Review: Heartwarming!

User Rating: 9
Stand by Me Doraemon 2

Kalo denger kata-kata Stand by Me Doraemon, terpancar dalam benak saya suatu nuansa yang begitu berbeda dari nama yang terdengar: serial film Doraemon yang begitu emosional berbalut grafis 3D, padahal biasanya bertabur dengan petualangan kocak dan seru dengan pesan moral yang dalam dengan grafis 2D.

Seri ini pula yang menurut saya menjadi pembeda seri Stand by Me dengan film petualangan Doraemon lainnya: Cabikan emosi mendalam sedari film pertamanya. Siapa sih yang nggak menitikan air mata di film perdananya?

Setelah denger film ini akan dirilis sekuelnya, tujuh tahun paska film pertamanya, saya sebagai penikmat film perdananya langsung mau dong untuk ngeliput sekaligus nge-review film keduanya ini. Trailernya mirip dengan yang pertama: penuh emosional. Hal ini juga berhubungan dengan poster promosi yang dihadirkan.

Undangan nikahan Nobita & Shizuka!

Perasaan penasaran saya juga langsung diaduk dengan sambutan dekorasi di depan pintu XXI Kota Kasablanka dengan kiriman bunga untuk pernikahan Nobita dan Shizuka dengan gaya bahasa yang kekinian banget. Udah gitu, di dalem juga langsung disambut dengan LED bergambarkan resepsi Nobita dan Shizuka.

Terus gimana sih film Stand by Me Doraemon 2 ini? Apa bakal sebagus film pertamanya? Atau bahkan lebih bagus dari film pertamanya? Simak terus aja artikelnya di JoyPixel ini! Disclaimer, review ini sebisa mungkin menghilangkan spoiler-spoiler, demi kenyamanan membaca serta nonton filmnya nanti!

Cerita yang Heartwarming Banget!

(doc. Stand by Me Doraemon 2)

Stand by Me Doraemon 2 ini bercerita mengenai kelanjutan film pertamanya, di mana Nobita dewasa akhirnya akan menikah dengan dambaan hatinya sedari kecil: Shizuka (Yumi Kakazu). Nobita kecil yang diisi suaranya oleh Megumi Ohara ini nggak sengaja menemukan barang favorit masa kecilnya yang penuh dengan kenangan dengan sang nenek. Karena itu, Nobita pun ingin ketemu dengan nenek yang ia sayangi banget. Berkat bantuan Doraemon (Wasabi Mizuta), ia kembali ke masa itu dan bertemu dengan sang nenek (Nobuko Miyamota), dan sang nenek pun memiliki keinginan untuk melihat cucunya tumbuh, salah satunya bisa ngeliat siapa pasangan Nobita nantinya. Petualangan seru ini dimulai pas Nobita dan Doraemon menuju dunia Nobita dewasa (Satoshi Tsumabuki).

Hal yang saya paling suka adalah rekonstruksi baru berbagai adegan dari komik Doraemon yang berhasil banget. Sama lah kayak film Stand by Me yang pertama, kental dengan referensi komik yang didaur ulang menjadi sesuatu yang lebih emosional. Selain dari komik, film ini juga berlandaskan dua film pendek Doraemon di tahun 2000, yaitu Doraemon: A Grandmother’s Recollections dan di tahun 2002, Doraemon: The Day I Was Born.

Dari awal, film besutan duo sutradara Ryuichi Yagi dan Takashi Yamazaki ini udah ngebawa emosimu begitu dalem dan nggak tanggung-tanggung. Emosimu bakal diaduk, kemudian berselang dibubuhi humor yang pas dan kocak. Secara garis besar, film berdurasi 96 menit ini ngegunain formula yang sama dengan film perdananya. Pokoknya, harus siapin tisu deh, JoyFriends!

Cuma menurut saya pribadi, ada semacem lompatan yang sedikit jauh untuk dicocok-cocokin jadi inti plot film ini. Kayak awalnya udah pas nih dan emosinya udah dapet, tiba-tiba ada sejenis permintaan yang lompatnya jauh banget menurut saya. Rasanya pun kayak pertanyaan-pertanyaan yang hadir waktu kamu ngumpul lebaran: Mana calon istrinya?

Alurnya pun terasa sedikit lambat, meski nggak nyampe bikin ngebosenin. Humornya sedikit berbeda dari tipikal komik, anime, maupun film Doraemon biasanya, tapi seperti yang tadi udah dibilang, identik dengan film perdananya. Gimana nggak, sang sutradaranya aja sama, JoyFriends.

Meski menurut saya sedikit maksa di satu hal, tapi di sisi lain film ini tetep ‘reasonable’. Perjalanan Nobita muda dan Nobita dewasa ini bener-bener bikin penonton ngerasain seluk-beluk perjuangan yang dihadapi, perasaan kangen sama orang-orang yang kamu sayangi dan bagaimana kamu pengen mereka bahagia, rasa ingin menjadi seseorang yang berguna. Entah mengapa, film ini nampar banget, terlebih lagi pandemi gini: to cherish every moment with your beloved one, every minute of it.

Saya suka banget sama dialog-dialog yang dihadirkan, bener-bener bermakna, tapi nggak cheesy. Semua rasanya bener-bener dikonstruksi dengan amat sangat rapih. Hal ini juga berkat jasa translat

Untuk penggemar komiknya, ceritanya mungkin udah pernah dibaca, tapi kebayang nggak sih kalau cerita yang sama ini dikemas ulang dengan bumbu-bumbu emosional nan heart warming yang dihadirkan?

Animasi yang Realistis dan Fresh!

Stand by Me Doraemon
(doc. Stand by Me Doraemon 2)

Kalo dari sisi animasinya sendiri sih kayaknya nggak usah diraguin lagi kualitasnya, JoyFriends. Detail-detail yang dihadirkan sangat eye-pleasing, ekspresif, serta range warna luas yang bikin film ini begitu hidup. Kalo udah nonton film pertama atau trailernya, kayak gitu lah animasinya, nggak banyak berubah, tetep bagus dan manjain mata banget!

Pastinya berbeda dengan komik, anime, dan film Doraemon lainnya yang berbasis grafis 2D dan pewarnaan seperti animasi yang hidup, ciri khas seri film Stand by Me ini adalah grafis 3D yang realistis. Semuanya dibuat nyaris serealistis mungkin. Animasi di zaman Nobita dewasa juga keren banget, serasa futuristik, dan bisa ngasih sesuatu yang cukup kontras dengan zaman Nobita muda, atau bahkan zaman pas Nobita masih kecil. Good j

Scoring yang Pas!

Musik scoring yang dihadirin di Stand by Me Doraemon 2 ini nggak begitu banyak, terkesan begitu sepi, tapi anehnya nggak bikin bosan. Scoringnya ditempatkan di bagian yang benar-benar pas untuk mengaduk emosi.

Soundtrack-nya menurut saya juga enak banget, masih menggunakan formula yang sama seperti Himawari no Yakusoku dari Motohiro Hata di film perdananya. Lagu Niji yang berarti pelangi oleh Masaki Suda juga enak banget, meski nggak se-memorable film pertamanya.

Final Verdict

Stand by Me Doraemon
(doc. Stand by Me Doraemon 2)

Buat kamu yang emang udah suka Doraemon dari kecil dan emang nikmatin banget entah komik, anime, film-film petualangannya, maupun Stand by Me yang pertama, ada baiknya kamu nggak ngelewatin Stand by Me Doraemon yang kedua ini!

Sepanjang film disajikan petulangan sederhana adaptasi keren dari komik dan film pendeknya dengan interpretasi yang baru, segar, sekaligus heart warming. Animasi 3D-nya ngasih kesan realistis dan fun, ditambah kesan futuristik. Film ini menurut saya juga cocok banget untuk dinikmati bareng keluarga di akhir pekan!

Pokoknya, jangan sampe ketinggalan nonton Stand by Me Doraemon 2 di bioskop kesayanganmu ya, JoyFriends! Jangan lupa juga untuk tetap patuhi protokol kesehatan ya, guys.

Cek lebih banyak asupan informasi bergizi seputar pop culture atau tulisan menarik lainnya dari Muhammad Iman Ramadhan. Jangan lupa juga kunjungi FacebookTwitterInstagram, dan YouTube JoyPixel!

Summary
Sedari awal emosinya sudah dibangun dengan sangat baik, pelan tapi matang, sampai bikin penontonnya siap-siap terbawa emosi sepanjang film. Meski secara penceritaannya lumayan lambat ditambah dengan scoring yang nggak terlalu banyak, tapi film ini nggak bikin bosen. Secara keseluruhan, formula yang dihadirkan pun mirip-mirip dengan film perdananya.
Good
  • Heartwarming
  • Animasi yang bagus banget
  • Sukses mengadaptasi dari manga dan animenya!
  • Emosi yang dibawa sedari awal
Bad
  • Alurnya sedikit lambat
9
Amazing
Pemain bass di sonicwaves | Gemar memotret | Menulis di JoyPixel dan blog pribadi | Demen musik, film, series, game, komik, gadget dan banyak hal lainnya, makannya cocok kan di JoyPixel.

Is the Story Interesting?

0 0