Kamen Rider ZI-O Early Review : Perkenalan yang Buruk

User Rating: 4
Kamen Rider ZI-O Early Review
Kalau nggak ditonton nggak apa-apa, kalau ditonton siap-siap aja kesel sendiri. (doc. Toei)

Setelah Kamen Rider Build tamat dua minggu lalu, seri selanjutnya dari tokusatsu populer ini Kamen Rider ZI-O tayang. Namun, bukan kepuasan yang saya dapat saat menonton dua episode awal seri terbaru Kamen Rider ini, melainkan semacam kekesalan. Ya bisa dibilang perkenalan dari serial baru ini buruk. Buruk banget malah. Seperti yang saya tulis di Kamen Rider ZI-O early review ini.

Seperti yang kamu tahu, biasanya di episode awal sebuah seri Kamen Rider, jagoan utamanya diperkenalkan latar belakangnya secara jelas, bahkan beberapa kali saat mau henshin ada tutorial atau belajar dulu gaya berubahnya bagaimana. Di beberapa kesempatan atau seri malah ada yang baru bisa henshin di episode kedua. Namun untuk Kamen Rider ZI-O, sejujurnya buruk banget buat saya.

Kayak yang udah kamu tahu, ZI-O ini bercerita soal sosok Kamen Rider yang di masa depan, tepatnya 2068, akan menjadi penguasa dunia. Tepatnya Oma ZI-O, yang menguasai ruang dan waktu, serta seorang raja yang kejam. Makanya Geiz kembali ke masa lalu untuk melawan dan mencegah “lahirnya” ZI-O bersama seorang cewek bernama Tsukuyomi.

Nah si ZI-O ini bakal kembali ke era beberapa Kamen Rider Heisei, mulai dari Kamen Rider Build, Ex-Aid, sampai Kuuga. Ya pokoknya dalam rangka memperingati 20 tahun Kamen Rider Heisei. Sayangnya, eksekusi sajian awalnya kepada penonton buat saya sih buruk.

Tiba-tiba pengen jadi raja tanpa alasan jelas

Di episode pertama serial ini, perkenalan karakternya cepet banget. Sougo pokoknya dijelasin remaja dan pelajar SMA yang tanpa alasan yang jelas pengen banget jadi raja. Entah deh raja apaan, pokoknya jadi raja. Terus tiba-tiba dia udah disamperin aja sama Woz dan dijelasin kalau di masa depan dia bakal jadi raja. And then he met Tsukuyomi dan juga Geiz. Yah, pokoknya dikejar-kejar dan Geiz udah gelap mata aja pengen ngalahin si ZI-O yang bahkan belum bisa berubah jadi Kamen Rider.

Sougo dan Tsukuyomi kemudian berlari dari masa sekarang ke masa lalu sampai akhirnya bertemu Sento dan Ryuuga yang lagi melawan musuh. Mereka berkenalan singkat tanpa  adanya komunikasi yang penting. Bener-bener cuma numpang lewat!

Pun demikian saat di episode kedua. Kesannya Kamen Rider Build dan Cross-Z sekedar pemanis episode pembuka. Karena memang keduanya cuma numpang melawan Another Rider Build. Malah di episode kedua ini buat saya malah merusak cerita dari Build. Terutama bikin kita pusing dengan apa yang akan terjadi setelah ending di Build.

Kamu mungkin bingung atau kesel baca review-nya sampai saat ini, tapi serius deh. Kamu bakal lebih pusing dan kesel ketika nonton serinya langsung sih.

Bisa henshin tiba-tiba

Sebenernya dari dulu sih memang setiap Kamen Rider tiba-tiba bisa henshin dengan gayanya masing-masing. Tapi tentu ada proses-prosesnya, nggak ujug-ujug bisa berubah dengan gaya. Seperti Kamen Rider Den-O deh di awal. Malah cara berubahnya nggak sengaja. Atau Kamen Rider Cross-Z, di mana Ryuuga memang bisa berubah dan tahu caranya setelah melihat Sento berubah berkali-kali.

Lah ini, mungkin karena udah bikin kesel duluan, ujug-ujug Sougo udah bisa berubah dengan gayanya. Ya bagus sih akhirnya ada lagi cara henshin seorang Kamen Rider dengan sentuhan gaya atau tangan dan kaki yang bergerak. Mungkin yang paling populer dengan gaya seperti ini adalah Kamen Rider Kuuga dan Agito, di mana memang gaya henshin keduanya ikonik banget di era Heisei.

Visualnya bikin “sakit mata”

Hmmm… buat visual sih sebenernya buat ukuran seri Kamen Rider masa kini masih Build yang terbaik ya. CGI atau visual efeknya masih agak rapi, meskipun di beberapa episode akhir saya juga agak sedikit males dengan efek-efeknya.

Namun buat beberapa Kamen Rider terdahulu, visual efek seperti bagaimana ukuran orang dengan latar tempat nggak jomplang banget ukurannya. Malah green screen-nya di beberapa Kamen Rider cenderung rapi lah.

Sayangnya Kamen Rider ZI-O punya efek visual yang buat saya cukup buruk untuk ukuran Kamen Rider. Apalagi di episode awal, ukuran dari Time Mazine yang bisa berubah jadi robot itu, agak nggak proper dengan kondisi tempat maupun ukuran orang masuk ke dalamnya. Pun demikian saat si robot ini menjebol bangunan, jadi agak nggak nyaman gitu deh nontonnya.

Ah ya, begitu pula dengan penggambaran masa depan yang buat saya aneh banget. Ada statue dari Sougo muda berubah, kemudian dikelilingi dengan Kamen Rider Heisei masa lalu dengan visual yang… ah… kamu bakal sakit deh matanya.

Penggambaran karkater yang nggak beraturan

Buat saya sampai saat ini first impression dari serial Kamen Rider ZI-O juga buruk dari segi penggambaran karakternya. Di awal-awal biasanya penggambaran karakternya langsung jelas terlihat seperti bagaimana sikap dari karakter-karakter tertentu. Kalau ZI-O, entah apa yang ada di benak Tsukuyomi yang menyelamatkan ZI-O dan pengen merubahnya agar dapat jadi raja baik di masa depan tanpa menggunakan kekuatan ZI-O, tapi malah membiarkannya mendapatkan kekuatan tersebut.

Demikian pula dengan Geiz yang tiba-tiba aja langsung membantu ZI-O tanpa pikir-pikir, padahal tadinya dia mau membunuhnya. Ya, memang di episode dua sebenernya tergambar, tapi lebih seperti tidak ada alasan tertentu. Ujug-ujug bantuin dan kerja sama aja gitu.

Ketika Sento dan Ryuuga nggak inget siapa mereka dan tiba-tiba mendadak inget ketika Sougo datang. (doc. Toei)

Mungkin yang menarik dari serial ini selain form Geiz yang lebih keren dibandingkan ZI-O, juga ada pada soundtrack-nya. Asik dan buat saya sih memang pas buat seri Kamen Rider dengan tema seperti ini. Cakep lah dan mungkin bakal jadi salah satu yang akan menjadi favorit saya kalau saya tonton serial ini terus.

Memang serial ini baru berjalan, tapi sayangnya memberikan first impression yang nggak cukup baik alias buruk buat saya. Mungkin juga buat kamu. Kalau kamu punya pandangan tersendiri terhadap Kamen Rider ZI-O early review, silakan kamu berikan komentar di kolom komentar ya.

Cek untuk lebih banyak lagi informasi terkait Kamen Rider Zi-O dan tulisan-tulisan menarik lainnya dari Satria Perdana.

Summary
Mungkin bisa dibilang Kamen Rider ZI-O merupakan serial Kamen Rider era Heisei dengan pengenalan cerita, karakter, dan juga serial yang buruk. Ketika sebuah serial memperkenalkan diri dengan buruk, impresi kita pasti akan kecewa. Dampaknya? Bisa jadi nggak ada yang melanjutkan untuk mengikuti serialnya.
Good
  • Soundtracknya asik dan pas dengan temanya
  • Gaya henshin dengan tangan bergerak dan juga bergaya seperti Kuuga atau Agito oke banget
Bad
  • Visual efek atau CGI yang buruk
  • Cerita yang terlalu terburu-buru
  • Nggak ada alasan jelas kenapa Sougo mau jadi raja
  • Ujug-ujug bisa henshin dengan gaya
  • Penggambaran karakter yang buruk di awal, dapat membuat pengembangan karakter ke depan jadi jelek
4
Poor
Written by
I'm just a man who likes playing a game, watching movies, tv series, Dragon Ball, Digimon, Attack on Titan, and Kamen Rider.

Is the Story Interesting?

3 0