Alasan Ultra Instinct Sulit Dikuasai, Bahkan oleh God of Destruction

Beerus dan Whis merupakan salah dua yang menguasai Ultra Instinct sebelum Goku. (doc. Toei Animation)

Dalam serial anime Dragon Ball yang kita tahu sebelum Dragon Ball Super, form Super Saiya adalah form yang paling sering muncul. Beberapa bangsa Saiya menganggap kalau mampu menggunakan form ini, maka ia akan kehormatan tertinggi yang didapat bangsa Saiya. Namun, dalam Dragon Ball Super, muncul form baru di antaranya Super Saiya God, Super Saiya Blue, dan yang ter-update yaitu Ultra Instinct.

Bicara soal Ultra Instinct, sampai saat ini form atau kekuatan tersebut diketahui hanya dikuasai oleh 3 orang aja. Mereka adalah Whis, Beerus, dan Goku. Namun God of Destruction yang lain kabarnya juga memilikinya. Berbeda dengan Super Saiya di mana terjadi perubahan pada penggunanya dengan ciri khas rambut kuning, Ultra Instinct disebut teknik pendukung dalam bertarung. Dengan menguasai teknik ini, penggunanya mampu bereaksi terhadap serangan apapun dan tubuh mereka bisa beradaptasi saat dalam pertarungan dengan sendirinya.

Namun, bukan berarti teknik ini menjamin penggunanya nggak merasa sakit saat terkena serangan. Selain itu, pengguna Ultra Instinct nggak tahu keadaan sekitarnya meski mampu menghindari serangan lawan. Kira-kira itu yang kita ketahui sejauh ini.

Konsep Ultra Instinct ini hampir mirip dengan konsep bela diri di dunia nyata yang disebut Mushin (pikiran kosong). Mushin merupakan keadaan mental, khususnya master bela diri, yang bisa dilakukan saat bertarung. Tubuh penggunanya akan bereaksi terhadap serangan dengan sendirinya tanpa berpikir lebih dulu.

God of Destruction dari 12 universe. Sejauh ini cuma Beerus yang menguasai Ultra Instinct, meski belum sempurna sepenuhnya. (doc. Toei Animation)

Form yang sulit dikuasai, bahkan God of Destruction

Ultra Instinct merupakan kedaan mental tertinggi seseorang. Teknik ini terkenal di antara para dewa karena sangat sulit dikuasai, bahkan bagi mereka. Lalu, kenapa sih Ultra Instinct ini susah dikuasai?

Pengguna pertama teknik ini adalah Whis, kemudian dia mengajarkannya kepada Beerus. Dalam manga Zen Exhibition Match, Beerus menggunakan Ultra Instinct untuk melawan God of Destruction lainnya. Dengan teknik ini, Beerus pun mampu mengatasai mereka. Namun, serangan Beerus mampu dihentikan Mosco, salah satu God of Destruction. Mosco mengatakan Beerus belum menyempurnakan teknik ini.

Bagi God of Destruction seperti Beerus, maupun God of Destruction lainnya, menguasai Ultra Instinct bukan hal mudah. Saat Whis menjelaskan teknik Ultra Instinct ini kepada Goku dan Vegeta, dia mengatakan menghindari serangan dan bergerak sangat mudah dikuasai, tapi melakukan serangan adalah yang tersulit. Soalnya, mereka harus memikirkan serangan dalam wujud ini sebelum melakukan serangan. Hal ini yang membuat Ultra Instinct juga bisa memperlambat dan melemahkan serangan. Alasan ini pula yang membuat Ultra Instinct sulit dikuasai.

Goku bisa menggunakan Ultra Instinct di Dragon Ball Super Universe Survival Arc, tapi masih belum sempurna. (doc. Toei Animation)

Goku pun bisa mengaktifkan teknik ini, tapi dia mengaktifkannya secara nggak sadar saat menghadapi musuh yang lebih kuat, yaitu Jiren dari Universe 11. Namun, jangka waktunya terbatas dan Goku pun pingsan setelah menggunakan teknik ini. Saat Whis melihat ini, dia sadar Goku masih belum sempurna menggunakan teknik ini. Namun, Whis beranggapan kalau Goku bisa menguasai teknik ini.

Written by
"The less you know, the better." -Michael Scofield-

Is the Story Interesting?

2 1