DC Titans Review: Serial yang Nyaris Sempurna

User Rating: 7.5
Robin di sini bakal brutal banget deh! (doc. DC Universe)

Tahun lalu, DC Comics akhirnya merilis layanan streaming mereka sendiri yang bernama DC Universe. Layaknya Netflix, layanan ini akan berisikan berbagai serial asli produksi DC Comics. Hingga saat ini, total ada enam judul yang dibuat dalam naungan DC Universe, di mana ada dua yang sudah dirilis, yaitu DC Titans dan Young Justice: Outsiders.

Nah, setelah menunggu lama untuk bisa ditonton di layanan streaming online resmi yang lebih familiar, DC Titans akhirnya bisa dinikmati warga dunia melalui Netflix per 11 Januari kemarin, Joyfriends! Serial ini sendiri berfokus pada kisah Dick Grayson (Brenton Thwaites) alias Robin yang kini sudah dewasa dan ingin lepas dari bayang-bayang Batman.

Dia dikisahkan sudah bekerja sebagai detektif di Kepolisian Detroit. Di sana, ia bertemu dengan Rachel (Teagan Croft) alias Raven yang melarikan diri setelah melihat ibunya dibunuh. Nggak cuma itu, Rachel juga mengaku kalau dia memiliki kekuatan yang berbahaya. Kekuatan itulah yang membuat dirinya dikejar-kejar oleh sebuah organisasi misterius.

Grayson memutuskan untuk menolong Rachel melarikan diri dari kejaran organisasi tersebut plus memecahkan misteri kekuatan misterius Rachel. Seiring perjalanan, mereka bertemu dengan Kory Anders (Anna Diop) alias Starfire sang alien dari Planet Tamaran dan Garfield Logan (Ryan Potter) alias Beast Boy, si bocah yang bisa berubah jadi binatang. Keempat orang ini akhirnya bekerja sama untuk membantu Rachel sekaligus mencari jati diri masing-masing.

Serial paket lengkap

Serial DC Titans menurut saya sendiri merupakan sebuah serial paket lengkap. Meski berfokus pada kisah misteri dan aksi, kamu juga bisa menemukan unsur komedi, drama, dan horor yang kental di dalamnya. Yup, kamu nggak salah baca, Joyfriends. Ada unsur horor dalam Titans.

Rachel menjadi sumber kehororan dalam serial ini berkat kekuatannya yang berasal dari sang iblis ternama: Trigon. Namun, jumpscare bukanlah daya jual utama unsur horor di sini, melainkan suasana creepy yang dijamin bikin bulu kudukmu merinding. Hampir semua adegan yang berkaitan dengan Rachel pasti memunculkan suasana creepy.

Baca Juga :

Sementara itu, unsur drama yang saya maksud di sini jelas bukan drama percintaan, melainkan drama kehidupan. Unsur drama kehidupan ini sangat melekat pada sosok Dick Grayson. Selama satu musim, kita diajak memahami alasan dia bisa menjadi begitu brutal saat bertarung dan begitu serius di kehidupan sosialnya. Berharap melihat Dick Grayson yang menawan dan easy going seperti di komik? Buang jauh-jauh harapan itu.

Seluruh unsur tersebut diramu dan disajikan dengan apik di tiap episodenya. Pacing serial ini pun terbilang bagus, Joyfriends. Kita disajikan jawaban sekaligus misteri baru di masing-masing episode. Sebuah formulasi yang tepat dan bikin penonton nggak bosen buat nonton serial ini.

Pemeran pendukung yang apik

Para pemeran utama memang sangat sukses memainkan karakter mereka, tapi bagi saya juaranya ada di para pemeran superhero lainnya. Jika Thwaites, Croft, Potter dan Diop memerankan karakter mereka dengan “sangat sukses”, maka Alan Ritchson, Minka Kelly, Conor Leslie, dan Curran Walters “sangat-sangat sukses” memerankan superhero masing-masing.

Alan Ritchson dan Minka Kelly sebagai pasangan superhero Hawk dan Dove benar-benar tampil dengan menawan dan berhasil menampilkan chemistry yang tepat. Penampilan Conor Leslie sebagai Donna Troy juga nggak kalah apik Joyfriends. Bersama Brenton Thwaites, mereka berhasil menampilkan dua karakter yang diceritakan udah berteman sejak kecil. Hal tersebut dibantu dengan dialog mereka yang penuh banter, dijamin kamu bakal senyum-senyum sendiri melihat interaksi kedua karakter ini.

Terakhir, ada Curran Walters yang berperan sebagai Jason Todd alias Robin yang baru. Satu kata: wow. Tengil, sombong, pembangkang, dan penuh percaya diri adalah kata yang tepat untuk mendeskripsikan sosok Jason Todd, serta empat kata itulah yang diwujudkan oleh Walters dalam DC Titans. Dia benar-benar bisa jadi karakter yang annoying sekaligus keren di waktu yang sama.

CGI seadanya

Namanya serial superhero, tentu nggak mungkin nggak ada adegan berantem yang intens dan CGI yang bertebaran. Adegan action dalam serial ini menurut saya terbilang apik dan tentu aja brutal. Ditambah lagi banyak adegan pertarungan tangan kosong, bikin adegan action dalam serial ini selalu menarik perhatian.

Sayangnya, adegan-adegan aksi tersebut nggak didukung dengan CGI yang bagus. CGI yang ditampilkan dalam DC Titans ada kecenderungan murahan dan seadanya. Kita bisa lihat dengan jelas kalau darah yang terciprat di setiap pukulan adalah efek komputer.

Efek murahan juga terlihat dalam adegan flashback di mana Dick digambarkan kabur dari Wayne Manor dengan cara loncat dari jendela di episode 3. Hal serupa terjadi lagi di episode 8 saat Donna meloncati sebuah truk. Jujur, perkara CGI ini sedikit mengganggu kenyamanan menonton.

Baca Juga :

Kekurangan lain dari Titans adalah DC Comics nggak memenuhi janji, Joyfriends. Maksudnya gimana tuh? Jadi, DC sebenarnya menjanjikan Titans memiliki 13 episode, di mana di episode terakhir Dick rumornya menemukan jawaban atas kegalauannya dan memilih persona Nightwing.

Namun, entah karena apa di musim pertama ini akhirnya malah berakhir di episode 11. Hal ini sangat mengganggu, karena kisah yang dibangun dari episode pertama jadi nggak selesai dan ngegantung abis! Episode 11 itu sendiri sebenarnya terbilang epik, Grayson terjebak dalam halusinasi dan harus melawan Batman yang tiba-tiba jadi pembunuh. Benar-benar sebuah episode yang keren, tapi jelas nggak cocok dijadikan season finale.

Perjalanan menuju season finale ini pun terganggu dengan episode 9, “Hank and Dawn”, yang mana adalah episode kedua yang berfokus pada duo Hawk dan Dove. Seperti yang saya bilang di atas, saya suka banget sama duo tersebut, tapi episode 9 jelas merusak pace menuju klimaks. Apalagi di akhir episode 8 kita dihadapkan dengan cliffhanger yang penting. Namun, cliffhanger tersebut baru berlanjut di episode 10, kan nyebelin kalau seperti itu.

Namun, terlepas dari kekurangan yang cukup fatal, Titans tetap pantas jadi serial yang kamu tonton di awal tahun ini, Joyfriends. DC Comics benar-benar sukses menghidupkan kelompok superhero remaja mereka ke layar kaca.

Summary
Gaya penceritaan yang solid, akting yang menawan, dan nuansa yang berbeda dari serial superhero lainnya bikin Titans wajib banget kamu tonton. Tapi, siap-siap aja dongkol setengah mati sama ending-nya.
Good
  • Memadukan berbagai unsur dengan baik
  • Kostum superhero sekelas film layar lebar
  • Akting yang keren, terutama dari para pemeran pendukung
  • Koreografi pertarungan yang brutal
Bad
  • Kisahnya nggak selesai
  • CGI murahan
  • Ada episode yang merusak pace menuju season finale
7.5
Good
Written by
さあ、実験を始めようか?

Is the Story Interesting?

1 0

DC Titans – Review- Serial yang Nyaris Sempurna

Written by
I'm just a man who likes playing a game, watching movies, tv series, Dragon Ball, Digimon, Attack on Titan, and Kamen Rider.

Is the Story Interesting?

0 0