Disney-Pixar Soul Review: Tamparan Keras Untuk yang Sedang Quarter Life Crisis!

User Rating: 7.5

Saya selalu menyukai berbagai film yang membahas mengenai musik; entah apapun bentuknya: Series, film, atau anime pun, saya suka. Hal ini pula yang langsung menghipnotis saya dengan film Soul ini; terlebih, film ini dilahirkan dari rumah produksi film animasi favorit saya: Disney-Pixar. Kamu tau sendiri kan, film-film Pixar  itu identik dengan ceritanya yang ‘deep’, relatable, tapi bisa dikomunikasikan melalui animasi menarik yang nggak terlalu berat dan dapat dimengerti banyak orang dengan pengandaian-pengandaiannya.

Hal ini pula yang pastinya nggak luput dari film animasi besutan Pete Docter ini. Track record sang sutradara ini emang udah nggak asing lagi di dunia animasi, terlebih Pixar. Sang sutradara ini merupakan penulis cerita asli dari Toy Story, Toy Story 2, Monster. Inc, WALL-E, Up, dan Inside Out. Udah kebayang kan gimana berpengalamannya Pete Docter ini ngemas film animasi penuh makna dengan pengandaian-pengandaian uniknya?

Nah, tahun 2020 ini, Pete Docter dan tim Pixar lainnya merilis film baru lagi nih yang pastinya bikin kamu tercengang yang berjudul Soul! Penasaran kayak gimana sih review filmnya? Simak aja artikelnya di JoyPixel! Saya akan berusaha sebisa mungkin nggak nampilin spoiler ya demi kenyamanan menontonnya, terkecuali yang udah ada di trailer yang udah dirilis sama Pixar sendiri. Selamat membaca!

Baca Juga:

CERITA YANG DALAM, DAN PENGUMPAMAAN TENTANG HIDUP YANG LUAR BIASA!

Pengumpamaan jiwa setiap manusia di film Soul! (doc. Disney+ Hotstar)

Kalo ini udah rahasia umum deh, bahwa Pixar seringkali ngebawa cerita yang beda dan dalam; bahkan berbeda dengan Disney Studio. Film berdurasi 106 menit ini bercerita tentang Joe Gardner yang diisi suaranya oleh Jamie Foxx, seorang guru musik sekolahan yang berusaha kembali ke wujud manusianya untuk salah satu impiannya untuk manggung memainkan musik jazz, bukan hanya seorang guru musik. Secara nggak sengaja, sesuatu terjadi ke Gardner, hingga ia harus berbentuk perumpamaan sebuah jiwa; terlepas dari tubuhnya.

Premisnya memang terbilang seram, tabu untuk sebagian orang, karena menceritakan tentang dunia antara kehidupan dan kematian yang dalam dunia Soul diberi nama Great Beyond; kemudian sebuah tempat di mana setiap jiwa orang diberi sifat yang berbeda bernama Great Before. Nah, di dunia inilah Gardner bertemu dengan sebuah jiwa yang nggak mau terlahir ke dunia, yang diberikan nama 22 (Tina Fey). Di sini pula, petualangan Gardner dan 22 dimulai.

Basic ceritanya mengenai sesuatu yang tertukar serasa udah pernah ada sebelumnya. Salah satunya Webtoon kolaborasi kreator Noblesse dan Girls on the Wild, Eleceed. Nah, saat jiwanya Gardner tengah berada di kucing, eksplorasi kesulitan sebagai kucingnya kurang kerasa. Maksudnya, memang ada batasan-batasan yang kerasa waktu Gardner jadi kucing, tapi kurang tereksplorasi lebih jauh. Ada, tapi sedikit. Bayangin aja, kalau kamu punya kucing, tau sendiri gimana pemalasnya kucing. Kalau aktif pun, banyak distraksi yang membuat kucing ini melakukan hal yang lain. Kayak kalau dia di tubuh kucing, harusnya dia ngerasa jijik harus makan makanan kucing. Emang sih, namanya juga film, nggak harus realistis-realistis amat. 

Secara konsepnya, ini luar biasa. Tapi eksekusinya? Belum tentu. Film ini begitu menampar orang-orang yang tengah mengalami quarter life crisis, terlebih di tengah pandemi ini. Ini sesuatu yang mungkin akan relateable ke banyak orang. Pesan yang disampaikan pun terbilang ‘ngena’. Terlebih salah satu faktor kerennya adalah Joe Garbner merupakan karakter dari Disney-Pixar pertama yang berlatar belakang African-American. Disney-Pixar seakan ingin mengekspansi dan menunjukan kemanusiaan dan keberagaman melalui pemilihan tokohnya ini. Kalo soal penokohannya sih, udah nggak usah diraguin lagi, udah mateng banget!

Tapi ya itu, buat saya, Soul ini nggak se-’wah’ orang-orang bilang. Bukannya ingin ngerasa edgy atau gimana, tapi saya harus jujur dari apa yang saya rasakan. Eksekusinya secara cerita kurang. Meski film ini udah lama direncanakan, tapi kerasa.. Sedikit kosong. Bahkan dibanding Inside Out sekalipun. Film ini nggak nyampein pesan dengan fun, megah, padat, dan luas seperti halnya pada Toy Story 1 dan 2, Coco, Cars, atau banyak film dari Pixar lainnya. Sesuatu dalam film ini ada yang terasa kurang. Kurangnya gimana? Ya itu, penyampaian pesannya terlalu straight forward, petualangannya juga nggak seluas film-film Pixar lainnya, yang sebenernya berdampak pada pemberian makna pesan yang kurang. Kayak yaudah, gitu aja.

Humornya meski nggak banyak, tapi lumayan lucu dan nggak maksa. Saya juga tercengang tentang referensi George Orwell di dalamnya! Malah dikemas dengan balutan humor.

Beberapa konfliknya pun serasa merefleksikan apa yang sering kita hadapi sehari-hari: idealis ingin bekerja sesuai passion, ataupun realita menghadapi kenyataan.

SCORING MEGAH SEMAKIN MENGHIDUPKAN SUASANA!

Soul
Musik Jazz yang nyaman didengar dan wah! (doc. Disney+ Hotstar)

Film animasi ini langsung menghipnotis dari detik pertama filmnya mulai. Alunan musik jazz ala New York-nya semakin membuat saya terhipnotis, yang semakin ngedukung suasana natal saat film ini dirilis. Audionya pun bisa dibilang bagus banget. Saya bisa dengan baik mendengar separasi dari instrumen-instrumen yang menjadi backsoundnya. Deretan pengisi suaranya pun dapat dengan baik menghidupkan karakter-karakter yang dimainkan. 

Terima kasih kepada Jammie Foxx, Tina Fey, Graham Norton (Moonwind), Rachel House (Terry), Alice Braga dan Richard Ayoade (Jerry), Phylicia Rashad (Lidda Garbner, sang ibunda Joe), Donell Rawlings (Dez), Questlove (Lamont Baker), dan Angela Bassett (Dorothea Williams) yang telah menghidupkan nyawa pada karakter-karakter ini. Nggak lupa juga dengan berbagai pengisi suara lainnya.

Salah satu hal yang saya suka banget adalah scoring-nya. Tanpa saya sadari, pengisi scoringnya adalah salah satu pentolan band favorit saya Nine Inch Nails, yakni Trent Reznor dan Atticus Ross. Entah kenapa mereka nggak bawa nama Nine Inch Nails aja yang pasti lebih ‘ngejual’. Tapi, ya kayak Radiohead, nggak usah diraguin lagi kalo tentang scoring musiknya dua musisi ini.

Kerennya lagi, untuk bikin film ini makin hidup dan otentik dengan musiknya, Dana Murray selaku produsernya sampe konsultasi langsung dengan musisi jazz kenamaan, Herbie Hancock dan drummer Terri Lyne Carrington, kemudian diaransemen secara apik oleh komposer untuk film ini, Jon Batiste. Untuk kategori ini, Soul juara banget!

ANIMASI YANG UNIK!

Soul
Satu lagi animasi unik dari Pixar (doc. Disney+ Hotstar)

Poin plus dari Soul nggak terlepas dari gaya animasinya yang terbilang unik banget. Pixar memang terkenal dengan caranya menghadirkan cerita unik dengan gaya pembawaan yang dalam dan mungkin tak terpikirkan. Hal inilah yang selalu menjadi poin lebih dari film-film produksi Pixar. Tapi tanpa animasi yang baik, pesan itu mungkin nggak bener-bener bisa disampaikan dengan jelas. Di sini, animasinya film ini juara. Selain bagus dan cakupan warna yang luas dan ‘kaya’, interpretasinya luar biasa. Salah satunya ya di gambar di atas sebagai contoh paling pas.

Mungkin kamu ngerasa animasinya kayak pernah liat di mana, itu wajar. Karena selain satu studio, kreatornya juga sama dengan salah satu film terbaik Pixar: Inside Out. Cara mengumpamakan sesuatunya juga mirip. Warna-warna yang dihadirkan kaya banget, ditambah dengan detail-detail gambar yang menyenangkan. Kerennya lagi, Pixar dengan segala risetnya ini bisa ngilangin kesan rasismenya. Gimanapun, ini film pertama Disney-Pixar yang dimana tokoh utamanya seorang African-American.

Satu hal, karena saya juga main musik, saya ngeh kalo chord yang dimainkan di film animasi ini tuh termasuk akurat. Ini juga yang jadi poin plus dari animasinya. Semua karena animatornya ngeliat rekaman footage Jon Batiste, sang komposer bermain musiknya sebagai referensi dalam membuat animasinya. Ditambah, data dari MIDI-nya di setiap sesi, para animator film ini dengan canggih bisa menambah otentik setiap performa yang ada di film ini. Niat, dan keren banget!

FINAL VERDICT

Soul
Joe Garbner, pemeran utama African-American perdana Disney-Pixar! (doc. Disney+ Hotstar)

Memang, film ini terbilang sedikit berat, terlebih kalau dikonsumsi buat anak-anak. Namun tetep aja enjoyable, terlebih dinikmati di libur natal dan tahun baru ini. Buat orang dewasa ataupun yang tengah tumbuh dewasa di mana tengah mengalami quarter life crisis, film ini nampar banget. Terlebih, gimana sih kondisi psikologis kita di tengah pandemi gini?

Tapi buat saya, film ini nggak se-’wah’ yang orang-orang bilang. Konsepnya keren, mateng, dan punya pesan yang dalem banget; tapi entah mengapa eksekusinya terasa kurang. Saya bukan mencoba menjadi sok-sok edgy, hanya tengah jujur dengan apa yang saya tonton. Tapi tetep aja, film ini serasa punya sesuatu yang terasa magis, hingga saya sendiri pengen nonton beberapa kalipun nggak bosen.

Soundtracknya gokil, audionya keren, ditambah dengan deretan pengisi suara yang makin ngehidupin film Soul ini. Belum lagi kalo inget bahwa animasinya ini keren banget. Fresh. Intinya, film ini tetep enak ditonton, meski menurut saya nggak se-wah yang banyak orang bilang. Happy watching!

Nah, kamu bisa nonton Soul ini di aplikasi atau website Disney+ Hotstar Indonesia mulai 25 Desember lalu! Tentunya untuk nonton, kamu harus langganan dulu, dong? Kamu bisa berlangganan mulai Rp39.000 per bulan atau Rp199.000 per tahunnya untuk berlangganan semua konten di dalamnya! Selain itu, kamu bisa berlangganan melalui Go-Pay, OVO, atau melalui bundling dari Telkomsel.

Cek lebih banyak asupan informasi bergizi seputar pop culture atau tulisan menarik lainnya dari Muhammad Iman Ramadhan. Jangan lupa juga kunjungi FacebookTwitterInstagram, dan YouTube JoyPixel!

Good
  • Scoring yang luar biasa!
  • Animasi yang keren banget!
  • Cerita yang dalam!
  • Pertama kali tokohnya seorang African-American,
  • Animasi saat memainkan musik yang detail,
  • Pengumpamaan yang luar biasa.
  • Penokohan yang matang!
Bad
  • Eksekusi yang nggak terlalu ‘wah’ banget,
  • Beberapa hal yang bisa lebih dieksplor.
  • Pesan yang bisa lebih 'impactful' kalau eksekusinya lebih dari ini.
7.5
Good
Pemain bass di sonicwaves | Gemar memotret | Menulis di JoyPixel dan blog pribadi | Demen musik, film, series, game, komik, gadget dan banyak hal lainnya, makannya cocok kan di JoyPixel.

Is the Story Interesting?

0 0