Fire Force Review: Ketika Pemadam Kebakaran Punya Kekuatan Super

User Rating: 7
Fire Force

Pertama kali tayang pada pertengahan tahun lalu, Fire Force (enen no shoubutai) mendapat perhatian sebagai salah satu anime unggulan tahun 2019. Mengusung genre aksi-komedi, Fire Force adalah salah satu anime yang harus ditonton jika kamu menyukai cerita shonen yang penuh aksi dan petualangan. Kombinasi animasi pertarungan, artstyle karakter dan pengambaran dunia Fire Force menjadi fun factor utama yang membuat seri ini mudah ditonton dan diikuti.

Sinopsis

Fenomena human combustion, dimana manusia terbakar secara misterius, tiba-tiba banyak terjadi di seluruh dunia. Manusia yang mengalaminya akan menjadi monster api dan membahayakan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, dibentuklah pasukan khusus yang menangani monster api ini dengan mengistirahatkan mereka melalui eksekusi.

Shinra Kusakabe adalah pyrokinesis generasi ketiga yang memiliki kekuatan menciptakan api dengan kedua kakinya. Kekuatan ini memungkinkan Shinra untuk meluncurkan dirinya seperti roket, dan memperkuat kekuatan tendangannya. Shinra kehilangan ibu dan adiknya pada insiden combustion 12 tahun lalu, dan sejak itu ia ingin menjadi pahlawan dengan bergabung bersama pasukan Fire Force.

Seiring cerita berjalan, Shinra menemukan lebih banyak petunjuk terkait peristiwa combustion yang dia alami 12 tahun lalu. Ia juga menemukan lebih banyak misteri bahwa ada dalang yang membuat orang-orang tak bersalah menjadi monster api.

Sebuah Action-Comedy yang Menghibur

Seru dan menghibur sudah cukup untuk mempersingkat kesan saya dalam menonton 10 episode pertama Fire Force. Animasi dan koreografi aksi ditayangkan dengan memuaskan dan detail, efek suara juga secara tepat menambahkan impact terhadap adegan serangan dan kekuatan super.

Pertarungan dalam anime Fire Force dianimasikan dengan keren, disertai dengan sound effect yang mendukung

Ketika tidak bertarung, keseharian Shinra penuh dengan kawan-kawannya dalam unit 8, masing-masing dengan trait unik mereka sendiri. Arhur Boyle si idiot narsis. Maki Oze, senior yang masih memiliki hati seorang gadis. Iris, biarawati yang bertugas mendoakan arwah-arwah yang dieksekusi, serta Obi dan Hinawa, ketua dan wakil ketua unit yang dapat diandalkan.

Hubungan antar karakter dalam satu unit ini dengan cepat membentuk kepercayaan tim antar satu sama lain. Arthur dan Shinra, walau merupakan rival, dapat bekerja sama dalam pertarungan. Hinawa, walau memiliki wajah yang seram dan tegas, tidak memandang rendah junior-juniornya. Relasi yang ada dalam unit 8 adalah tempat yang nyaman dan membuat penonton peduli dengan apa yang dialami Shinra dan teman-temannya.

Fire Force
Anggota unit 8 dipenuhi karakter yang unik dan nyaman bagi penonton.

Musuh Dalam Selimut

Antagonis seringkali dibedakan dalam grup tersendiri yang lepas dan tidak berhubungan dengan grup protagonis. Namun dalam armada Fire Force yang terdiri dari fraksi religius, militer, dan tim penyelamat, terdapat sebuah keretakan yang menimbulkan adanya ketidakpercayaan antar pihak. Hal ini dimanfaatkan kelompok antagonis, dimana mereka secara diam-diam menyuntikan mata-mata, atau pengaruh mereka dalam kelompok yang seharusnya ‘baik’.

Hal inilah yang kemudian menjadi misi sampingan Unit 8. Selain melaksanakan tugas sebagai Fire Force, mereka juga menyelidiki misteri tentang kebenaran fenomena combustion, serta memperbaiki kebobrokan dari organisasi yang seharusnya melindungi masyarakat. Mau tidak mau, Shinra dkk akan bertarung dengan atasan yang jelas lebih kuat dari mereka, atau bahkan sesama anggota Fire Force sendiri.

Prioritas Animasi yang Harus Dibayar

Fire Force menghadirkan tontonan pertarungan yang seru dan penuh dengan gerakan, akan tetapi david production, studio yang menangani Fire Force (dan juga Jojo’s Bizzare Adventure yang terkenal) terlihat dengan jelas mengurangi prioritas mereka dalam segmen di luar pertarungan, atau ketika para tokoh berdiskusi.

Hal ini terlihat jelas dealam banyaknya still shot yang hanya menunjukan wajah karakter yang berbicara, atau percakapan yang dibuat dengan wide angle dan hampir tidak menunjukan gerakan mulut karakter.

Fire Force
Salah satu adegan percakapan dengan wide angle lebih dari lima detik.

Selain itu, seringkali detil wajah dari karakter yang ada dalam background dihilangkan. Keputusan teknis ini biasanya akan diperbaiki dalam pembuatan versi blu-ray, tapi tentu saja hal ini tetap mengurangi kesan imersif penonton.

Satu keluhan saya lagi yang tidak berhubungan dengan teknis animasi, adalah fanservice. Hal ini memang lumrah diterapkan di anime, elemen ecchi dalam Fire Force juga tidak seganas judul-judul yang sengaja menjual elemen ecchi. Namun tanpa adanya penokohan yang lebih baik, fanservice yang dihadirkan terasa murahan.

Fire Force
Para karakter perempuannya mungkin akan dikembangkan seiring cerita berjalan, tapi selama cour pertama tayang, sebagian besar peran penting dilakukan oleh tokoh laki-laki

Kesimpulan

Fire Force adalah pilihan yang tepat jika kalian menyukai anime aksi dan komedi. Di luar pertarungan, ada aspek teknis yang dirasa janggal jika kalian perhatikan, namun jika kalian tidak masalah, atas hal tersebut, kalian bisa menikmati adegan pertarungan yang luwes dan memuaskan.

Komedi sehari-hari yang ditayangkan adalah standar cerita shonen seperti rivalitas dan semangat masa muda, tidak lebih dan tidak kurang. Ada fanservice ringan dalam anime ini, yang sayangnya cukup mengganggu dan hanya jadi gimmick semata.

Cek lebih banyak asupan bergizi seputar pop culture atau tulisan-tulisan menarik lainnya dari Leo Agung.

Summary
Di luar pertarungan, ada aspek teknis yang dirasa janggal jika kalian perhatikan, namun jika kalian tidak masalah, atas hal tersebut, kalian bisa menikmati adegan pertarungan yang luwes dan memuaskan. Komedi sehari-hari yang ditayangkan adalah standar cerita shonen seperti rivalitas dan semangat masa muda, tidak lebih dan tidak kurang. Ada fanservice ringan dalam anime ini, yang sayangnya cukup mengganggu dan hanya jadi gimmick semata.
Good
  • Animasi pertarungan yang patut diacungi jempol
  • Sound effect pertarungan yang memiliki impact
  • Desain karakter dan worldbuilding yang menarik
Bad
  • Keputusan direksi teknis yang terasa jelas, terutama dalam adegan diluar pertarungan
  • Fanservice yang 'murahan' dan tidak diimbangin pengembangan tokoh
7
Good
Written by
Pencari gem anime terbaik setiap season, cita-citanya yang paling besar adalah jadi karakter OP di seri isekai.

Is the Story Interesting?

0 0