Lima Fakta Di Balik Layar Pembuatan Film Live Action Mulan

Live Action Mulan
Disney's MULAN Mulan (Yifei Liu) Photo: Film Frame © 2019 Disney Enterprises, Inc. All Rights Reserved.

Film live-action terbaru dari Disney yaitu Mulan telah tersedia di Disney+ Hotstar Indonesia sejak 4 Desember lalu. Film ini menjadi favorit para fans karena menampilkan salah satu karakter paling ikonik yaitu Mulan. Perjuangan seorang perempuan muda yang mempertaruhkan nyawanya karena cinta kepada keluarga. Seperti apa kisah di balik layarnya? Berikut ulasannya, JoyFriends!

Lika-liku Perjalanan Pencarian Pemeran Mulan

Liu Yifei sebagai Mulan (doc. Disney)

Tim produksi film Mulan melakukan pencarian selama setahun untuk pemeran Hua Mulan, karakter utama film ini. Setelah melihat ribuan aktris, penari, penyanyi, dan seniman bela diri, pilihan akhirnya jatuh kepada Liu Yifei.

Menurut sutradara Niki Caro, Liu Yifei merupakan satu-satunya yang bisa memerankan Mulan. Liu Yifei adalah seorang aktris keturunan Cina-Amerika yang telah membintangi sejumlah film seperti The Forbidden Kingdom bersama Jackie Chan dan Jet Li, Outcast dengan dengan Nicolas Cage, dan film fantasi Tiongkok berjudul Once Upon a Time.

Meski cast-nya terasa cukup pas di versi live-actionnya ini, tapi tetap nggak bisa keluar dari kontroversi politik yang menghiasi; membuat penonton kembali bertanya-tanya mengenainya. Meski karya dan pilihan pribadi sang aktor dan aktris itu berbeda dan seharusnya dipisahkan, namun hal itu juga yang membuat daya tarik seseorang menonton ini akan berkurang, terlebih dari negara asalnya.

Terinspirasi dari Kisah Legenda Hua Mulan!

(doc. Disney)

Film ini terinspirasi dari Balada Hua Mulan ditulis berabad-abad yang lalu dan menjadi populer sejak saat itu. Meski terinspirasi dari budaya Tionghoa, film Mulan menghadirkan nilai-nilai dan pesan universal yang dapat dinikmati oleh para penonton. Disney pertama kali menyajikan kisah Mulan dalam film animasi pada tahun 1998. Film animasi Mulan saat itu menampilkan Ming-Na Wen sebagai pengisi suara Mulan.

Kombinasi emosi dan aksi yang menakjubkan, serta visual yang memukau membuat film Mulan menjadi daya tarik universal yang membawa tema kehormatan, keluarga, rasa hormat terhadap orang tua, dan tugas yang dilakukan.

Jason Reed selaku produser menjelaskan film live-action Mulan bertujuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, sekaligus menghormati elemen penting dari cerita yang menginspirasi ini. Ceritanya berfokus pada bagaimana seseorang dapat menunjukkan keberanian, kesetiaan, dan melakukan tugasnya, akan tetapi tetap jujur pada dirinya sendiri.

Keindahan Pemandangan Tiongkok dan Selandia Baru

(doc. Disney)

Banyak film saat ini, terutama film aksi mengandalkan green screen. Namun, tim produksi film Mulan merasa film ini harus memiliki nilai autentik yang berasal dari pengambilan gambar di lokasi yang sebenarnya.

Beberapa lokasi yang digunakan termasuk provinsi Hubei di Tiongkok Tengah, Gurun Pasir di Provinsi Xinjiang, Taman Geologi Nasional Zhangye Danxia di Tiongkok Tengah Utara, Gunung Api, Desa Mazar dan Dunhuang, dan Jiuquan di provinsi Gansu di Barat Laut dari Tiongkok. Mereka juga melakukan pengambilan gambar di studio yang berlokasi di provinsi Zhejiang di Tiongkok Timur.

Selain di Tiongkok, beberapa adegan penting dalam film ini dilakukan di Selandia Baru untuk mengatasi tantangan logistik. Lokasi syutingnya di Distrik Mackenzie, Poolburn, Rangiopo, Hanua, Muriwai, Woodpile, dan Lembah Ahuriri di Pulau Selatan yang menjadi tempat adegan pertempuran yang melibatkan 900 orang.

Meski begitu, lokasi shooting di Tiongkok-nya ini mengundang berbagai kontroversi karena diadakan di Xinjiang, di mana tengah hangatnya kasus kamp konsetrasi Uighyur.

Melibatkan 100 Pemain Pendukung

Live Action Mulan
(doc. Disney)

Bagi sineas Niki Caro, mengerjakan film Mulan dengan menciptakan adegan aksi berdasarkan gaya bela diri Wushu memberikan sensasi yang luar biasa. Yang membuat adegan aksi dalam film ini unik adalah karakter utamanya. Dalam film ini, adegan aksinya dibuat dengan realistis karena Mulan bukanlah superhero. Dia hanya gadis biasa, tapi bisa melakukan hal yang paling mencengangkan dengan tubuh dan pikirannya.

Untuk mendapatkan adegan pertempuran yang luar biasa, pembuat film membawa tim pemeran pengganti khusus dari Tiongkok, Kazakhstan, Mongolia, Selandia Baru, dan Australia untuk bekerja bersama dengan koordinator pemeran pengganti, yaitu Ben Cooke. Adegan pertempuran pun melibatkan beberapa aktor utama dan 100 pemain pendukung.

Lebih dari 2.000 Kostum

Live Action Mulan
(doc. Disney)

Menurut desainer kostum, Bina Daigeler, hanya 40 orang yang mengerjakan kostum untuk film Mulan. Jumlahnya sekitar 2.062 item kostum, 1.104 item headwear, 250 topi, 1.114 pakaian tambahan, 590 kostum untuk adegan di Kota Kekaisaran, 100 kostum untuk adegan pelanggan dari Desa Tulou, 281 set baju besi tentara Tiongkok, 730 baju besi Rouran, dan ditambah tiga sampai lima kostum tambahan untuk 50 karakter utama.

Yang paling menantang adalah kostum Xianniang yang diperankan oleh Gong Li. Kostumnya dirancang agar dapat menunjukkan misteri dan kekuatan dari karakternya. Xianniang adalah senjata manusia yang ampuh. Detail dari kostumnya mengingatkan kita pada burung elang. Senjatanya ada di tubuhnya, dan bagian mata serta riasannya dibuat seperti elang dengan topeng putih. Pakaian berwarna terang yang dikenakannya berasal dari gagasan bahwa warna putih dalam budaya Tiongkok melambangkan kematian dan juga kesucian.

Itulah lima fakta di balik layar pembuatan film live action Mulan. Film ini sudah tersedia di Disney + Hotstar dengan audio dan subtitle Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Selebriti Indonesia seperti Yuki Kato, Luna Maya, dan Dion Wiyoko menjadi pengisi suara Mulan, Xianniang dan Honghui untuk audio dalam Bahasa Indonesia.

Cek lebih banyak asupan informasi bergizi seputar pop culture atau tulisan menarik lainnya dari Roisul Umam. Jangan lupa juga kunjungi FacebookTwitterInstagram, dan YouTube JoyPixel!

Written by
"The less you know, the better." -Michael Scofield-

Is the Story Interesting?

0 0