Okja Review: Pesan Hangat dan Kesadaran dari Korea Selatan

User Rating: 7
Okja
Okja, film yang penuh pesan akan kesadaran terhadap banyaknya kasus kekerasan terhadap hewan. (doc. Netflix)

Nggak semua orang di dunia ini peduli dengan fenomena kekerasan terhadap hewan atau binatang. Tapi nggak sedikit pula yang menaruh concern besar kepada isu tersebut, salah satunya Bong Joon-Ho. Tanpa ingin bermaksud mencampuri urusan berbau kapitalisme, sutradara asal Korea Selatan ini coba menyampaikan keresahannya lewat film berjudul Okja.

Bersama sahabatnya, Jon Ronson, ia berhasrat dapat menyadarkan dunia akan bahaya berkelanjutkan jika kekerasan pada hewan nggak segera dihentikan.

“Mungkin, film bukan alat yang sangat dibutuhkan untuk mengubah dunia. Film punya sisi indahnya sendiri. Dan jika ada seseorang yang dapat melihat pesan yang coba saya sampaikan, saya harap dia dapat mengubah dunia,” ujar Joon-Ho dilansir Independent.

Dikemas sederhana dalam paket action-adventure, Okja mengawali kisahnya dengan sosok kejam Lucy Mirando (Tilda Swinton), pemilik startup Miranda Corporation yang bergerak di bidang peternakan modern bersama saudarinya, Nancy.

Hasil riset yang dilakukan timnya pun membuahkan bibit babi unggul. Dengan ukuran yang luar biasa besar, ia pun menyebar ke-26 babi super terbaik tersebut ke beberapa negara. Ia pun menggelar sayembara bagi siapapun yang mampu menjaga dan merawat babi super tersebut.

10 tahun berselang, salah satu babi super pun tumbuh sempurna. Dirawat oleh seorang petani dan cucunya, Mija (Ahn Seo-hyun), keberadaan babi yang diberi nama Okja ini tercium oleh tim Lucy.

Liputan besar-besaran pun digelar, siaran langsung disajikan khusus untuk sang petani dan cucunya tersebut. Di akhir pertemuan, tim Lucy pun secara paksa membawa Okja menuju Amerika Serikat untuk diekspos lebih dalam lagi. Hal ini dilakukan untuk membuktikan jika babi dengan bibit yang dikembangkan oleh Miranda Corporation berhasil.

Takut dengan nasib Okja, Mija pun nekat menyusul. Ia bertemu dengan sekawan aktivis pembebasan hewan (ALF) yang dikomandoi Jay (Paul Dano), tentu saja dengan misi yang sama, yaitu menyelamatkan Okja.

Sayang, nggak mudah bagi keduanya untuk melaksanakan misi tersebut. Di mana ancaman hukuman kurung siap menunggu mereka kalau berusaha membebaskan sang babi super tersebut.

Alur Okja Enggak Ribet

Tersaji hangat selama 120 menit di Netflix, Okja menawarkan alur yang nggak terlalu ribet untuk diikuti. Bahkan, beberapa twist-nya pun terkesan mudah dibaca, meski beberapa adegan mampu menguras emosi para penonton.

Film yang merupakan kerjasama antara Korea Selatan dan Amerika Serikat ini pun mendapatkan banyak pujian saat tayang perdana di Festival Film Cannes 2017 lalu. Kualitas CGI yang berpadu dengan totalitas sang aktor utama, Ahn Seo-hyun jadi bagian termewah dalam film ini.

Namun, pesan yang disampaikan sang sutradara sudah jelas. “Apa yang terjadi kepada Okja memang tengah terjadi di dunia ini. Karena apa yang coba saya tampilkan di film ini adalah apa yang tengah dan akan terjadi melalui sisi pandang saya,” tutup Bong Joon-Ho.

Writer : Adhie Sathya

NB: Penulis merupakan penikmat film layar lebar dan film series. Selain pernah menjadi penulis di majalah HAI, beliau juga beberapa kali turut serta menjadi penulis di beberapa media lain. Saat ini Ia masih menjadi penulis lepas di tengah kesibukannya bekerja di sebuah penyedia jasa travel online.

Cek lebih banyak asupan pop culture FILM KOREA atau tulisan menarik lainnya dari Adhie Sathya.

 

Summary
Okja merupakan sebuah film di mana sang sutradara ingin menyadarkan kita akan pentingnya kasus kejahatan terhadap hewan yang kerap terjadi di dunia. Kita disadarkan bahwa kasus tersebut akan mempengaruhi kehidupan kita juga.
Good
  • Tema yang diangkat bernilai positif
  • Mampu menguras emosi
Bad
  • Twistnya mudah ditebak
7
Good

Is the Story Interesting?

2 0