Soyatu: Eksis di Dunia Berkat Sosial Media

JoyPixel.id, Jakarta – Hari Sabtu kemarin (12/5), kami dari JoyPixel main-main ke salah satu event pop culture yang diadakan di Jakarta, apalagi kalau bukan Creators Super Fest (CSF) 2018! Kayak yang udah kami sebutkan sebelumnya di sini, acara ini bener-bener jadi surga bagi para kreator dan penggemar karya kreator-kreator lokal.

Nah, di hari itu, kami sempet ngobrol nih sama salah satu kreator lokal! Namanya adalah Dwinanda Edo alias Soyatu! Ilustrator yang satu ini dikenal dengan gaya gambarnya yang simpel tapi imut abis. Kalau Joyfriends ada yang ngikutin page Short Hair Worshipper di Facebook, pasti tau Cecilia Katou kan? Nah, Soyatu inilah yang bikin ilustrasi cewek berambut pendek yang jadi maskot SHW tersebut.


Menurut penuturannya, style gambar dia yang simpel dan moe itu terinspirasi dari gaya gambar anime atau manga.

“Tapi kemudian saya kayak kesusahan dengan (style) anime/manga. Jadi saya kayak berusaha menggambar yang nggak memaksakan diri. Apa yang saya bisa, saya keluarkan gitu,” ungkap Soyatu saat kami temui di booth-nya.

Lebih lanjut lagi, dia menyebutkan itulah alasan kenapa gambar-gambar dia sekarang ini simpel dan efisien. Kalau Joyfriends lihat karya-karya Soyatu, emang kesannya gambar dia itu nggak mengeluarkan tenaga banyak, tapi hasil akhirnya menarik banget.

Soyatu juga mengungkap kalau eksistensi dia sebagai  ilustrator yang cukup ‘punya nama’ saat ini nggak lepas dari peran media sosial. Bahkan, berkat media sosial inilah dia bisa dapet berbagai proyek dari luar negeri lho. Selain menggambar untuk comission – yang mana sebagian besar konsumennya berasal dari luar negeri – Soyatu juga pernah dipercaya untuk menjadi ilustrator cover CD beberapa musisi indie dari Jepang!

Misalnya aja nih, cover CD extended play (EP) Bloody Troopers karya Rymdkraft, musisi chiptunes asal Swedia yang dirilis oleh Cheapbeats, label asal Tokyo yang emang berfokus di musik-musik chiptunes. Dia juga pernah jadi ilustrator untuk cover CD EP berjudul CALM LIFE dan sapphire aquarium e.p. karya Ginkiha, juga musisi dari Jepang.

Ketika ditanya kenapa eksis di luar negeri, Soyatu bilang kalau dia emang berinisiatif buat kenalan dengan ilustrator dan produser musik di luar sana.

“Karena saya minatnya emang Jepang nih, jadi saya mulai follow artist Jepang di Twitter. Dan kenapa bisa sampai dapet proyek cover CD, itu karena kebetulan saya kenal sama beberapa produser. Untuk kenal itu kita harus (inisiatif) kenalan dulu, dari ilustrator ke produser gitu. Jadi kayak timbal balik sih, saling support gitu. Intinya sih karena saya minat jejepangannya tinggi, jadi saya berusaha kenal sama kreator-kreator Jepang juga,” ungkap mantan ilustrator Animonstar ini.

Cowok berambut pendek ini juga mengatakan kalau dia sebenarnya baru dua tahun terakhir aktif nge-post hasil-hasil karyanya di media sosial.

“Jadi kayanya baru orang-orang minat buat follow saya. Dari situ akhirnya merambat ke kenalan-kenalan sesama ilustrator dan artist lainnya,” tambahnya lagi.

A post shared by Dwinanda Edo🐟 (@sakanacomu) on

Soyatu sendiri sekarang aktif sebagai freelance illustrator dan lagi mau ngebikin brand pernak-pernik dengan nama BAzooKA. Pernak-pernik inilah yang dia jual di booth-nya di CSF 2018 kemarin. Beberapa item yang dijual antara lain kaos, charm, stiker, dan notes; tentunya lengkap dengan ilustrasi khas Soyatu.

Oh iya gaes, di gelaran CFS ini Soyatu juga perform loh di penutupan acaranya, dia malakukan live drawing yang berkolaborasi dengan OTAGROOVE.

Hasil Live Drawing Soyatu berkolaborasi dengan OTAGROOVE di penutupan acara CFS 2018

Buat Joyfriends yang pengen liat karya-karya Soyatu lebih lanjut, bisa follow beberapa akun media sosial pribadinya, @sakanacomu dan @bazooka.os untuk Instagram, serta @soyacomu untuk Twitter.

 

 

Written by
さあ、実験を始めようか?

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>