Instrumentalist Tommy Pratomo Bermanuver Lewat Single Berjudul Step

Instrumentalist ini nggak cuma main saxophone, tapi juga nyanyi! (doc. Tommy Pratomo)

Kerap tampil bersama sejumlah musisi top Indonesia seperti HiVi!, Marcell, Raisa, Barasuara, dan lainnya, nama musisi instrumental Tommy Pratomo tentunya nggak asing lagi di telinga musik pop jazz Indonesia. Permainan saxophone-nya kerap memukau kita para penikmat panggung musik. Nggak cuma punya power, tapi juga kemampuan improvisasi di atas rata-ratanya, selalu membuat lagu yang dimainkan menjadi lebih berwarna.

Lepas dari aksinya bersama musisi kenamaan Indonesia, Tommy Pratomo akhirnya kembali masuk studio rekaman guna melanjutkan perjalanan musiknya sendiri. Setelah merilis album perdana pada 2015 lalu, musisi kelahiran 1 Juli 1988 ini akhirnya fokus untuk menyuguhkan karya lainnya yang menjadi cerminan musikalitas dirinya.

Sebuah lagu berjudul Step didaulat menjadi single pembuka dari babak baru perjalanan musiknya ini. Sebuah single yang bercerita tentang fase pendekatan atau PDKT seorang cowok yang salah tangkap. Segala usaha yang dilakukan dinilainya berhasil dan membuat si cewek merasa, tapi pada kenyataannya tidak alias sia-sia. Dibalut dalam aransemen RnB sebagai pondasi dan diperkaya dengan sentuhan elektronik, funk dan urban jazz membuat single ini begitu mudah dan nyaman didengarkan.  

Babak baru bukanlah hal yang berlebih, tapi pada kenyataannya dalam menikmati single Step ini. Bagi musisi yang juga piawai memasak ini, judul Step juga memiliki arti sebagai langkah baru dalam perjalanan musiknya. Ia yang dikenal sebagai instrumentalis dengan saxophone sebagai senjata utamanya, kali ini juga menyuguhkan kemampuan dalam mengolah vokal. Betul, sosok yang bernyanyi dalam single Step adalah Tommy Pratomo sendiri yang bernyanyi.

“Ada sisi perjalanan musik saya pribadi yang ingin saya bagikan ke pendengar di single Step ini termasuk saya yang bernyanyi. Sejujurnya bernyanyi bukan hal yang baru karena di awal dulu, saya memulai kehidupan bermusik sebagai penyanyi acara pernikahan dan di beragam acara,” ujar Tommy.

Bernyanyi lantas bukan menjadi hal baru, tapi dipastikan akan memberikan pengalaman yang baru untuk kita sebagai pendengarnya. Untuk memaksimalkan kemampuan dasar bernyanyi yang udah ada, Tommy Pratomo mengolah vokalnya. Gaya bernyanyi dari Sisco, KC & Jojo, Drake, Brian McKnight, Chance The Rapper sampai Luther Vandross diadopsinya dan dikombinasikan dengan sesi brainstorming bersama teman-teman vokalis seperti Adyuta abandhika, Joshua Kunze, Bakhes Igirisa, Matthew Sayerz dan Kevin Widaya (JIVVA) jelas menjadikan sebuah formula tersendiri dalam menikmati seorang Tommy Pratomo dalam single Step ini.

Formasi berbahaya juga datang dari balik layar single Step. Sejumlah musisi profesional turun tangan berbagi kemampuan untuk menjadikan single ini menjadi sebuah suguhan yang telak untuk pendengarnya. Lagu yang ditulis oleh Tommy Pratomo sendiri kemudian didukung oleh Ade Avery (gitar), Adrian “Kitut” Rahmat (keyboard, synth, bass), Rio Exo, kemudian diolah oleh Marco Steffiano sebagai produser dan proses mixing digarap oleh Rayendra Sunito. Ketika sudang matang, single ini kemudian di-mastering di Master Sage Audio, Amerika Serikat.

“Saya mencoba untuk memaksimalkan semua sisi termasuk sisi produksi ini. Dengan lirik dan aransemen yang sudah dibayangkan sebelumnya hingga single ini jadi, ada harapan untuk mereka yang mendengarkan bisa merasakan suatu karya yang dalam dan fresh dari saya yang memiliki label pemain saxophone,” ujarnya penuh harap atas single terbarunya ini.

“Banyak sekali masukan dan semangat dari teman-teman musisi. Semua juga berjalan dengan natural, tidak ada Baik vokal dan saxophone memiliki porsinya sendiri. Kembali kepada kebutuhan dari lagu Step ataupun lagu-lagu saya nantinya,” tambahnya lagi.

Selain single Step, Tommy Pratomo terus merampungkan proses album keduanya yang direncanakan rilis pada beberapa bulan ke depan. Single Step sendiri udah rilis dan bisa dinikmati secara digital di beragam layanan musik streaming seperti JOOX, Tidal, Apple Music, Spotify dan Deezer serta bisa dimiliki lewat iTunes.

Written by
I'm just a man who likes playing a game, watching movies, tv series, Dragon Ball, Digimon, Attack on Titan, and Kamen Rider.

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>