Franz Ferdinand Live In Jakarta – Energetic and Entertaining!

Ade Govinda ternyata jadi orang yang beruntung malam itu bisa duet bareng Franz Ferdinand! (doc. diaanacil)

Kerumunan orang mulai terlihat sekitar pukul 5 sore di Tennis Outdoor Senayan pada Jumat (30/11). Mereka berkumpul bukan tanpa alasan, Joyfriends. Pasalnya, ada band independen asal Glasgow, Skotlandia, yang tengah melawat ke Indonesia dalam rangkaian tur mempromosikan album terbarunya Always Ascending, yakni the one and only Franz Ferdinand! Bukan, bukan Archduke Franz Ferdinand dan Gavrilo Princip yang menjadi cikal bakal pecahnya Perang Dunia I, tetapi Franz Ferdinand, band yang menjadi cikal bakal pecahnya Jakarta dalam balutan musik new wave yang membuat kamu berdansa.

Kembalinya Franz Ferdinand ke tanah air sejak November 2009 lalu ini membawa beberapa perubahan; salah satunya di konser ini mereka tidak lagi bersama gitaris Nick McCarthy yang telah hengkang 2016 silam. Kini mereka hadir dengan formasi barunya: Alex Kapranos (gitar dan vokal), Bob Hardy (bass), Paul Thompson (drum) serta Julian Corrie (keyboard, gitar, vokal latar) dan Dino Bardot (gitar) yang bergabung dengan Franz Ferdinand 2017 silam.

Acara yang digagas oleh Stellar Events ini menghadirkan tiga opening act dari skena independen Indonesia, mulai dari Fourtwnty, Elephant Kind serta Barasuara yang penampilannya dimulai pukul 18.30, membuat para fans yang mengantri open gate segera memasuki stadiun. Semakin malam, penonton pun perlahan-lahan akhirnya memenuhi stadiun tenis ini.

Tingginya antusias para penonton saat Franz Ferdinand mulai aksinya (doc. diaanacil)

Franz Ferdinand membuka konser dengan meriah pada pukul 22.30 dengan lagu andalannya “Glimpse of Love” yang langsung disambung dengan lagu “Paper Cages” dan “Walk Away” membuat penonton berteriak antusias. Para personilnya begitu energik dengan aksi panggung yang begitu fun, meski sang bassis Bob Hardy terlihat sedikit bosan atau mungkin hanya kecapekan. Berbeda jika dibanding Alex dan lainnya yang terus lompat-lompatan di atas panggung. Yang menariknya adalah, masing-masing personil Franz Fredinand mengenakan batik untuk menjadi kostum manggungnya!

Dari segi artistik, tatanan lampunya pun dapat dikatakan mewah dan megah mengikuti alunan serta mood lagu ditambah sound yang menggelegar. Mixing-nya terasa begitu rapih meski secara sound terasa sedikit terlalu besar volumenya, sehingga sedikit menggangu.

“Ya, kalian yang di belakang bisa maju ke depan, melewati barikade tengah” ajak Alex sebelum memulai lagu. “Penjaga, biarkan penonton yang di belakang dapat maju ke depan.” Penjaga pun menuruti permintaan Alex tersebut, sontak para penggemar yang berada di kategori Green pun berbondong-bondong kegirangan pindah ke barisan paling depan di kategori Red, alias yang paling depan!

Meski semakin berumur, ada satu hal yang saya salut dari Alex Kapranos adalah vokalnya yang begitu stabil di atas panggung. Vokalnya masih prima, meski ia terus bernyanyi sambil melompat dan melakukan stage act lainnya. Seakan dia sebenarnya tidak memiliki effort untuk bernyanyi tapi sangat stabil.

“Ada yang bisa bermain gitar elektrik?” tanya Alex kepada penonton. “People of Jakarta, ada dari kalian yang bisa bermain gitar elektrik?” ulangnya lagi. Para penonton pun berteriak kegirangan serta mengangkat tangan, berharap dirinya yang ditunjuk. Alex dan Bob berusaha mencari penonton yang tepat untuk memainkan gitar bersama Franz Ferdinand di atas panggung, dan akhirnya menemukan satu pemain gitar yang beruntung dapat bermain bersama idolanya.

View this post on Instagram

[FRANZ FERDINAND feat ME) An amazing and certainly unforgetable moment recorded at Franz Ferdinand Concert on 30 Nov 2018 in Jakarta, Indonesia. I still can't believe that I could share a stage with @alkapranos and played his own guitar! It was unexplicable feeling . Franz Ferdinand, they are rockstars yet very humble and highly appreciated their fans. Wish you all the best and big success for your next albums . You guys, one of the best stage act that I ever seen. You are good at making the right songlist that touches the emotion of the audience . These beautiful pictures were taken by one of my best friends that is also a great Indonesian photographer, @blekribe . For those who still miss the Franz Ferdinand, don't forget, TONITE at 07 PM at Potatohead in Bali. . #franzferdinand #franzferdinandjakarta #adegovinda #dreamcametrue #franzferdinandmichael #bestmomentinlife #TuhanItuBaik

A post shared by Ade Nurulianto (@ade_govinda) on

Setelah kami telusuri, ternyata yang naik ke atas panggung adalah Ade, gitaris dari band Indonesia yang bernama Govinda, memainkan lagu Michael, satu lagu dari album pertama mereka. Meski ternyata mereka sudah sempat latihan sebelumnya, tetap saja aksi ini patut diacungkan jempol serta menjadi salah satu highlight dari konser Franz Ferdinand malam itu.

Suasana semakin meriah ketika sang fans turun dari panggung dan langsung dihajar hits single yang membawa Franz Ferdinand ke puncak ketenaran: "Take Me Out”. Para fans bukan hanya berdansa dan melompat serta menyanyikan liriknya, tetapi juga turut menyanyikan riff gitar signature lagu tersebut! Keriuhan penonton terus berlanjut bersambungan dengan lagu-lagu berikutnya yang dibawakan seperti "Love Illumination” dan "Ulysses”.

Seusai lagu "Ulysses”, para personilnya pun mulai meninggalkan panggung sambil melambaikan tangannya kepada penonton, menandakan acara akan segera selesai hingga bayangan mereka tak lagi kelihatan. Sontak penonton berteriak dengan kompak, "We want more! We want more! We want more!

"Hampir saja kami keluar dari gedung ini sampai mendengar teriakan indah kalian itu,” ujar Alex kembali ke panggung sambil menyeruput entah teh atau kopi yang di dalam cangkirnya. "People of Jakarta, bolehkah saya mendengar teriakan indah itu lagi?”

Para personil lainnya mulai kembali ke panggung dan langsung dihajar dengan lagu "Always Ascending”, "Feel the Love Go”, "Outsiders” dan tentu saja penutupan yang apik seperti biasanya dengan lagu "This Fire”. Di lagu terakhir ini Alex mengajak penonton untuk berjongkok sebentar sebelum reff terakhir, kemudian kembali berdansa dalam beberapa hitungan.

Secara keseluruhan, konser ini lebih dari sekedar kedatangan mereka kembali ke Jakarta; lebih dari sekedar obat tawar pelepas rindu setelah sembilan tahun tidak kembali ke Indonesia. Dengan total membawakan 17 lagu yang dibagi menjadi 13 lagu utama dan 4 lagu encore. Groove pada lagu-lagunya pun berhasil memikat hati para penonton, membuat penonton tak lelah berdansa hingga akhir acara.

"Can you feel the love tonight, people of Jakarta?” tanya Alex diberbagai kesempatan. Yes, Alex. We do feel the love that night! "Terima kasih, people of Jakarta.” ujar Alex di berbagai kesempatan setiap menutup lagu.

Seorang mahasiswa yang hobinya kuliah sekaligus figuran di band @nextgentheband & @valdivieso_band | Gemar memotret di akun @ishoothem dan menulis gan

Is the Story Interesting?

3 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>