13 Bintang Tamu yang Bisa Kamu Temui di Indonesia Comic Con 2018

Udah berencana dateng ke Indonesia Comic Con 2018? Udah bikin daftar mau khilaf apa aja? Jangan cuma belanja, karena bintang tamunya pun bakal banyak banget! Kalo sebelumnya kami udah ngasih bocoran pop icon yang bakal dateng ke Indonesia Comic Con 2018 – sekarang kami mau ngasih bocoran berbagai artist lain nih!

“Kami telah mempersiapkan beragam aktivitas yang menarik dan menghadirkan para tokoh budaya populer ternama dunia untuk memanjakan seluruh fans yang ada di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami sudah tidak sabar utnuk memberikan pengalaman yang seru dan tidak terlupakan ini,” terang Steven Chwee, General Manager Reed Panorama Exhibitions, dalam rilis yang kami terima.

Jadi, siapa aja para artist yang datang di Indonesia Comic Con 2018? Ini dia daftarnya, Joyfriends.

Leon Chiro (Italia)

Leon Chiro adalah cosplayer profesional dari Italia. Bahkan, dia sudah terikat kontrak sebagai official cosplayer untuk perusahaan videogame besar such as Ubisoft (Assassin’s Creed/Watch Dogs), Square Enix (Gladiolus – Final Fantasy XV), Capcom (honorary mention for his Dante) dan banyak lagi. Leon juga dikenal sebagai salah satu tokoh paling ikonik dalam komunitas Assassin’s Creed (since dia bekerja untuk perusahaan ini dalam waktu yang cukup lama, kan). Pst,sejak 2016 ia sudah secara resmi diakui sebagai Assassin’s Creed berwajah Italia, lho!

King TW (Taiwan)

King adalah cosplayer dari Taiwan dengan pengalaman lebih dari 18 tahun. Dia sendiri udah memenangkan berbagai kompetisi, diundang ke berbagai acara, dan menjadi juri di berbagai kompetisi cosplay. Pst, King juga menjadi duta besar untuk beberapa perusahaan game di Taiwan.

Chihiro Chang (Taiwan)

Chihiro adalah cosplayer dari Taiwan,China. Dia udah diundang sebagai bintang tamu di berbagai negara dan sering muncul banyak muncul di CWT & FF, Taiwan. Btw, kunjungannya tahun ini bukan pertama kalinya dia ke Indonesia, lho!

Alan Quah (Malaysia)

Alan Quah adalah seorang seniman dari Malaysia. Dia sendiri terlibat di The Vampire Diaries (DC Comics) dan Godzilla: Awakening (Legendary Comics). Alan sendiri udah mendirikan Komikaki Studio, perusahaan seni dan pewarnaan komik yang udah terlibat di beberapa proyek – seperti DC, MTVN, Sapi Top, Capstone, Heroverse, DDP, Webtoon, IDW, Xenescope, Gambar, Valiant dan Titan Comics.

Dexter Soy (Filipina)

Dexter Soy awalnya adalah mahasiswa arsitektur di Pangasinan, Filipina. Kemudian, dia direkrut oleh Marvel sebagai penulis Trese –komik lokal Filipina – dan karya seninya dibagikan lewat Twitter. Selain dari karyanya dengan Marvel, Dexter juga telah membuat beberapa judul utama dari DC Comics seperti Batman, Mortal Combat, serta Red Hood and the Outlaws.

Harvey Tolibao (Filipina)

Harvey Montecillo Tolibao adalah seniman komik asal Filipina. Harvey juga dikenal sebagai cover artist di Zenescope Entertainment, seniman buku komik di IDW Publishing dan artist di Nautilus Comics. Karya-karyanya berkisar dari Hit List, Green LanternArrow, dan Star Wars.

Cryssy Cheung (Amerika Serikat)

Cryssy Cheung adalah art director yang menetap di New York. Cryssy sendiri udah memenangkan berbagai penghargaan sebagai desainer dan ilustrator. Sejak awal masuk sekolah visual art di NYC, Cryssy telah menyadari bakat dan passionnya di dunia digital art. Cryssy sendiri udah terlibat dalam beragam ilustrasi cover komik dan editorial Star Wars. Klien Cryssy sendiri udah nggak main-main, lho. Let’s say, Adobe, CBS, Marvel, Valiant, IDW Publishing, EasyJet, Eater, Moleskine, dan Vertigo.

Iwan Nazif (Indonesia)

Iwan Nazif mengawali karirnya saat menjadi mahasiswa jurusan Arsitektur di Institut Teknologi Nasional Bandung. Dia mendapat kontrak internasionalnya sebagai komikus dari Dark Horse Comics untuk seri komik KULT. Proyek ini berlanjut diikuti dengan Mass Effect 2 dan 3, yang juga diterbitkan oleh Dark Horse Comics. In the end, Iwan menerima kontrak untuk mengilustrasikan seri komik Dreamworks How to Train Your Dragon yang diterbitkan oleh Titan Comics – seri komik ini udah mencapai volume 8 lho! Sekarang, ia menjabat sebagai manajer umum kreatif di perusahaan Bumi Langit.

Ario Anindito (Indonesia)

Pria kelahiran 1984 ini memulai karirnya waktu merilis komik pertamanya Nadya and the Painkillers melalui penerbit independen di tahun 2008. Kemudian, Ario mulai menjadi seniman konsep untuk film Drupadi (Sinemart, Dian Sastrowardoyo) di tahun berikutnya.

Setelahnya di tahun 2010, ia menjadi freelance art director untuk DRAFT FCB Indonesia – dimana ia menyutradarai beberapa iklan televisi yang salah satunya berhasil meraih Gold Award pada Citra Pariwara tahun 2011 (kategori animasi). Kini Ario memulai studio kecilnya Stonefruit Studio dan masih mengerjakan karya untuk Marvel sebagai penciller dan inker. Karyanya antara lain: Wolverines, Secret Wars: House of M, Hyperion, Agents of S.H.I.E.L.D., Venom: Space Knight, Uncanny Inhumans, dan Secret Empire: United.

Yasmine Putri (Indonesia)

Yasmine Putri adalah perancang karakter Indonesia yang debut komiknya dimulai dengan cover untuk Marvel’s Secret Wars. Sejak saat itu, Yasmine merancang karakter komik untuk DC dan Marvel. Sebut aja; Amazing Spider-Man, Black Panther, Hellblazer, Detective Comics, Nightwing, dan Wonder Woman.

Arif Prianto (Indonesia)

Karya pertamanya sebagai seorang colorist di tahun 2003 komik lokal berjudul Duawarna dari M&C Gramedia, yang kemudian berlanjut di tahun 2007 dengan Imaginary Friends Studio Jakarta (dan kemudian Stellar Labs) sampai tahun lalu. Sejak itu Arif sudah mengerjakan berbagai judul komik. Let’s say, TopCow: Witchblade, The Darkness, Action Comics, Deathstroke, Immortal Men, DC Unchained Game, Starwars: Poe Dameron, dan X-Men Gold..

Jasmine Hanny Sukartty (Indonesia)

Artis kelahiran Jakarta, Jasmine Hanny Surkatty ini sudah berkecimpung di berbagai bidang industri kreatif Indonesia selama tahun-tahun (bahkan sejak masih kuliah, lho!) sebelum akhirnya diseriusi sebagai bidang pekerjaan. Seiring berjalannya waktu, Jasmine menyadari bahwa kecintaannya pada komik tidak pernah mati. Terutama, setelah ia terlibat pada proyek sisi gairahnya mengubah IP besar, Komik Ga Jelas™ (komik berbasis sosial-media).

Taku Inoue (Jepang)

Taku Inoue adalah komposer, arranger, penulis lagu, dan DJ yang berasal dari Jepang. Kalo kamu suka main game dari Bandai Namco Studio, mungkin kamu sering mendengar musik karya Taku. Sebut aja, Tekken Series, Ridge Racer Series, Idol Master Series dan suara Masumi No Vitera dan Syncronica adalah beberapa dari karya Taku sebagai komposer musik. Nah, baru baru ini (Juni 2018), Taku baru pensiun dari Namco Bandai dan beralih ke freelancer. Selain produksi suara game, Taku juga aktif sebagai DJ – baik buat acara klub ataupun live event.

Itu dia sederetan artists yang bisa kamu temui di Indonesia Comic Con 2018, Joyfriends! Jangan lupa, pagelaran pop culture tahunan ini akan diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada 27-28 Oktober 2018.

Is the Story Interesting?

0 0