H2O: Reborn Rupaka – Review: Pementasan yang Bikin Merinding!

User Rating: 7.5
Pertunjukan teater ini mungkin jadi momen bersejarah buat dunia komik Indonesia. Terima kasih Teater Pesawat Kertas! (photo by Satria Khindi)

Akhir pekan kemarin, 10 dan 11 Februari, bisa jadi adalah hari bersejarah buat para pecinta komik Indonesia. Soalnya di dua hari tersebut, komik H2O: Reborn ditampilkan dalam bentuk pertunjukan teater! Pertunjukan teater ini diinisiasi oleh kelompok Teater Pesawat Kertas dan ditampilkan di Gedung Kesenian Jakarta dengan judul H2O: Reborn Rupaka.

H2O: Reborn sendiri merupakan komik karya Sweta Kartika dan baru aja tamat pada Agustus 2017 kemarin, serta meraih penghargaan Popcon Asia’s 2017 Comic of the Year. Sama kayak komik Indonesia kebanyakan, komik ini awalnya terbit di dunia maya sebelum akhirnya dicetak.

Cuma terdiri dari tiga buku, H2O: Reborn berlatar di dunia masa depan di mana robot udah bukan barang asing di kehidupan manusia. Mulai dari keamanan hingga house keeping, semua udah menggunakan robot, atau dalam komik ini disebut dengan istilah “Garda”.

Dalam kisah ini kita akan berkenalan dengan anak kecil yang buta bernama Sita, putri semata wayang Profesor Rama. Sang profesor sendiri adalah salah satu ilmuwan terkenal yang udah bikin banyak garda, sementara Sita membenci ayahnya karena selalu sibuk dengan pekerjaannya. Nggak cuma itu, dia juga membenci garda-garda yang dibuat oleh ayahnya.

Nah, meski pun tahu kalau anaknya nggak suka sama garda, sang profesor malah menambah satu garda lagi di rumahnya. Garda ini merupakan karya terbaru Profesor Rama, sebuah garda tipe H2O, tipe khusus untuk babysitting yang dia beri nama Hans. Nggak kayak garda biasa, Hans merupakan garda prototype yang bisa melampaui batas protokolnya sendiri, atau gampangnya: Hans bisa mempelajari hal baru layaknya manusia.

Seperti yang udah diduga sebelumnya, Sita menolak mentah-mentah keberadaan Hans di rumahnya. Tapi hati Sita akhirnya luluh ketika Hans mampu menyelesaikan lagu yang sedang ia kerjakan. Kemampuan Hans untuk mempelajari berbagai hal di luar protokolnya membuat Ravana, garda yang menjadi “ibu” seluruh garda di dunia, iri hati dan memutuskan buat merebut “otak” Hans.

Kisahnya jadi benar-benar hidup

Menurut saya kisah di atas benar-benar sukses dihidupkan oleh tim Teater Pesawat Kertas. Para aktor dan aktris yang berperan dalam pementasan teater ini berhasil menampilkan karakter para tokoh dalam komik ini dengan sangat baik. Saya langsung merinding begitu pertunjukan ini dibuka dengan kemunculan Opsir Drupadi dan Letnan Samuel. Dan makin merinding saat melihat sosok Ravana berdiri tinggi di “menaranya”.

Tapi dari sekian banyak penampilan aktor dan aktris yang keren ada dua aktor yang bagi saya adalah bintang utama pertunjukan ini, mereka adalah Randa Arkie (Ravana) dan Aldiyansah Prambudi (Rajit).

Ravana (Randa Arkie) dengan sembilan kesadarannya yang lain. (doc: Satria Khindi)

Randa Arkie sukses mewujudkan keangkeran sosok Ravana yang sebenarnya nggak memiliki tubuh. Caranya berbicara yang pelan, jelas, dan tenang, jadi salah satu alasan yang bikin keangkeran Ravana begitu terasa nyata. Tapi sebenarnya bukan Randa aja lho yang memerankan Ravana, ada sembilan orang lainnya yang berperan sebagai 10 kesadaran Ravana!

10 kesadaran Ravana ini bener-bener jadi kejutan yang menyenangkan, by the way. Yep, siapa pun yang udah baca H2O: Reborn tentu udah tahu kalau Ravana memiliki 10 kesadaran. Tapi para pembaca nggak bisa mengetahui bagaimana kepribadian sembilan Ravana lainnya.

Celah itulah yang dimanfaatkan oleh tim Teater Pesawat Kertas dengan sangat baik. Mereka membuat 9 kepribadian baru bagi Ravana, ada yang bengis, “melambai”, penakut, angkuh, dan lain sebagainya. “Percakapan internal” Ravana jadi salah satu momen menarik selama pertunjukan.

Sementara itu penampilan Aldiansyah Prambudi sebagai Rajit sukses mengundang tawa penonton. Kelakuan Rajit yang penuh spontanitas dan kadang absurd berhasil ditampilkan dengan sangat kece oleh Aldiansyah. Poin plus juga diberikan kepada aktor ini karena dia rela ngesot kiri-kanan saat adegan action.

Bagian-bagian musikal dalam pertunjukan teater ini juga menarik, lagunya bagus-bagus, terutama lagu yang dinyanyikan oleh Sita bersama sang ayah, dan lagu yang ia nyanyikan dengan Ravana. Oh iya, momen Sita dengan Ravana meskipun nggak sepanjang di komiknya, juga tetap mengharukan.

Sayang sekali sound-nya nggak oke

Sayangnya, pertunjukan teater ini sangat terganggu dengan kualitas sound yang jelek. Kadang ada yang mic-nya mati, kadang suara musik lebih keras dari suara aktor, di satu kesempatan bahkan suara dari backstage sempat bocor. Bener-bener sangat disayangkan, soalnya gangguannya sering banget muncul di momen-momen penting, hasilnya penonton nggak bisa denger para aktor di panggung ngomong apa.

Kekurangan lainnya adalah adegan action dalam pertunjukan ini saya rasa harusnya bisa sedikit lebih maksimal. Koreografi pertarungannya overall oke banget, tapi penampilan dari beberapa aktor dan aktrisnya yang kurang maksimal. Ada yang terlihat nggak bertenaga, ada juga yang telat reaksinya.

Adegan terakhir H2O: Reborn Rupaka. Apakah Teater Pesawat Kertas akan kembali dengan adaptasi buku ketiga?

Oh iya, ending pertunjukan ini juga menggantung, soalnya Teater Pesawat Kertas cuma mengadaptasi H2O: Reborn hingga buku kedua. Salah satu alasannya adalah karena saat mereka mengajukan ide untuk mengadaptasi komik ini ke Sweta dan tim H2O lainnya, komik ini memang belum tamat.

Tapi meskipun memiliki beberapa kekurangan yang cukup fatal, saya dan tim JoyPixel sangat berterima kasih kepada tim Teater Pesawat Kertas yang telah berinisiatif buat mengangkat komik ini ke panggung teater. Benar-benar sebuah kenekatan yang luar biasa, mengadaptasi sebuah cerita yang berfokus soal robot dan berlatar di masa depan.

Semoga setelah ini makin banyak kelompok teater yang mau mengadaptasi komik-komik Indonesia lainnya. Dan semoga Teater Pesawat Kertas bakal kembali dengan adaptasi buku terakhir H2O: Reborn!

 

Summary
Meskipun ada beberapa poin yang kurang maksimal, sebenernya secara keseluruhan teater ini menghibur banget. Apalagi sukses bikin visualisasi komik H2O: Reborn ini jadi nyata. Sungguh dinantikan banget kelanjutannya dan adaptasi lainnya. Terima kasih Teater Pesawat Kertas!
Good
  • Karakterisasinya tepat semua!
  • Ravana dan Rajit jadi bintang utama
  • Bagian musikalnya bagus, terutama di bagian Sita
Bad
  • Sound jelek, suara pemeran nggak kedengeran di momen penting
  • Adegan action kurang maksimal
7.5
Good

Is the Story Interesting?

1 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>