A Simple Favor – Review: Absurd, Cerdas, dan Mengejutkan

User Rating: 8
Motret apa ya by the way si Anna Kendrick?

Nama Anna Kendrick terdengar nggak asing di telinga para pecinta film Hollywood. Beberapa judul chick flick seperti Pitch Perfect (2012), Drinking Buddies (2013) hingga Get a Job malang-melintang di Box Office.

Namun, aktris berusia 33 tahun ini kurang mendapatkan perhatian dari produser-produser film besar. Mengingat aktingnya di beberapa film terbilang “B aja” membuat Kendrick terjebak di dunia drama komedi saja.

Hal ini yang sempat muncul dipikiran Joypixel kala diundang untuk menyaksikan film teranyarnya, A Simple Favor. Beradu akting dengan nama-nama besar seperti Blake Lively buat publik menganggap remeh peran Kendrick di film ini.

Well, kenyataannya sebaliknya! Aktris yang juga punya suara bagus dan sempat beken lewat Cup Song-nya ini justru tampil mengesankan lewat film arahan Paul Feig ini.

Mengingat genre yang nggak “Anna Kendrick banget”, thriller misteri, A Simple Favor adalah pembuktian paling sahih untuk para kritikus yang kerap menganggap rendah Kendrick. Terlebih usai tiga film Pitch Perfect yang meledakkan namanya.

Receh di Awal

A Simple Favor adalah sebuah noir yang diangkat dari novel karya Darcey Bell. Berbeda dengan noir pada umumnya, A Simple Favor justru membuka tirai dengan sangat ceria.

Stephanie (Anna Kendrick) adalah seorang ibu beranak satu yang kehidupan sehari-harinya disibukkan dengan aktivitas ngevlog. Tentu saja selain mengantarkan anaknya ke sekolah dan bertemu dengan para orang tua murid lainnya yang menyebalkan.

Hari-hari Stephanie pun berubah saat ia bertemu dengan Emily (Blake Lively) yang merupakan ibu dari sahabat anaknya. Berbeda dengan Stephanie yang selalu tampil receh dengan kepolosannya, Emily justru punya sifat yang sangat elegan dan terkadang sarkas.

Mengingat Emily adalah satu-satunya sahabat yang dimiliki, Stephanie pun menuruti seluruh keinginan dari Emily. Tanpa pernah menaruh rasa curiga, terutama kepada kehidupan Emily dengan sang suami, Sean (Henry Golding).

Namun, kebahagiaan Stephanie pun direnggut oleh situasi saat Emily tiba-tiba menghilang dari peredaran. Yang bikin ia makin galau adalah fakta kalau dirinya adalah orang terakhir yang dikontak oleh Emily sebelum menghilang.

Ia berusaha menghubungi suami Emily hingga mencari ke kantor di mana sahabatnya bekerja. Namun, jawabannya selalu nihil, sampai akhirnya sebuah kabar buruk datang kepadanya, Emily telah tiada karena overdosis.

Sontak, Stephanie pun dirundung duka mendalam. Apalagi, sebelum meninggal, Emily menitipkan anak satu-satunya, Nicky kepada Stephanie.

Menariknya, rasa penasaran Stephanie nggak berhenti di situ saja. Apalagi setelah menerima kabar kalau suami Emily, Sean terus berusaha mencairkan dana asuransi yang dimiliki oleh sahabatnya tersebut.

Selalu Dibuat Bertanya

A Simple Favor bukan sebuah noir yang biasa. Tetap menghadirkan banyak momen-momen absurd dan terasa pekat di beberapa adegan, film berdurasi 117 menit ini justru membawa nuansa komedi yang kental sejak menit pertama.

Kekuatan pertama film ini jelas pada penokohannya yang terbangun oleh dialog lucu dan absurd. Terutama Emily yang dimainkan oleh Blake Lively. Karakter ini seakan membawa film jauh lebih hidup dari sisi sarkas namun sangat elegan.

Setara dengan Emily, Stephanie mampu membawa emosi para penonton dari awal. Ada momen-momen yang membuat penonton sebal, tetapi juga ada yang membuat mereka bersorak karena tingkah aneh Stephanie.

Keduanya dibungku dalam sajian thriller dengan nuansa chick flick. Terasa sangat berimbang karena para penonton diajak ketawa sekaligus berpikir untuk memecahkan misteri. Nggak heran, setiap adegan hadir dengan clue-clue misterius yang menjadi kunci pemecahan masalah.

Dengan bujet USD 20 juta, A Simple Favor makin terasa berkesan dengan hadirnya plot twist yang nggak disangka-sangka. Semuanya bahkan nyaris nggak terjawab hingga akhir film.

Sayang, beberapa adegan kunci mengalami salah penempatan. Seperti saat momen di mana pembunuhan “Emily” terjadi terlalu cepat di pertengahan film. Meski demikian, A Simple Favor adalah sebuah noir yang hangat, cerdas kadang melucu, dengan paket cerita yang mengalir teratur dari depan hingga belakang.

Jika harus dibanyangkan, A Simple Favor adalah perpaduan sempurna antara Gone Girl dengan Bridesmaids

Summary
Kalau kamu mencari film dengan nuansa yang menyenangkan, tapi ada bumbu-bumbu misterinya, film A Simple Favor ini bisa jadi pilihan. Apalagi ini merupakan kolaborasi antara Anna Kendrick dan Blake Lively yang jarang kita lihat di layar lebar. Seru juga lho.
Good
  • Komedinya terasa kental di menit-menit pertama
  • Penokohannya dibangun dari dialog lucu dan absurd
  • Terdapat sejumlah plot twist yang nggak akan kamu sangka sebelumnya
Bad
  • Ada beberapa adegan kunci yang salah penempatan dalam alur cerita
8
Great

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>