A Star Is Born – Review: Manis di Awal, Kopong di Tengah

User Rating: 7

Seorang Lady Gaga bukan sekali dua kali masuk ke film ataupun tv series. Tapi kalo ngomongi A Star Is Born, ini beda cerita. Coba perhatiin, di Gossip Girl, The Muppets, Katy Perry: Part of Me – Lady Gaga berperan sebagai dirinya sendiri yang eksentrik. Makanya ngeliat trailer A Star Is Born, nggak kebayang gimana lihat Lady Gaga menjadi cewek yang ‘biasa aja’.

Sama halnya seperti Bradley Cooper, yang biasanya selalu tampil di depan layar – now he’s inside out. Sekarang, dia tampil mulai jadi produser, ikut nulis sebagian screenplay, jadi sutradara, sekaligus jadi pemeran utama. Wait, gimana caranya men-direct diri sendiri?

Film ini bercerita dari bagaimana Jack (Bradley Cooper) turun dari popularitasnya dan Ally (Lady Gaga) mulai menanjak karir bermusiknya. Jangan bayangin La La Land, ataupun The Greatest Showman yang musiknya selalu pengen bikin kita joget. Dari alur musik yang lebih ke classic rock sampai ke pop seenggaknya bisa jadi warna baru di kamus film drama musikal kamu.

They Did It

Untuk mengolah kembali film A Star Is Born yang pertama tayang tahun 1937 – dan sudah dirbuat ulang sebanyak empat kali (termasuk film Bollywood tahun 2013), tentunya nggak mudah dong. Tapi pada faktanya, pada saat film ini dirilis 31 Agustus 2018 lewat Venice Film Festival, baik Bradley Cooper ataupun Lady Gaga mendapat standing ovation selama 8 menit seusai film ini ditayangkan.

Untuk menjadi cewek yang naif, tapi passionate untuk menjadi penyanyi sukses dibawakan oleh Lady Gaga. Mulai dari canggung untuk pertama kali manggung di panggung besar, noraknya Ally waktu pertama kali naik jet pribadi, dan berbagai perlakuan spesial betul-betul menghilangkan persepsi kita soal Lady Gaga yang super eksentrik dan penuh percaya diri. Awalnya kelihatan aneh sih, Lady Gaga keliatan ‘biasa aja’, but she nailed it. She’s the stars on this movie.

Sama halnya dengan Bradley Cooper, yang hampir selalu terlihat charming dan ganteng, dia masih terlihat ganteng kok di film ini (walaupun usia nggak bisa bohong sih). Bradley cerita sih, part alcoholic and junkie memang benar-benar dia alami. Jadi nggak heran dia pun bisa terlihat jelek dan depresi, segitu bagusnya. You have to see him in the eye, on his last scene on this movie. He will breaks your heart.

Plot yang Hilang

Inti dari film ini sebetulnya “cuma” gimana jatuhnya bintang yang udah melejit, dan dibarengi sama naiknya bintang baru. Love at the first sight, how they look to each other makes you falling in love with this movie. Dibuka dengan scene-scene yang manis banget, yang bakal bikin kamu bertanya-tanya bakal semanis apa film ini sampai akhirnya.

Nggak ada yang sempurna, kalo kata orang-orang. Dan yang manis-manis emang di awal doang. Di bagian tengah film, konflik yang ditampilkan cukup plain. Cuma permukaan aja yang ditampilkan. Perkara drugs dan alcohol, cukup menggambarkan kerasnya dunia hiburan. But that’s it. Nothing less, nothing more.

Padahal sebetulnya kalo cerita ini digali lebih dalam, mungkin bisa bikin bagian tengan film ini lebih nendang dan nggak ‘kopong’. Drama drama kecil yang sebetulnya nggak mengubah jalan cerita kalo nggak ada di cerita – bisa diganti sama konflik yang lebih berbobot. Selain itu, ada juga cut-to-cut film ini yang memang agak aneh yang bakal bikin kamu mikir, “kok gini?”

Anyway, film ini masih tetap oke buat kamu tonton kok. Selain kamu akan denger banyak lagu yang memang dibuat oleh Lady Gaga dan Bradley Cooper, mereka juga menyanyikannya live like the way you see it. Nggak ada lipsync yang kadang ngerusak mood film musikal. Oiya, kamu jangan bawa adik kamu yang masih di bawah umur buat nonton film ini, ya!

 

Summary
Buat kamu yang pengen ngelihat film musikal yang beda dari film musikal pada umumnya dan pengen ngelihat Lady Gaga pakai baju normal, harus banget nonton film ini. Sayangnya, harus diakui kalau konflik dalam A Star is Born terbilang dangkal dan kurang berbobot.
Good
  • Akting Lady Gaga yang beneran oke menjadi Ally, plus kapan lagi liat Lady Gaga tanpa full make up dan baju yang wajar?
  • Lagu-lagu yang unik dan berbeda dari film musikal pada umumnya
  • Plot twist di bagian akhir
Bad
  • Cut to cut di beberapa bagian kelihatan aneh dan nggak nyambung.
  • Ada plothole di bagian tengah film, yang kalo dikembangin lagi bisa berpotensi bikin film ini lebih nendang.
7
Good

Is the Story Interesting?

0 0