Aladdin – Review: Kisah Legenda dari Negeri Agrabah

User Rating: 7.5
doc. Disney

Siapa sih yang ngga tau Princess Jasmine? Generasi 90an dan kebawah pasti masih inget banget lah ya betapa precious-nya Princess Jasmine kala itu. Nah, tapi pada tau ngga sih sebenernya yang paling menarik di sini sebenernya kisah Aladdin sendiri?

Oh well, Walt Disney Studios baru aja rilis film terbarunya yakni Aladdin versi live action pada Rabu (22/5) lalu, JoyFriends. Disutradarai oleh Guy Ritchie dan naskah buatan John August, film ini sukses membuat saya ikut bahagia dan terharu usai menontonnya.

Diperankan oleh Mena Massoud (Aladdin), Will Smith (Genie), dan Naomi Scott (Jasmine), Aladdin menceritakan sosok anak jalanan yang berambisi mengubah hidupnya di Negeri Agrabah. Overall, versi live action ini benar-benar mewujudkan visualisasi yang menarik dan nggak kalah dengan versi animasinya lho, JoyFriends.

Kental akan unsur timur tengah

Percayalah selama nonton film, apalagi pas lagi puasa belum buka, bawaannya pengen buka pake kurma. Karena dari kemasan film-nya aja udah Timur Tengah banget, JoyFriends! Baik dari percakapan antar warga lokal sana, latar tempat, baju, sampai furnitur pun kalau dilihat dengan seksama, bener-bener menunjukkan Timur Tengah vibe banget.

Nah, namanya juga hidup di Timur Tengah, pasti kebiasaannya kalo ngga nyemilin buah-buahan yang bisa dipetik dari depan jendela kamar, ya joget-joget pas malam hari, yang biasa disebut juga dengan “Arabian Night”. Udah pernah denger? Wih, pas banget di film Aladdin ini bener-bener mengeksplor budaya Timur Tengah banget nih, dari awal film sampai akhir, ada aja lagi ngomong terus tiba-tiba nyanyi sambil joget. Ya, cocok lah buat referensi gaya tarian kamu.

Nostalgia Genie, Abu, dan Permadani Terbang

Nonton film Aladdin, saya benar-benar dibawa ke masa lalu dimana saya hanya tau Genie warnanya biru, ada janggutnya, dan seekor monyet kocak beserta permadani terbang. Ketika kemarin menyaksikan filmnya, saya jadi paham bagaimana permadani terbang itu bisa jadi kendaraan pribadi Aladdin dan Jasmine nge-date keliling kota. Di tengah nonton juga saya ketawa-ketawa sendiri menyaksikan kelakuan Abu yang ternyata licik namun juga ternyata baik. Juga Genie yang ternyata ngga segahar yang saya pernah sangka, saat melihat gambarnya di kumpulan buku cerita Princess.

Komposisi lagu yang menyenangkan

Ngga cuman dimanjain sama visualisasinya aja, lagunya pun nyenengin banget. Mulai dari awal film sampai akhir, beberapa cast tampak menyuarakan emosinya dengan bernyanyi, dan mungkin karena dengan nyanyi, kita sebagai penonton ikut larut dalam emosinya. Beberapa kalimat yang dipakai dalam lirik juga secara gamblang bikin batin saya berkata, “Iya nih”.

Bukan untuk anak kecil

Sayang sekali versi live action dari animasi legendaris  ini memiliki status di atas usia 13 tahun. Jadi, jangan ajak adik atau keponakan kamu yang di bawah umur itu ya. Padahal dari segi ceritanya seharusnya cukup baik untuk disaksikan anak kecil, tapi memang kemasan visual dan alurnya sangat dewasa, sehingga beberapa adegan pun bisa menimbulkan dampak yang beragam jika ditonton bersama anak kecil.

Nah, buat kamu yang mau nonton Aladdin udah bisa nonton mulai tanggal 22 Mei, dan untuk yang menunggu video klip Isyana Sarasvati dan Gamaliel akan tayang di YouTube mulai tanggal 24 Mei.

Summary
Overall cukup menghibur dan berkesan banget. Lagu-lagu yang disajikan beserta tari-tariannya sangat memanjakan mata dan telinga. Penampilan Will Smith sebagai Genie juga sangat di luar dugaan. Sayang sekali film ini nggak bisa dinikmati oleh semua umur.
Good
  • Cukup menghibur dengan lagu dan visualisasinya
  • Bikin nostalgia aladdin masa lalu
Bad
  • Kisahnya relatif dewasa dan nggak cocok untuk semua umur
7.5
Good
Written by
die hard fans of unicorn, sushi, flamingo and rose gold thing.

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>