Bad Times at the El Royale – Review: Noir Nggak Selalu Gelap dan Pekat!

User Rating: 8

Buat kamu yang lagi butuh referensi film akhir pekan dengan tema neo-noir, Bad Times at the El Royale bisa jadi pilihan yang tepat. Bukan karena dibintangi nama-nama beken seperti Chris Hemsworth atau Dakota Johnson, but this is really a decent movie!

Saking bagusnya, Bad Times at the El Royale bikin kamu nggak mau beranjak dari kursi panas. Nggak cuma dapat thriller-nya, tetapi juga drama receh berbagi porsi pas di tiap plot hingga subplot-nya.

Digawangi sutadara muda, Drew Goddard yang dikenal sukses lewat judul-judul seperti Cloverfield, World War Z hingga Cabin in the Woods, Bad Times at the El Royale menjanjikan pengalaman nonton yang berbeda dari kebanyakan noir-noir klasik lainnya. Sebut saja Sin City ataupun Blade Runner.

Atmosfer pekat yang dibangun berpadu apik dengan komedi konyol khas 70-an tersaji apik dalam 141 menit. Bahkan, kamu bakal diajak menyelesaikan masalah utama dari film ini, berharap tebakan kamu benar.

Antara Nevada dan California

Bad Times at the El Royale mengisahkan pengalaman mencekam yang dialami oleh enam tamu Hotel El Royale pada 1970 yang berada di perbatasan antara California dan Nevada. Latar belakang profesinya pun berbeda, ada pastur, penyanyi, hingga seorang detektif yang tengah dalam penyamaran.

Mereka datang ke El Royale dengan maksud tertentu. Jika sang pastur, Daniel Flynn (Jeff Bridges) ingin mengambil uang curian miliknya yang disimpan sang sahabat di bawah sebuah kamar, Dwight Broadbeck (Jon Hamm) justru ingin menyelesaikan misinya dari FBI untuk melepas beberapa alat investigasi milik FBI di hotel tersebut.

Begitu pula dengan Emily Summerspring yang datang untuk menawan seorang gadis di sebuah kamar hotel. Hanya Darlene Sweet (Cynthia Erivo) yang singgah untuk istirahat sebelum dirinya tampil bernyanyi di sebuah cafe di Reno.

Semuanya rencana mereka pun berantakan saat mengetahui jika hotel tersebut “menyadap” para tamunya dengan sebuah kaca tembus pandang yang disisipi di sebuah cermin masing-masing kamar. Miles Miller (Lewis Pullman) menjadi sosok yang paling bertanggung jawab atas instalasi cermin mata-mata tersebut meski ia mengaku disuruh atasannya untuk memata-matai satu persatu tamunya.

Pertumpahan darah pun terjadi saat Billy Lee (Chris Hemsworth) datang untuk mencari gadis yang diculik oleh Emily. Nasib masing-masing tamu pun berada di ujung tanduk kala rahasia mereka terbongar satu persatu.

Menawan tanpa Monoton

Bad Times at the El Royale adalah film dengan alur cerita yang sangat unik. Layaknya segitiga terbalik, plot terasa mengalir meski banyak sekali flashback khas 500 Days of Summer yang dihadirkan untuk menjelaskan masa lalu masing-masing karakter.

Berbagai twist nonjok diselipi di beberapa flashback, mendorong para penonton untuk menebak maksud dan tujuan sang karakter melaksanakan aksi mereka di Hotel El Royale. Bumbu-bumbu drama pun tersaji hangat, khususnya kala Flynn dan Sweet bertemu.

Berbeda dengan kebanyakan noir klasik, Bad Times at the El Royale tampil jauh lebih berwarna dan cerah. Pemilihan pencahayaan yang terang serta tone film yang ceria menjadi salah satu dari kekuatan dari film ini.

Andaikan semua karakter diberikan kebebasan untuk berekpresi lebih, seperti Miles yang terasa nanggung menjelaskan duduk perkara ia memasang cermin tersebut, publik nggak bakal segan buat menyandingkan Bad Times at the El Royale dengan film-film noir ala Quentin Tarantino.

Summary
Bad Times at the El Royale adalah noir thriller menawan dan yang nyaris sempurna. Kamu bakal dibuat engage dari tiap frame satu ke frame lain tanpa monoton.
Good
  • Tone yang cerah, berbeda dengan film noir pada umumnya
  • Alur cerita yang nggak monoton
  • Penuh twist yang membuat penonton makin bertanya-tanya maksud dan tujuan karakter-karakter yang bersangkutan
Bad
  • Porsi cerita per karakter nggak merata
8
Great

Is the Story Interesting?

0 0