Bohemian Rhapsody Movie – Review: The Epic Rhapsody!

User Rating: 8.5

Britania Raya bukan hanya menyimpan kekayaan sejarah dan budaya, namun juga karya seni serta seniman termahsyur. Salah satunya adalah Queen, band asal Britania Raya yang beranggotakan Freddie Mercury, Brian May, John Deacon dan Roger Taylor ini telah menjadi salah satu living legend sejarah musik dunia.

Meski band-nya sendiri belum benar-benar bubar paska meninggalnya sang vokalis Freddie Mercury, kini 20th Century Fox melalui sang sineas Bryan Singer (X-Men Series, Superman Returns) menghidupkan kembali kenangan akan vokalis energik dan kharismatik Farrokh Bulsara a.k.a Freddie Mercury dalam jutaan piksel layar lebar; turut hidup abadi dalam karya seni film. Turut Abadi dalam sinematografi.

Bohemian Rhapsody adalah sebuah film biopik mengenai kehidupan unik nan nyentrik sang frontman Queen ini. Kamu diajak mengenal serta menyelam lebh jauh mengenai sosok Freddie Mercury, di luar lagu-lagunya yang revolusioner dan out of the box pada zamannya. Mereka melawan dominasi pasar. Mereka menciptakan pasar sendiri.

Kira-kira seperti apakah film berjudul sama dengan lagu legendarisnya ini? Simak ulasan kami mengenai biopik sang vokalis legendaris Freddie Mercury dan Queen ini, JoyFriends!

AKTING DAN PEMILIHAN CAST YANG MANTAP

Pemilihan pemeran Bohemian Rhapsody menjadi salah satu aspek yang patut diacungi jempol lho, JoyFriends. Pasalnya para pemeran film ini benar-benar melakukan performa yang penuh totalitas, meski dari kalangan aktor dan aktris yang mungkin jarang kamu dengar.

Rami Malek bukan hanya berhasil membuat impresi mirip Freddie; Ia benar-benar seorang performer dan entertainer sejati; setiap gerakan dan gimmick-nya persis dengan Freddie asli. Bahkan bukan hanya Rami Malek yang benar-benar mirip Freddie, namun semua personil Queen. Mereka kembali muda dan hadir dalam layar lebar berwarna.

HUMOR SEGAR

Film biopik tak selamanya identik dengan drama yang serius mengenai konflik yang tengah dihadapi. Nyatanya pada film ini, sineas Bryan Singer beberapa kali menyelipkan humor-humor secara tak terduga di sela film. Ia membuat kehidupan para rockstar ini begitu humanis dengan diselipkannya humor-humor segar di balik ketegangan yang tengah berjalan.

SINEMATOGRAFI DAN TONE YANG CIAMIK

Kamu tidak hanya dimanjakan dengan para pemeran yang begitu mirip dengan personil Queen saat muda dan akting-aktingnya serta humor, tetapi juga dengan sinematografi dan tone film yang ciamik. Semuanya dikemas menjadi satu fragmen episode yang cukup memuaskan. Bahkan terkadang berkat sinematografinya kamu dapat merasa berada dalam kerubungan penonton konser Queen.

GAYA PENCERITAAN YANG CUKUP RAPIH

Di satu sisi, Bohemian Rhapsody menampilkan konflik-konflik Freddie sebagai orang yang lahir dari keluarga Zoroaster konservatif, dan Freddie perlahan-lahan mulai memberontak. Dari pergantian nama aslinya, hingga kisah asmaranya; Semuanya digambarkan dengan cukup jelas.

Bohemian Rhapsody menjelaskan banyak detail mengenai awal terciptanya suatu lagu legendaris milik Queen, apa saja inspirasi dalam lagunya sekaligus menghilangkan detail-detail kecil lainnya. Ia juga tidak secara gamblang menjelaskan kehidupan penuh misteri  sang rockstar

Sisi yang lain, menurut kami, salah satu hal yang cukup mengganjal adalah opening dan ending film yang cenderung sama; yang mungkin sudah kamu dapat tebak sendiri. Tidak juga dijelaskan mengapa Freddie secara tiba-tiba menjadi seorang biseksual.

SERASA SEMI MUSIKAL

Sejak awal film, kamu dapat merasa tak tahan untuk bernyanyi mengikuti lagunya, berdansa mengikuti iramanya. Lagu-lagu yang mungkin tak asing lagi di telingamu dijadikan backsound lagu dengan suasana yang sesuai dengan mood film-nya. Rasanya kamu ingin sing a long setiap lagu yang berbeda dimainkan. Namun apa daya, lagu-lagu itu kebanyakan hanya sepotong-sepotong, tidak semuanya full dimainkan, mungkin mengintat durasi waktu yang ada.

SEJARAH YANG SEDIKIT KURANG AKURAT

Hal ini mungkin disebabkan demi menciptakan goal yang jelas untuk film ini, seakan ada motif lebih mengenainya. Contohnya, Freddie baru benar-benar divonis mengidap penyakit dua tahun setelah acara Live Aid ini diselenggarakan.

Pada akhirnya, film ini benar-benar menjadi obat penawar rindu akan sosok Freddie serta masa kejayaan Queen di tahun 80-an. Sinematografi dan tone yang apik, gaya penceritaan yang cukup rapih dan tidak membosankan meski terdapat ketidaktepatan sejarah—dipadukan dengan akting dan pemilihan cast yang benar-benar seakan melihat Brian May dan kawan-kawan di era keemasannya, semua menjadi satu fragmen episode yang indah.

Sudah siap menelisik kehidupan rockstar tahun 80-an ini? Bohemian Rhapsody wajib kamu saksikan bukan hanya untuk kamu yang menggemari band asal Inggris ini, tetapi untuk para penggemar musik yang ingin menyaksikan salah satu kepingan sejarah musik hadir dalam layar lebar. Film ini mulai tayang pada 31 Oktober di bioksop kesayangan kamu, JoyFriends!

God Save the Queen!

God Save our Gracious Queen!

Long live the Queen!

Summary
Film ini layaknya definisi Rhapsody itu sendiri: berbagai bagian episode yang terintegrasi; serta menampilkan mood, warna dan tone yang kontras. Seperti lagu Bohemian Rhapsody itu sendiri, lagu dengan tempo dan mood yang begitu berlainan di berbagai part. Jika sudah sesuai dengan kata itu sendiri, maka menurut saya dapat dikatakan bahwa Bohemian Rhapsody ini sebuah Rhapsody yang epik!
Good
  • Akting dan pemilihan cast yang tepat
  • Humornya yang segar
  • sinematografi dan tone yang memanjakan mata
  • Gaya penceritaannya rapih
Bad
  • Ada detail-detail yang nggak dijelaskan
  • Lagu cuma diputar sepotong-sepotong
  • Penggambaran sejarah yang kurang akurat
8.5
Great
Pemain bass di sonicwaves | Gemar memotret | Menulis di JoyPixel dan blog pribadi | Demen musik, film, series, game, komik, gadget dan banyak hal lainnya, makannya cocok kan di JoyPixel.

Is the Story Interesting?

1 1