Hellboy – Review: Dark Fantasy yang Kentang Karena Sensor!

User Rating: 6
Tampil garang nih Hellboy sekarang. Lebih garang tepatnya. (doc. Lions Gate)

Siapa bilang Hellboy udah tamat? Well, secara konsep cerita dari sudut pandang Guillermo del Toro, sang nahkoda dua film perdananya, Hellboy udah jauh berakhir. Pssttt memang bener sih del Toro menolak melanjutkan sekuelnya!

Namun, superhero dengan wajah buas ini justru belum puas menumpas semua musuh-musuhnya. Nggak heran, saat sang kreator, Mike Mignola muncul ide buat memperbaharui kisahnya, banyak orang yang tertarik, salah satunya Neil Marshall.

Dengan beban berat menyaingi kesuksesan original film garapan del Toro, sutradara yang dikenal lewat karyanya di The Descent (2005) dan Doomsday (2008) tampil percaya diri. Berbekal bujet produksi di atas USD 60 juta, ia bebas mengutak-atik kisah Hellboy baru dengan acuan dua tiga buah komik, Darkness Calls, The Wild Hunt, dan The Storm and the Fury.

Hadir dengan dua nama beken Hollywood, David Harbour (Strangers Things) dan Milla Jovovich (Resident Evil) yang didapuk menjadi motor utama, film ini mampu menyuguhkan dark fantasy yang epik lewat visualisasi jempolan! Apalagi, fakta kalau film superhero milik Dark Horse Comics ini menyandang rating R makin bikin penasaran banyak orang, seberapa sadiskah si Bocah dari Neraka satu ini!

Membakar sejak awal

Hellboy membuka tirai dengan penumpasan Nimue (Milla Jovovich), sang penyihir yang berencana menghancurkan dunia, oleh pahlawan legendaris Inggris, King Arthur. Dendam karena ditaklukan, Nimue pun berhasrat untuk kembali muncul untuk menuntaskan misinya tersebut dengan mengutus banyak anak buahnya.

Mendengar hal tersebut, Hellboy yang ternyata punya latar belakang nggak terlupakan dengan Nimue, bergabung dengan Bureau of Paranormal Research and Defense bersama sang ayah untuk menghadang keinginan bejat sang ratu iblis. Namun, dasarnya ia juga iblis, jagoan kita dibuat galau dengan keputusannya sendiri lantaran diimingi-imingi gelar raja iblis dari sang ratu.

Berbeda dengan origin film-nya, Hellboy tampil membakar sejak menit awal. Adegan-adegan berdarah penuh kekerasan disajikan guna menambah value tersendiri dari film ini. Kamu bakal melihat tubuh termutilasi dengan visualisasi yang nyaris sempurna di tiap adegan.

Sensor bikin lepas momentum

Nah, yang bikin beda dari dua film aslinya adalah Hellboy kali ini lebih jenaka. Dengan hubungan father and son yang penuh konflik, banyak banyolan-banyolan khas dark comedy muncul dari bibir sang karakter utama, ataupun para pendukung seperti karakter baru, Alice Monaghan yang diperankan oleh Sasha Lane.

Soal penokohan, film ini punya koleksi yang sangat lengkap. Berbagai wujud mahluk menakutkan bisa kamu temui di sini. Dengan dukungan efek green screen, kamu bisa bertemu dengan penyihir tua dengan wajah jelek, Baba Yaga, serigala berbulu manusia hingga raksasa buas yang bakal bikin kamu tercegang.

Sayang, dengan alur yang sangat cepat dan menggebu-gebu, nggak banyak inti cerita yang bisa tersampaikan jelas dalam film ini. Makin parah lagi, banyak adegan yang sengaja dipotong demi memenuhi kriteria layak tayang oleh badan sensor lokal, sehingga beberapa adegan terasa lepas momentum yang bikin film ini malah jadi kentang banget.

Anyway, terlepas dari situasi sensor yang pelik, Hellboy tetap jadi suguhan rollercoaster yang menarik untuk dinikmati bareng teman segeng, lho. Saran saja sih, daripada kecewa nonton di bioskop, mending tungguin versi uncut saja saat DVD atau Blu-ray udah rilis atau lewat legal streaming!

Summary
Sebenarnya film ini memang jadi salah satu film wajib tonton. Namun kondisinya sekarang, si Hellboy kali ini kayaknya bakal lebih baik ditonton kalau udah tayang di layanan streaming resmi aja. Sensornya nggak asik banget!
Good
  • Menggebu sejak awal film dimulai
Bad
  • Sensor dan pemotongan adegan yang terlalu banyak bikin kentang banget
  • Banyak pesan-pesan dan cerita yang nggak tersampaikan dengan baik karena sensor
6
Fair

Is the Story Interesting?

1 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>