Jurassic World Fallen Kingdom – Review : Masih Mengigit

User Rating: 8
Nggak cuma bikin kita berasa nostalgia, sequel Jurassic World ini masih tetap mencekam

Kisah para dinosaurus di Isla Nublar masih terus berlanjut sejak gong trilogi baru Jurassic Park dibunyikan lewat Jurrasic World pada 2015 lalu. Film yang menceritakan tentang taman bermain baru setelah event Jurassic Park selesai kini melanjutkan melankolia mereka di Jurassic World Fallen Kingdom tentang benar-tidaknya campur tangan manusia dalam alam dan mengangkat kembali terornya dalam versi yang lebih menegangkan.

Lewat Jurassic World Fallen Kingdom, sekali lagi dunia dihadapkan pada momen krusial dengan dinosaurus. Isla Nubar memang udah ditinggalkan manusia, tapi para dinosaurus yang masih di sana pun nggak bisa dibilang hidup dengan aman. Pasalnya gunung berapi yang udah lama tidur kembali aktif dan mengancam kelangsungan hidup mereka.

Sementara di sebrang sana, parlemen Amerika sibuk memutuskan apakah mereka bakal mengevakuasi para dinosaurus atau membiarkan mereka terlantar. Namun Dr. Ian Malcolm (Jeff Goldblum ), jagoan kita dari Jurrasic Park memberikan argumentasi kalau mereka memang harus punah, sementara sang manager taman Claire Dearing (Blyce Dallas Howard ) membentuk LSM Dinosaur Protection Group untuk membela hak kehidupan mereka.

Sayangnya, keputusan senat bulat mengatakan kalau para dinosaurus harus memenuhi kodrat mereka untuk punah sekali lagi.

Mampukah mereka menyelamatkan para dinosaurus sekali lagi dari kepunahan?

Bagai gayung bersambut, Claire dikontak oleh mantan rekanan John Hammond (salah satu tokoh sentral di Jurrasic Park) dalam menghidupkan kloning dinosaurus, yaitu Benjamin Lockwood. Di kediamannya di California utara, Claire bertemu dengan asisten Eli Mills dan cucu Lockwood, Maisie di mana sang milyuner tersebut bertekat untuk membuat rencana rahasia demi menyelamatkan para dinosaurus.

Seperti Nabi Nuh, mereka akan membawa satu dari setiap jenis untuk diselamatkan ke sebuah pulau tersembunyi. Salah satu yang tersulit adalah menangkap Blue, salah satu Velociraptor tercerdas yang pernah ada. Claire pun membujuk Owen Grady (Chris Pratt) untuk bergabung dalam misi penyelamatan ini dan cerita tentang dunia Jurassic pun kembali dimulai.

Stick to the mood

Keputusan sutradara sebelumnya, Colin Trevorrow untuk meninggalkan kursi sutradara dan menjabat sebagai penulis naskah patut diacungi jempol. Walaupun Stephen Spielberg selaku produser eksekutif sudah bahagia dengannya, Tervorrow memiliki visi lebih jauh untuk Jurassic World yang dikatakannya memiliki banyak potensi. Maka tak pelak saat J.A Bayona didapuk sebagai sutradara untuk sekuel ini, Jurrasic World serasa mendapat mood baru dalam franschise mereka.

Memiliki pengalaman di film horor The Orphenage, Bayona pun ciamik memasukkan bumbu-bumbu seram ke dalam setiap adegan Jurrasic World Fallen Kingdom. Meski demikian, hal tersebut nggak membuatnya jadi suguhan utama, sebab timeline udah dikunci rapat oleh Trevorrow melalui naskah yang rapi. Alhasil, cerita khas Jurassic World pun masih terjaga, tapi dengan ketegangan ala film-film thriller.

Nggak heran dalam beberapa adegan, aroma horrornya kerasa abis yang bikin kita bisa sampai ke tingkatan “harap-harap cemas”.

Menjadi lebih menyenangkannya adalah ketika melihat performa Chris Pratt yang masih mengigit layaknya di film sebelumnya. Aksinya sebagai raptor tamers saya rasa lebih baik ketimbang penampilannya di Avengers : Infinity War. Penjiwaannya lebih kuat sehingga kita dapat merasakan hubungan keluarga yang erat antara Owen dan Blue, belum lagi tek-tokannya dengan Claire yang bikin film ini tambah asik.

Paket lengkap antara cerita seru, sedikit bumbu komedi dan selipan horror yang asik. Instalasi ketiga dari Jurassic World patut kita tunggu setelah puas dengan yang satu ini!

Summary
Sekuel yang baik dengan elemen baru yang pas. Menempatkan sebuah standar lagi untuk film ketiga dalam trilogi ini.
Good
  • Mood Khas Jurassic Park yang masih terjaga baik
  • Bumbu horror dari Bayona bikin geleng-geleng
Bad
  • Bagi beberapa orang, ending mungkin bisa dianggap maksa
  • scoringnya kurang greget
8
Great
Written by
Being adult with the spirit of Samurai X and Neon Genesis Evangelion, this man now decided to make a team of superhero like Avengers. Moviegoers and you can follow his visual track on instagram.

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>