Men in Black International – Review: Spin-Off yang Receh Abis!

User Rating: 7
Ini emang salah satu film menghibur jelang musim panas ini. Wajib tonton! (doc. Sony Pictures)

Men in Black International punya sudut pandang berbeda dibanding film pendahulunya. Ketika film ketiga Men in Black berakhir, Will Smith dan Tommy Lee Jones yakin kalau tugas mereka benar-benar telah berakhir. Apalagi, MiB 3 menyempilkan drama ayah dan anak yang cukup emosional lewat pertemuan awal Agent J dan Agent K.

Namun, persaingan industri perfilman Hollywood justru yang mendorong sang rumah produksi, Columbia Pictures dan distributor setianya, Sony Pictures nekat melepas ide film keempat. Ketimbang melanjutkan kolaborasi Smith-Jones, keduanya pun memutuskan untuk memutar spin-off dari salah satu karakter yang mejeng di film ketiga, Agent M yang dibintangi oleh Tessa Thompson lewat Men in Black International.

Nama Felix Gary Gary yang mapan lewat karyanya di film Straight Outta Compton dipilih untuk menjadi nakhkodanya. Sementara, dua aktor kenamaan Hollywood, Chris Hemsworth serta si cantik Rebecca Ferguson direkrut untuk menemani Tessa Thompson.

Well, usaha sang rumah produksi untuk mewujudkan film keempat MiB sempat terkendala konflik dalam studio. Konflik ini melibatkan sang sutradara dengan produser Walter F. Parkes yang berkali-kali mempermasalahkan ide cerita hingga proses coloring dari MIB: International.

Meski demikian, jalur perdamaian pun ditempuh keduanya demi perilisan film yang sudah tertunda sejak Oktober 2018 lalu. Alhasil, MIB: International tampil datar dan tanpa arah meski hidangan yang disajikan cukup segar!

Kocak sih…tapi…

Men in Black: International membuka tirai dengan pergulatan Agent H (Chris Hemsworth) dengan High T (Liam Neeson) melawan alien super kuat bernama Hive di Paris. Di waktu yang bersamaan, seorang gadis belia bernama Molly Wright bertemu dengan seekor alien lucu yang menyelinap di kediaman orang tuanya.

Pertemuan tersebut menuntun Molly untuk terus menggali kemungkinan keberadaan alien di luar angkasa. Hingga 33 tahun berselang, Molly yang tumbuh dewasa diterima masuk menjadi agen MiB dengan nama Agent M. Ia langsung ditugaskan menemani seniornya, Agent H bertemu dengan Vungus, anggota kerajaan alien di London.

Sesampainya di sana, keduanya pun diserang oleh dua alien misterius yang datang tiba-tiba yang mengakibatkan kematian Vungus. Sebelum meninggal, Vungus memberikan sebuah kristal kepada Agent M yang ternyata adalah sebuah senjata pemusnah massal yang diincar oleh kedua alien misterius tersebut.

Berdurasi 115 menit, Men in Black: International terasa cukup hangat lewat hantaran dialog para karakternya. Meski nggak sebaik pendahulunya, komedi-komedi yang dihadirkan cukup memecah gelak tawa para penonton. Apalagi keberadaan karakter sidekick macam Pawny (Kumail Nanjiani) bikin film ini makin menghibur.

Sayangnya, candaan yang dibagi para karakter nggak menolong kualitas ceritanya yang terkesan datar saja. Nggak ada tensi maupun atmosfer menegangkan yang dibangun apik sepanjang 115 menit. Sehingga, alur ceritanya pun mudah banget tertebak.

Kualitas CGI yang ditampilkan belum cukup membayar ekspektasi lebih yang diberikan penonton. Apalagi, sebagai sebuah spin-off, film ini menghabiskan dana yang cukup besar, USD 94-110 juta, yang sebagian digunakan untuk promosi yang jor-joran.

Kehadiran Chris Hemsworth memang bikin film ini terasa jauh lebih hidup. Terutama lewat celotehan konyol hingga lemparan referensi film-film yang pernah ia bintangi pada beberapa adegan. Meskipun demikian, apa yang dihadirkan Smith di tiga film sebelumnya belum mampu dilampaui oleh akting receh Hemsworth.

Hal yang sama juga dialami oleh karakter yang diperankan oleh Tessa Thompson. Lantaran harus berbagi peran dengan Hemsworth yang notabene jauh lebih superstar, penampilan Thompson nggak terasa mendominasi, meski ia tercatat sebagai seorang main cast.

Kesimpulannya, MiB: International adalah spin-off yang menghibur dengan materi yang segar bugar. Tapi perlu diingat, there’s nothing better than the first ones!

Summary
Meskipun nggak sebaik tiga film pendahulunya, Men in Black International tetap menjadi pilihan untuk kamu yang mencari film penghibur di tengah hari libur dan jelang musim panas.
Good
  • Komedinya terasa menghibur
  • Sidekick Kumail menjadi penghibur yang mencuri perhatian
Bad
  • CGI-nya kurang nendang
  • Kerecehan Hemsworth belum melampaui jenakanya Will Smith di film pendahulunya
  • Ceritanya terkesan datar
7
Good

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>