Netflix JU-ON: Origins Review: Meninggalkan Banyak Pertanyaan

User Rating: 7
Netflix JU-ON: Origins
Haruka dan Tetsuya saat pertama kali disamperin Woman in White di JU-ON: Origins. (doc. Netflix)

Netflix JU-ON: Origins jadi serial Netflix yang menarik perhatian di awal Juli ini. Pasalnya serial ini didaulat jadi asal usul serial horor paling fenomenal dari Jepang ini. Serial ini akan membawa kita ke asal-usul bagaimana hantu bocah dan the Woman in White di JU-ON itu bisa “lahir”.

Artikel ini mungkin mengandung spoiler. Silakan baca dengan bijak.

Serial Netflix JU-ON: Origins ini bercerita tentang Haruka Honjo (Yuina Kuroshima), seorang aktris muda yang mengalami pengalaman horor di rumahnya pada latar waktu awal yaitu 1984. Di rumahnya ia mendengar suara langkah kaki pada malam hari.

Berawal dari sebuah kaset rekaman Haruka Honjo, Yasuo mulai penasaran sama rumah kosong yang ternyata… (doc. Netflix)

Haruka menceritakan pengalamannya tersebut lewat sebuah program TV horor dan saat itu ia berkonsultasi dengan Yasuo Odajima (YoshiYoshi Arakawa), seorang peneliti mistis yang tengah mencari insight dan pengalaman horor sejumlah orang untuk bukunya.

Drama horor ini nggak lepas dari sebuah rumah yang ditinggali oleh sepasang suami istri serta kisah the Woman in White dalam JU-ON dan si bocah cilik berwajah pucat itu. Awalnya memang akan cukup mudah untuk memahami bagaimana dua sosok hantu ini akan tercipta.

Namun, nyatanya memang terungkap bahwa sang istri merupakan korban pemerkosaan sang suami. Kemudian ia hamil, tapi malah mau dibunuh sama sang istri. Akan tetapi, belum menjawab bagaimana akhirnya si Women in White ini tercipta dan bagaimana si bocah ini muncul.

Baca Juga: Review Netflix Extracurricular : Hati-hati Sama Bae Gyu-ri

Lebih banyak pertanyaan muncul ketimbang jawabannya

Sejujurnya memang agak bingung kala nonton Netflix JU-ON: Origins ini. Ceritanya dibuat per-timeline dan memang cukup mudah awalnya. Namun, di satu sisi karena ada banyak karakter di dua-tiga episode awal, jadi malah bingung.

Bingung apakah karakter lain ada di tahun yang sama atau nggak. Di satu sisi, bingung juga siapa sebenernya karakter utama di serial ini. Kenapa kok malah Kiyomi Kawai (Ririka) seakan jadi main character di sini tapi berujung “hilang” di serialnya.

Belum lagi cerita Tetsuya Fukazawa (Kai Inowaki) dan ibunya Michiko Fukazawa (Nobuko Sendo) yang masih juga nggak clear. Tepatnya tentang bagaimana keduanya bisa “disandera” oleh Woman in White (Seiko Iwado) di serial ini. Terutama untuk Michiko yang tiba-tiba die aja gitu udah jadi ghost.

Jenazah Tetsuya ini JU-ON banget ya. (doc. Netflix)

Ah ya, satu lagi yang bikin penasaran dan semoga musim kedua bisa menjawabnya, dikemanain tuh Haruka di akhir serial ini? Dan kok malah masih ada si suami psycho itu. Bakal jadi hantu baru kah? Lalu gimana ceritanya Toshiki bisa jadi hantu? Apakah dia nih yang jadi bocah hantu seperti yang kita kenal di JU-ON dulu?

Terlalu banyak pertanyaan muncul selama nonton serial ini. Serius deh. Bahkan mungkin lo akan bingung sendiri. Termasuk gimana ceritanya kok tiba-tiba para suami bisa “meledak”? Dan nasib istri terakhir di serial ini seperti apa?

Set yang cukup oke

Biarpun terlalu banyak pertanyaan ditinggalkan di akhir serial ini, set tempat, waktu, dan setting lainnya patut diapresiasi. Terutama buat lo yang pengen bikin film atau membuat karya cinematography. Soalnya secara visual serial ini manjain mata lho.

Meskipun banyak memanjakan mata kita di set latar waktu malam hari, tapi untuk siang harinya secara tone and manner cukup asik. Sehingga mampu melengkapi nuansa yang mau dibangun serial ini. Horor, tapi nggak horor banget. Malah lebih ke crime violence lah serial ini. Dan setting-nya menurut gue dapet banget.

Apalagi buat lo yang suka motret atau bikin video ala-ala cinematography berbau Jepang. JU-ON: Origins menurut gue berhasil deh buat manjain mata, meskipun secara ceritanya cukup ruwet dan bikin pusing sebagian penonton.

Baca Juga: Serial Adaptasi Anime Populer Yang Tayang di Netflix

Seenggaknya itu lah salah satu keunggulan dari serial ini. Selain dari memang ceritanya yang juga lebih fresh ya, walaupun secara kemasan dan flow-nya malah kurang enak dicerna plus menimbulkan banyak tanda tanya.

Walaupun demikian, serial Netflix JU-ON: Origins ini tetep jadi salah satu serial Netflix yang wajib lo tonton sekarang. Apalagi kalau lo adalah fans dari franchise JU-ON, wajib deh pokoknya!

Summary
Walaupun dari segi penyampaian cerita terkesan terburu-buru dan flow-nya kurang enak bagi sebagian orang, JU-ON: Origins setidaknya menghadirkan kisah yang fresh untuk JU-ON universe. Yuk ditonton secara resmi di Netflix!
Good
  • Cerita yang segar untuk JU-ON universe
  • Setting yang menarik dan menginspirasi untuk pegiat sinematografi ataupun fotografi
Bad
  • Alur cerita yang terkesan ruwet, sehingga memusingkan sebagian penonton
  • Malah menimbulkan banyak pertanyaan di serial ini ketimbang jawaban-jawaban
  • Di satu sisi ceritanya juga terkesan terburu-buru
7
Good
Written by
I'm just a man who likes playing a game, watching movies, tv series, Dragon Ball, Digimon, Attack on Titan, and Kamen Rider.

Is the Story Interesting?

0 0